Gadis Tersembunyi

Gadis Tersembunyi
Bab 262


__ADS_3

Ketika Edgar dan Lalita sampai di jalan komersil, mereka melihat pemandangan Linda dipersulit Milla dan Lenira.


“Bagaimana Linda, asalkan kamu berlutut minta maaf, aku tidak akan mempermasalahkan kamu yang sudah merusak bajuku,” kata Lenira angkuh.


Melihat ekspresi Lenira yang menantang, Linda menatapnya dan bertanya, “Jika kenyataan membuktikan, bajumu bukan dirusak olehku melainkan kamu yang sengaja menuduhku, apakah kamu juga seharusnya berlutut minta maaf padaku?”


Lenira ragu sejenak, masih belum bicara, Milla sudah berkata dulu, “Tentu saja tidak masalah. Lenira , apakah kamu masih takut dengannya?”


“Lenira ,jadi kamu setuju ya?” Sepasang tangan Linda di depan dada dan menatap dingin pada Lenira .


Lenira menggertakkan gigi, “Baik!”


Lagian dia sudah melakukan semuanya, pasti tidak akan ada celah.


Nantinya Linda pasti tidak bisa menyangkalnya. Dia pasti akan membuat Linda berlutut minta maaf padanya.


Linda ikut di belakang Lenira dan Milla, mereka bertiga kembali ke toko butik.


Para wartawan membawa kamera segera ikut.


Milla berkata kepada pelayan, “Panggil Kepala toko kalian.”


Melihat sikap Milla, pelayan tidak berani mengabaikannya jadi menelepon Kepala toko.


Sepuluh menit kemudian, Kepala toko datang dengan buru-buru.


“Nona Xu, ada yang bisa saya bantu?” tanya Kepala toko dengan hormat.


Bagaimanapun juga Milla adalah Nona besar keluarga Xu, juga adalah klien VIP mereka. Barusan sudah membeli banyak barang di toko mereka.


“Begini,” Milla berkata sedikit arogan, “tadi ketika aku dan temanku berbelanja di toko kalian, temanku dipukul oleh orang dan bajunya masih dirusak. Berharap kamu bisa berikan penjelasan untukku.”


“Ada hal seperti ini?” Kepala toko menatap pelayan dengan penuh tanya.


Pelayan menundukkan kepala dan menggigit bibir berkata, “Saat itu aku sedang sibuk melayani tamu, jadi tidak perhatikan.”


Milla menunjuk lubang di baju Lenira Bai dan berkata dingin, “Lihat tidak? Ini dirusak oleh Linda”


“Tidak perlu bicara begitu banyak, langsung keluarkan rekaman cctv saja,” Linda tidak lagi berdebat dengannya.


Kepala toko memanggil kapten keamanan, “Ambil rekaman cctv.”


Tidak lama kemudian, kapten keamanan kembali dari ruangan cctv dan berkata dengan bersalah, “Maaf Kepala toko, cctv tidak berhasil merekamnya.”

__ADS_1


Tidak berhasi merekamnya?


Linda tidak tahan terkejut.


Dia mendongak melihat dengan cermat kalau kamera cctv di pintu masuk bekerja dengan normal.


Posisi tempat kamera cctv seharusnya bisa merekam dengan sangat jelas kejadian tadi ketika Lenira menghadang jalannya, dan dia hanya mendorong Lenira dengan pelan.


Kenapa bisa tidak terekam?


Lenira tersenyum sombong, dia berjalan ke hadapan LInda dan membersihkan tenggorokan berkata, “LInda, meskipun kamera cctv tidak berhasil merekamnya, tetapi aku dan Milla melihat kamu yang sudah merusak bajuku.


Bajuku juga adalah bukti, di atas ada sidik jarimu.


Aku sarankan kamu jangan berjuang lagi, segera berlutut dan minta maaf padaku!”


LInda menatap dingin Lenira ,“Kalau memang cctv tidak merekam apapun, maka sama sekali tidak bisa membuktikan kalau aku yang sudah merusak bajumu.”


“Aku bisa bersaksi,” disaat itulah, sebuah suara tiba-tiba terdengar.


Linda memandang ke arah suara, hanya nampak Rania yang berdiri di samping mendadak berkata.


Rania ?


LInda sedikit kaget.


“Rania,Rania pianis internasional!” Ada wartawan yang mengenali Rania jadi berkata dengan bersemangat.


“Nona Rani, Anda tadi mengatakan bisa membuktikan, maksud Anda adalah bisa membuktikan kalau Linda yang sudah merusak gaun Nona Lenira ya?” Seorang wartawan mengarahkan mikrofon pada Rania Wu dan bertanya.


Rania tersenyum dan mengangguk, “Benar.”


“Bisakah ceritakan kejadian saat itu pada kami dengan detail?” Para wartawan mengelilinginya dan bertanya.


“Saat itu aku sedang beli syal di sini, melihat Nona Xu dan Linda berdua berselisih. Kemudian Linda mendorong Lenira dan sengaja menarik rusak gaunnya,” Rania tersenyum dan berkata dengan elegan.


Linda menatap Rania dengan curiga.


Dia sama sekali tidak kenal dengan Rania, kenapa Rania bersaksi palsu dan membantu Milla menfitnahnya?


Edgar disaat inilah masuk ke dalam toko butik HN, Lalita ikut di belakangnya.


“Pak ,Pak Edgar datang!”

__ADS_1


Kemunculan Edgar seperti membawa lingkaran cahaya sendiri dan menarik tatapan semua orang.


Para wartawan menyerbunya, “Pak E, Anda dan Linda sudah putus ya? Kenapa dia masih di perusahaan ? Rumor mengatakan kalau Linda dan Jonatan serumah, apakah ini benar?”


“Pak , apa pandangan Anda terhadap masalah hari ini? Linda sengaja merusak gaun Nona Bai, antara mereka berdua apakah ada dendam pribadi?”


Wajah tampan Edgar dingin dan bibir tipisnya dirapatkan.


Lalita maju dan tersenyum berkata kepada wartawan, “Maaf, tidak menerima wawancara. Aku dan Edgar datang belanja, kebetulan lewat sini, melihat begitu ramai jadi masuk.”


“Pak , apakah Nona ini adalah Candy yang selalu Anda cari? Apakah kalian sekarang sudah bersama? Apakah dia sekarang adalah pacarmu?”


“Enyah,” tatapan dingin Edgar melihat wartawan, aura dia yang kuat membuat orang sesak, wartawan segera diam.


Melihat Edgarmendadak datang, tatapan Milla terus tidak lepas darinya.


Wanita yang terus mengikutinya itu adalah Candy?


Juga biasa saja!


Tatapan Milla terlintas api cemburu.


Hari ini bereskan Linda dulu, dia juga tidak akan lepaskan Candy.


Edgar adalah milik dia Milla!!


Dia hari ini akan membuat Linda malu di depan Edgar.


Mengingat sampai sini, Milla memberikan isyarat pada Lenira.


“Linda,kamu sekarang masih mau bilang apa?” ada rasa sombong yang tidak bisa dikendalikan. Lenira meninggikan suaranya, “Sekarang Nona Wu bisa bersaksi, kamu yang sudah merusak bajuku!”


Lenira sendiri tidak menyangka, akan ada saksi yang mendadak muncul.


Orang ini masih adalah Rania, pianis internasional yang terkenal.


Meskipun Lenira tidak tahu kenapa Rania mendadak membantunya menghadapi LInda , tetapi LInda saat ini sudah tidak bisa mengelak lagi.


“Tidak ada yang ingin kukatakan,” Linda tetap saja berwajah tenang.


Ketika melihat Edgar dan Lalita berjalan masuk, hati Linda sakit sekali.


Sekarang, dia diserang dan difitnah oleh begitu banyak orang.

__ADS_1


__ADS_2