
“Apakah karena kamu masih mencintai Edgar?” tatapan Jonatan menjadi lebih redup.
Linda menggelengkan kepala, “Tidak ada hubungan dengan dia.”
Selesai bicara, Linda tidak lagi pedulikan Jonatan yang sedih, dia langsung berbalik pergi.
Naik lift dan tiba di pintu rumah. Linda mengeluarkan kunci dari dalam tas dan membuka pintu.
Dia membuka lalu hendak menutup pintu. Tiba-tiba ada sebuah bayangan hitam yang tinggi terlintas dari mulut tangga gelap sana.
Tangan besar dia diulurkan dan menekan pintu yang hendak tertutup, lalu melangkah masuk.
Linda kaget dan menghardik keras, “Siapa?”
Lelaki mendengus dingin.
Suara ini ....
Melalui cahaya bulan yang redup di luar jendela, dia melihat jelas rupa lelaki di depan.
Sekujur tubuh lelaki ada nafas dingin, mengenakan jas buatan tangan hitam dan hampir menyatu dengan kegelapan.
Fitur wajah 3D seperti karya sempurna Tuhan yang diukir dengan halus, mulia dan elegan.
Sepasang mata yang dalam itu menyipit, ada rasa dingin dalam tatapan itu dan sedang menatap wajahnya.
Edgar?!
Kenapa dia bisa ada di sini?
Linda tercengang dan bertanya dingin, “Edgar, kenapa adalah kamu?”
“Kenapa? Tidak ingin melihatku?” Edgar mengaitkan bibir dan nadanya ada amarah.
Dia mengulurkan tangan dan menutup pintu.
“Jika kamu datang demi Kakek Lion, kamu bisa tenang. Tiga hari lagi aku akan datang tepat waktu ke rumah sakit melakukan akupuntur pada Kakek .” Linda menatap Edgar dengan wajah datar dan mengusirnya, “Aku sangat lelah dan ingin istitahat, tolong kamu pergi.”
Dia sungguh tidak terpikirkan alasan apa yang akan membuat Edgar mendadak muncul di sini.
Bukankah dia seharusnya mengantar Candy pulang?
Wajah tampan Edgar menjadi suram, sepasang tangannya mendadak memegang pergelangan tangan Linda dan menekannya ke pintu dengan kuat.
“Kamu lepaskan aku ....” ada rasa sakit di pergelangan tangan, Linda meronta sejenak.
Belum selesai bicara, semua sudah ditutup oleh mulut lelaki di depan ini.
Ciuman Edgar datang dengan kuat, mendominasi, kasar dan ganas, sama sekali tidak lembut.
Tatapan yang dalam, ada nafsu dan amarah mengaduk bersama lalu bergejolak.
__ADS_1
Perasaan indah dari wanita di depan ini, begitu familiar, membuat Edgar tidak ingin berhenti.
Dia merindukannya!
Merindukannya dengan gila!
Sejak Linda membatalkan ikatan pernikahan dan pindah dari Kota Baru Air Moon. Senyuman dia terus muncul di pikirannya.
Sejak dia pindah, tidak ada malam dia bisa tidur tenang.
Ketika melihat berita mengenai dia dan Jonatan . Dirinya marah dan takut. Dia takut akan benar-benar kehilangannya selamanya.
Setelah tahu dia bertemu bahaya di Gunung Elimati, dirinya seperti sudah gila dan bergegas mencarinya.
Sekarang, dia tidak pedulikan Kakek, tidak pedulikan Candy, sepanjang jalan mengebut ke Taman Lubiri, hanya karena ingin bertemu dengannya.
Tetapi, apa yang dia lihat?
Dia melihat Jonatan memegang pundaknya. Mereka berdua berdiri di tepi jalan bermesraan.
Mereka berdua begitu dekat, gerakan begitu mesra.
Linda selalu begitu cuek padanya.
Apakah benar suka pada Jonatan ?
Apakah rumor di internet itu semuanya benar?!
Ciuman mendadak ini mengejutkan Linda.
Tubuhnya kaku dan otaknya mendadak kosong.
Beberapa detik kemudian dia barulah merespon.
Edgar sedang apa?!
Mereka sudah membatalkan ikatan pernikahan. Antara dia dan Edgar sudah tidak ada hubungan apapun. Atas dasar apa dia melecehkannya?
Linda marah dan menggigit kuat bibir Edgar.
Seiringan dengan aroma darah dan ada rasa sakit di bibir, edgar refleks melepaskan Linda.
Dada Linda naik dan turun dengan hebat, dia malu dan marah lalu berkata dengan ngos-ngosan, “Edgar , cukup kamu!”
Wajah Edgar buruk, rasa dingin di sekujur tubuhnya membuat orang menggigil.
Udara seperti membeku dalam detik ini.
Edgar mengernyitkan alis pedangnya dan garis wajah tampannya menegang. Dia menyipitkan mata dan menatap Linda dengan tatapan yang tidak jelas.
Apakah dia begitu benci dengan sentuhannya?
__ADS_1
Jelas-jelas dulu ketika mereka bersama, dia sangat menyukai ciuman ini.
Entah lewat berapa lama, dia barulah berwajah dingin dan berkata, “Linda, apakah kamu benar sudah bersama dengan Jonatan ?”
Linda mengernyitkan alis.
“Kamu membatalkan ikatan pernikahan dengan kejam, juga karena Jonatan ?” Melihat Linda terdiam, wajah Edgar kembali dingin.
Karena Jonatan ?
Heh, ini orang jahat sedanh idiot?
Jelas-jelas karena Candy!
Linda mendadak mendongak dan bertatapan dengan matanya yang dingin, “Edgar, tolong kamu jangan menfitnahku dan Jonatan . Kenapa aku membatalkan ikatan pernikahan, apakah dalam hatimu tidak mengerti?”
“Aku tidak mengerti!” mata Edgar begitu dalam, ada amarah yang bergejolak, “Kamu beritahu aku, sebenarnya kenapa.”
Hari ini, dia mau mendengar langsung jawaban dari Linda.
Linda tersenyum sinis, “Kalau memang kamu masih berpura-pura, baiklah, aku akan perjelas padamu.”
Linda menarik nafas dalam dan menatap mata Edgar lalu berkata, “Sudah sejak lama aku pernah beritahu kamu, aku memiliki mysophobia dalam perasaan. Suamiku harus mencintaiku sepenuh hati. Di dalam hatinya hanya boleh mencintaiku seorang.
Sedangkan kamu, jelas di dalam hatimu terus mencintai Candy.”
“Jadi kamu membatalkan ikatan pernikahan karena Dia?” Edgar menaikkan alis dan suasana hatinya mendadak menjadi baik.
Bukan karena Jonatan melainkan karena Candy... apakah berarti, sebenarnya Linda masih peduli dengannya?
Dia membatalkan ikatan pernikahan hanya karena cemburu saja.
“Benar,” Linda mengangguk.
Tatapan Edgar menjadi lebih dalam. Dia berkata dengan rendah, “Kalau aku bilang, antara aku dan Candy tidak seperti yang kamu bayangkan, aku dan dia tidak ada apa-apa, apakah kamu akan kembali ke sisiku?”
“Menurutmu aku akan percaya?” Linda melengkungkan senyuman yang ironis.
Edgar menatapnya dengan dalam, “Kenapa tidak percaya?”
“Di hari acara pertunangan kita yang begitu penting, kamu sama sekali tidak pedulikan perasaanku, mendadak hilang dan tidak bisa dihubungi.
Aku kira terjadi sesuatu denganmu, jadi mencarimu kemana-mana seperti orang gila. Tetapi bagaimana dengan kamu?
Kamu bersama dengan Dia.
Sangat jelas, di dalam hatimu, candy jauh lebih penting dari aku.
Atau mungkin bisa dikatakan, dari awal sampai akhir, orang yang kamu cintai hanya Candy
Kalau memang begitu, pernikahan yang tidak seharusnya ada ini, sudah tidak ada alasan untuk dilanjutkan lagi.”
__ADS_1
Edgar menyipitkan mata, “Aku tidak mengabaikan perasaanmu. Hari itu, bukankah aku sudah mengirimkan pesan dan memberitahumu aku akan pergi menjemputmu lebih telat?”