Gadis Tersembunyi

Gadis Tersembunyi
Bab 140


__ADS_3

Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""_""


Kalau dia tidak salah ingat, Edgar yang tinggi di atas ini tidak akan pernah datang ke ruangan pantri.



Bagaimanapun juga, urusan menyeduh teh dan mengambil air ada asisten yang melakukannya.



Edgar menutup pintu ruangan pantri, dan berjalan ke hadapan Linda.



Dia menunduk dan memandangi Linda, “Kamu tidak apa-apa kan?”



“Kenapa aku bisa ada masalah?” Linda meletakkan gelas dan wajahnya tenang.



Edgar tercengang sejenak, “Kamu tidak melihat pencarian panas tadi?”



“Oh, maksudmu itu ya.” Linda tertawa pelan dan berkata tidak peduli, “Aku tidak pernah melakukannya, aku takut apa?”



Rupa Linda yang santai di luar dugaan Edgar.



Tadinya dia mengira, Linda dijelekkan seperti itu, akan teraniaya dan terluka. Jadi ketika dia melihat pencarian panas, lantas menyuruh orang menghapusnya dan mencari hendak menghiburnya.



Mengetahui Linda datang ke ruangan pantri, dia lantas datang dengan tidak sabar.



Tidak menyangka reaksi Linda begitu tenang.



Atau, dia hanya berpura-pura tegar?



Edgar mendadak mengulurkan tangan menggenggam tangan Linda. Mata yang dalam terlintas perhatian, “Tenang saja, aku sudah menyuruh orang menghapus pencarian panas juga sudah memerintah, siapa yang membahasmu di belakang maka tidak perlu datang bekerja lagi.”



Linda sedikit kehilangan kata, ....



Dia sama sekali tidak memerlukan Edgar membantunya, oke?



Masih berpikir biarkan pencarian panas di sana selama beberapa hari, biarkan opini publik berkembang dan peluru terbang. Lelaki ini kenapa begitu suka ikut campur?



Hanya saja, Edgar melakukan ini juga karena perhatian padanya.



Berpikir begitu, di dalam hati Linda merasa sedikit hangat.



Dia memberikan sebuah senyuman cerah, “Aku sungguh tidak apa-apa.”



Edgar menurunkan tubuh dan berkata dengan rendah di telinganya, “Linda , kamu adalah tunanganku. Tidak peduli bertemu masalah apa, aku tidak akan membiarkanmu ditindas orang, mengerti tidak?”

__ADS_1



Nafas dia yang panas disemprotkan ke leher Linda dan membuat wajahnya menjadi merah.



Detak jantung mulai cepat,linda segera menarik nafas dalam beberapa kali.



Perasaan aneh ini membuat Linda merasa sedikit tertekan. Bagaimana bisa dia membiarkan Edgar mempengaruhi suasana hatinya?



Linda menenangkan hatinya dan mendorong Edgar dengan datar, “Edgar , kamu jangan masuk ke dalam drama terlalu dalam. Antara kita hanya hubungan kontrak. Lagian, masalah ini aku bisa atasi sendiri, tidak perlu merepotkanmu.”



Sebenarnya Linda tidak suka berhutang apa kepada orang. Semakin banyak yang Edgar lakukan untuknya, dia akan ada sebuah perasaan berhutang padanya.



Suara Linda yang sedikit menjauh itu masuk ke dalam telinga Edgar. Wajah tampannya menjadi kelam, di dalam matanya ada kerumitan, kemudian berubah menjadi dingin.



Lengan yang menggenggam tangan Linda mendadak menjadi kuat, Linda tidak memperhatikan, kakinya bergerak dan seluruh dirinya masuk ke dalam pelukannya.



Edgar sayup-sayup berkata, “Linda, kamu benar hanya menjadikanku sebagai tunangan kontrak ya?”



Dikelilingi oleh nafas lelaki dewasa dia, detak jantung Linda mulai bertambah cepat. Sepasang mata dalamnya itu mengamatinya dengan erat, seperti ada sihir saja membuat orang tenggelam di dalam.



Linda segera mengalihkan pandangan dan mendorongnya dengan kuat. Dia bertanya balik dengan dingin, “Kalau tidak?”



Raut wajah Edgar perlahan-lahan menjadi dingin.




Dia menggunakan tindakan nyata memberitahu Linda kalau di antara mereka tidak hanya kontrak.



Mungkin, hubungan di antara mereka bisa lebih maju selangkah.



Sepasang tangan Edgar yang kuat memeluk pinggang Linda dengan erat dan menekannya ke dalam pelukannya.



Seluruh tubuh Linda terguncang, dia meronta sejenak dan berkata dingin, “Lepaskan aku!”



“Kalau aku tidak mau lepas?” Edgar mengaitkan bibir dengan dingin.



Dalam sejenak suasana di dalam ruangan pantri menjadi sedikit padat.



Disaat itulah terdengar suara ketukan pintu, “Apakah ada orang di dalam?”



Suara lain berkata dengan tidak sabar, “Siapa yang begitu tidak bermoral mengunci ruangan pantri dari dalam. Apakah sungguh mengira ruangan pantri ini miliknya sendiri?”



Linda mengambil kesempatan lepas dari Edgar, “Cepat lepaskan aku, ada yang datang.”



Lepas dari pelukan Edgar, Linda membuka pintu dan kabur.

__ADS_1



Dua karyawan yang datang ke ruangan pantri saling bertatapan.



“Barusan itu apakah Linda?” Karyawan A bertanya penasaran.



Karyawan B berkata marah, “Benar, benar, itu dia. Tidak menyangka perusahaan Lion kita ada seorang pembunuh masih berada di pencarian panas. Sudah mempermalukan kita semua, orang seperti ini kenapa masih enak hati muncul di kantor?”



Mereka berdua sedang membahasnya, tiba-tiba ada sebuah suara yang dingin terdengar dari dalam, “Kalian berdua besok tidak perlu masuk kerja lagi.”



Ketika melihat wajah dingin Edgar, mereka berdua menjadi bengong.



Bapak CEO di depan, berwajah penuh kekerasan dan memancarkan nafas dingin. Membuat suhu di dalam ruangan pantri langsung turun ke nol derajat.



Selesai bicara, Edgar melangkah keluar dari ruangan pantri dengan rasa dingin yang menusuk dan hanya meninggalkan dua karyawan yang bengong di sana.



Kenapa Bapak CEO bisa berada di ruangan pantri!



Linda baru saja kembali ke tempat duduk sudah mendapat telepon dari polisi Wang.



“Polisi Wang, ada apa?” Linda mengangkat dan bertanya dengan sopan.



Di dalam telepon sana terdengar suara polisi Wang yang sedikit serius, “Herli sudah sadar.”



Linda menaikkan bibirnya, “Iyakah?”



Polisi Wang berkata serius, “Setelah Herli X sadar, kami dalam waktu pertama menanyakan pernyataan dia. Dia bersikukuh mengatakan kalau kamu yang sudah mendorongnya masuk ke dalam air.”



“Oh.” Alis Linda berkedut dan berkata datar.



Linda tidak merasa kaget, Herli begitu sadar sudah menuduhnya sebagai pelaku adalah hal di dalam dugaannya.



Dia berusaha keras menyelamatkan Herli, sekarang Herli malah berbalik menggigitnya, hehe.



Polisi Wang berkata lagi, “Jadi sementara waktu ini, tolong Nona Linda jangan meninggalkan kota A dan bekerja sama dalam penyeledikan. Kami pasti akan menyelediki kebenarannya.”



Linda mengangguk, “Saya sudah tahu.”



Sekalipun Edgar menyuruh orang menekan pencarian panas, tetapi sekarang Herli sudah sadar dan menuduh Linda sebagai pelaku yang mendorongnya. Wartawan yang mendengar kabar mengepung rumah sakit dan semuanya hendak mewawancarai Herli .



Tetapi karena bukan waktu menjenguk, rumah sakit menghadang wartawan dan tidak membiarkan mereka memasuki kamar pasien.



Jadi, wartawan hanya bisa menelepon Herli , “Herli , ada rumor di internet mengatakan kalau kamu jatuh di Danau Cinta karena ada orang yang sengaja mendorongmu ke dalam air dan orang ini masih merupakan tunangan CEO perusahaan Lion, apakah situasi ini benar?”


__ADS_1


Di dalam telepon, Herli menangis pilu, “Iya, bukan aku tidak sengaja jatuh ke dalam air, tetapi Linda yang sudah mendorongku ke dalam danau! Kalian pasti harus dapatkan keadilan untukku!”


__ADS_2