
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""_""
“Linda, aku tidak akan lepaskan kamu!” Nia An melotot pada Linda , wajahnya muncul amarah, hendak bangun namun efek obat dengan cepat sudah bereaksi.
Seluruh dirinya lemas di atas sofa.
Panas sekali ....
Dalam efek obat, seluruh diri Nia An mulai merasa panas, dia seperti demam saja, begitu tidak nyaman.
Melihat Nia An berbaring lemas di atas sofa, sudut mulut Linda menaikkan senyuman mencibir, lalu berbalik keluar ruangan istirahat.
Lantai dansa ruangan perjamuan.
Milla memeluk lelaki di depan dengan erat dan detak jantungnya begitu cepat.
Ini pertama kalinya bersentuhan dengan Edgar begitu dekat.
Dia bersedia berdansa dengannya, apakah berarti di dalam hati Edgar sebenarnya juga menyukainya.
Berpikir sampai sini, jantung Milla semakin berdetak kencang.
Dia mendongak dan menatap wajah tampan Edgar yang tak tertandingi dengan terobsesi.
Kalau waktu bisa berhenti sekarang pasti akan sangat bagus.
Milla sedang berpikiran tidak-tidak, Edgar tiba-tiba melepaskannya dengan dingin.
Tatapan Edgar dari awal sampai akhir tidak lepas dari Linda. Ketika melihat Linda pergi, dia sudah tidak ada lagi minat untuk berdansa dengan Milla .
“Edgar, kamu pergi kemana?” Milla hampir saja jatuh, dia segera menarik Edgar.
Edgar mendorongnya dengan wajah tanpa ekspresi, lalu berkata, “Aku masih ada urusan.”
Melihat lelaki di depan kembali lagi pada sikap yang dingin dan menjauh, hati Milla tidak tahan menjadi kelam.
Jelas-jelas tadi masih baik-baik saja. Mereka berdua masih berdansa dan bekerja sama dengan begitu baik. Kenapa baru beberapa menit saja, Edgar sudah berubah dan begitu dingin padanya?
Kenapa?
Dia jelas-jelas begitu mencintai Edgar.
Kenapa Edgar bisa tidak tergerak?
Semua ini salah Linda!
Disaat itulah, Milla mendapat pesan dari Nia An.
__ADS_1
Melihat Nia mengatakan kalau semua berjalan lancar, Milla tidak tahan tersenyum.
Bagus sekali.
Linda sudah masuk jebakan! Dengan cepat akan ada pertunjukkan yang bagus!
Nantinya Edgar melihat Linda bersama lelaki lain berselingkuh di depan semua orang, pasti akan mengamuk.
Kali ini tidak perlu takut tidak bisa menghabisi Linda!
Edgar mendorong Milla dan mencari ke sekeliling ruangan perjamuan, namun tidak melihat sosok Linda.
Dia mengernyitkan alis pedang dan garis wajah tampannya menegang.
Wanita ini sedang melakukan apa, apakah benar tidak peduli dia berdansa dengan Milla ?
Edgar tidak menemukan Linda di sekeliling, dia lantas mengambil handphone meneleponnya, namun tidak aktif.
Edgar menarik dasinya dengan gusar, mendadak mendengar suara Milla di belakang, “Edgar. ”
“Apa?” kata Edgar dengan tidak sabar.
Milla hendak berkata namun terhenti, “Ada satu hal, aku tidak tahu harus bilang atau tidak ....”
“Apa?” tanya Edgar dengan wajah datar.
Linda dan seorang lelaki?
Wajah tampan Edgar menjadi dingin, “Di mana Linda?”
“Linda, aku barusan lihat dia sangat dekat dengan seorang lelaki. Mereka berdua pergi ke ruang istirahat di lantai dua.” kata Milla dengan menambahkan bumbu cerita.
“Linda ini benar-benar . Sama sekali tidak memperhatikan statusnya. Dia secara terbuka bermesraan dengan seorang lelaki, sungguh tidak menganggapmu.”
Milla masih belum selesai bicara, Edgar sudah melangkah menuju lantai dua dengan memancarkan rasa dingin.
Di dalam ruangan istirahat lantai dua.
Nia berbaring di atas sofa dan tidak hentinya menarik bajunya sendiri. Dia merasa sekujur tubuhnya seperti terbakar dan begitu gerah.
Disaat itulah, pintu ruangan istirahat terbuka, seorang lelaki dengan rambut dicat kuning berjalan masuk.
Ini adalah preman yang sengaja Milla cari, rencana dia, setelah Nia memberi obat pada Linda, lantas menyuruh lelaki berambut kuning ini masuk melakukan sesuatu.
Nantinya mereka berdua saling membakar dan berhubungan badan, maka Milla kebetulan membawa Edgar menangkap perselingkuhan.
Setelah lelaki berambut kuning masuk, dia sudah melihat Nia di atas sofa.
“Memang cantik.” Rambut kuning merasa bersemangat. Malam ini bisa berhubungan badan dengan wanita yang begitu cantik, masih mendapatkan uang, sungguh bagaikan durian runtuh.
__ADS_1
“Sayang, malam sangat berharga. Sini, kakak sayangi kamu.” Rambut kuning tidak sabar menerkam Nia yang berada di atas sofa.
Dalam efek obat, Nia An mengerang dan sepasang tangannya memeluk lelaki di depan dengan erat ....
“Edgar, tunggu aku!” Milla mengikuti di belakang Edgar, dan tiba di pintu masuk ruangan istirahat lantai dua.
Di pintu masuk ruangan istirahat, saat ini sudah berkumpul banyak wartawan.
Milla yang menyuruh Lenira diam-diam mengirimkan pesan anonim kepada wartawan agar mereka datang.
Satu persatu wartawan begitu gembira.
Mereka mendapat pesan anonim yang menyatakan kalau Linda tunangan Edgar saat ini sedang berada di dalam ruangan istirahat berselingkuh dengan seorang lelaki asing.
Ini adalah berita yang eksplosif!
Tunangan Edgar yang dipublikasikan, tidak lama lalu baru saja dansa pembukaan bersama Edgar. Sekarang belum satu jam malah membawa lelaki bermesraan di dalam ruangan istirahat.
Dipikirkan saja sangat menarik.
Wartawan sedang bersiap masuk ke dalam, malah melihat Edgar datang, jadi semuanya menjadi hening.
Edgar memancarkan rasa dingin yang bagaikan musim dingin, membuat temperatur di sekitarnya seperti turun ke nol derajat.
Wartawan menggigil, tetapi tidak ada yang ingin pergi dan melewatkan berita heboh ini.
Di dalam ruangan istirahat, samar-samar terdengar suara lelaki dan perempuan yang sedang berhubungan badan.
Para wartawan saling bertatapan, merasa gembira namun tidak berani menunjukkannya di depan Edgar.
Apakah pesan anonim itu benar?
Linda benar sedang secara terbuka berduaan dengan lelaki lain di dalam ruangan istirahat?
“Edgar, ayo cepat masuk dan lihat!” Milla tidak tahan mendesaak.
Dia sudah tidak sabar ingin melihat rupa Linda yang tertangkap basah berselingkuh.
Linda , kali ini pasti bisa menghancurkannya!!
Edgar menatap pintu ruangan istirahat dengan wajah tanpa ekspresi. Apakah Linda benar berada di dalam?
Dia tidak berani untuk percaya.
Melihat Edgar tidak mempedulikannya, Milla melihat pada wartawan di samping, “Kalian buat apa masih bengong? Masih tidak cepat masuk!”
Namun di depan Edgar, para wartawan tidak berani bernafas kuat. Sekalipun mereka ingin melihat ke dalam namun tidak ada yang berani membuka pintu.
Disaat itulah, tiba-tiba terdengar suara wanita yang cantik, “Kenapa di sini begitu banyak orang dan ramai?”
__ADS_1