Gadis Tersembunyi

Gadis Tersembunyi
Bab 68


__ADS_3

Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""_""


Edgar tidak ingin mengakui, dirinya secara tidak sadar dan tidak tahan sudah tertarik pada pesona Linda.



Suara dan wajahnya, senyum dan perkataan dia, terus muncul dalam pikiran Edgar dan tidak bisa pergi.



Pulang dari rumah tua keluarga Lion sudah waktu pulang kerja. Edgar menelepon pulang. Ibu Li memberitahunya kalau Linda masih belum pulang ke rumah.



Edgar lantas berkendara ke kantor Lion.



Malam semakin gelap.



Rekan kerja kantor sudah pulang kerja, Linda Masih tetap bekerja.



Tanpa terasa, di dalam ruangan kantor hanya menyisakan dia seorang.



Linda menatap layar komputer, sedang mengerjakan laporan dengan serius. Sebuah bayangan hitam mendadak datang dan menutupinya.



“Siapa?” Linda mendongak dengan waspada.



Yang masuk ke dalam pandangannya adalah wajah Edgar yang tampan itu.

__ADS_1



Edgar mengenakan kemeja putih, lengan bajunya sedikit digulung, sinar lampu menyinarinya, seolah-olah seluruh dirinya dilapisi warna emas, begitu luar biasa dan mulia.



“Edgar, kamu kenapa datang?” Linda kaget dan bertanya.



Edgar mengaitkan bibir tipis yang memikat dan berkata serius: “Saya datang melihat bagaimana perkembangan ‘Ice and Fire.’”



Linda merasa aneh. Meskipun mode DY merupakan proyek utama departemen desain, tetapi bisnis utama perusahaan Lion bukan bidang perhiasan. Proyek mode DY begitu banyak.



Tidak peduli proyek sepenting apa, akan ada bawahan yang melaporkan pada Edgar.



Sekarang sudah begitu larut, Edgar masih datang langsung ke sekretariat mengawasi proyek kecil dia?




Tetapi kalau memang Edgar sudah berkata begitu, Linda juga hanya bisa menjawab jujur: “Semua perkembangan sangat normal. Saya sedang memeriksa pernyataan tenaga kerja dan modal untuk produksi massal ‘Ice and Fire.’”



“Iyakah? Coba aku lihat.” Edgar berkata dengan datar.



“Baik.” Linda sambil menunjuk layar komputer, sambil menjelaskan: “Ini adalah laporan dari departemen produksi, saya masih belum selesai memeriksa.”



“Emm.” Edgar menjawab datar, melewati meja kerja dan tiba di belakang Linda.



Dia menurunkan tubuhnya, satu tangan memegang meja, satunya melewati punggung Linda dan menunjuk layar komputer: “Di sini bisa lebih spesifik.”

__ADS_1



Posisi ini sangat ambigu, Linda seperti dipeluk olehnya.



Berdua menempel begitu dekat, Linda bahkan bisa mencium aroma tembakau ringan di tubuhnya. Detak jatungnya anehnya menjadi cepat.



“Kalau begitu saya besok suruh departemen produksi menambahkannya.” lInda bertubuh kaku dan menoleh berkata.



Matanya tidak sengaja bertatapan langsung dengan mata Edgar yang dalam bagaikan lautan itu. Raut wajah Linda sedikit merah: “Kalau tidak ada masalah lain, saya mau melanjutkan memeriksa.”



“Sekarang sudah sangat larut, besok baru lanjutkan saja. Aku antar kamu pulang.” Edgar mengangkat tangan melihat waktu, sudah malam pukul 10.



Linda menolak: “Masalah hari ini, aku tidak suka mengerjakannya besok.”



“Baiklah.” Edgar mengangguk namun tidak ada maksud pergi.



“Kamu tidak akan mengawasi di sini bukan?” Melihat Edgar tetap mempertahankan posisi ambigu itu, Linda sedikit canggung.



Melihat rupa dia yang malu, Edgar menaikkan alis, nada suara malah tetap urusan kerja: “Aku lihat di sini, ada masalah juga bisa memperbaiki tepat waktu.”



Memperbaiki kepalamu!


Kamu membuatku gugup!


Bagaimana bisa bekerja, kalau fikiran tidak fokus?


Sudut mulut Linda bergerak, kamu CEO Lion begitu dekat, suruh dia bagaimana bekerjanya?

__ADS_1


__ADS_2