Gadis Tersembunyi

Gadis Tersembunyi
Bab 312


__ADS_3

Bibirnya, lembut, manis, seperti permen yang lezat, membuat Edgar tidak tahan.



Aroma yang familiar itu ... ada keindahan dan godaan yang tidak bisa diungkapkan.



Edgar memegang pinggang ramping Linda dengan erat, dan menempelkan seluruh diri padanya.



Ciuman dia yang bagaikan hujan deras jatuh, Linda canggung dan malu, wajahnya merah dan hampir meneteskan darah.



Detak jantung berdegup kencang dan hampir meloncat keluar dari tenggorokan.



Sepasang tangannya memegang handuk dengan erat,Linda tidak berani bergerak sembarangan, jadi hanya bisa membiarkan lelaki di depan ini menyerapnya.



Temperatur di dalam kamar sepertinya menjadi panas, tidak hentinya naik, naik lagi ....



Disaat itulah, sebuah dering ponsel yang merdu terdengar dari saku jas Edgar dan memecahkan suasana ambigu ini.



“Teleponmu berdering,” Linda mengambil kesempatan lepas dari Edgar.



\*\*\*\*!



Edgar mengumpat diam-diam. Dia mengeluarkan handphone melihat telepon dari Robert.



Dia menenangkan nafasnya, kemudian barulah mengangkat telepon, “Ada apa?”



Robert di telepon sana dengan jelas tahu kalau suasana hati Bapak CEO sepertinya tidak baik, jadi tidak tahan gemetaran, “Pak, masalah Nona Linda alergi kemarin, ada sedikit petunjuk.”



“Iyakah?” tanya Edgar mengaitkan bibir.



“Em, kami menelusuri dua murid itu menyelidiki toko bunga, lalu menyelidiki pangkalan penanaman tempat toko bunga membeli. Ada karyawan pangkalan penanaman yang mengaku kalau cincin platinum yang dia pakai hari itu tidak sengaja jatuh ke dalam bunga itu,” kata Robert lagi.



Edgar mengernyitkan alis, bagaimana mungkin kebetulan begini.



“Mereka beberapa orang sekarang sedang merekam pernyataan di kantor polisi,” Robert melanjutkan, “nanti aku akan utus orang untuk memahami kondisi di kantor polisi.”



Mengambil kesempatan Edgar mengangkat telepon, Linda segera mengambil baju dan memakainya di kamar mandi.



Melihat dirinya yang berwajah merah di cermin, dalam pikiran Linda mendadak muncul ciuman panas tadi.



Bibirnya sampai sekarang masih ada perasaan kebas.



Mematikan ....



Linda segera membuka kran air dan menepuk pipinya dengan air sejuk.



Dia menarik nafas dalam, setelah menenangkan nafas barulah berbalik keluar dari kamar mandi.



Begitu sampai kamar, dia mendengar Edgar sedang telepon dengan Robert.


__ADS_1


Edgar menutup telepon, Linda lantas bertanya, “Bagaimana, apakah Robert berhasil menyelidiki sesuatu?”



Tatapan Edgar jatuh pada tubuh Linda.



Hanya terlihat dia sudah berpakaian rapi, mengenakan setelan kasual dan mengikat kuncir kuda yang tinggi, nampak muda energik.



“Robert bilang, ada karyawan dari pangkalan penanaman bunga berinisiatif mengaku kalau saat bekerja memakai cincin platinum dan tidak sengaja jatuh ke dalam bunga, jadi menyebabkan kecelakaan ini,” kata Edgar suram.



Kecelakaan?



Linda memang merasa sedikit terkejut.



Masih ada orang yang berinisiatif mengakui.



Hanya saja ....



Bagaimana mungkin?



Jika hanya cincin yang jatuh ke dalam bunga, maka kelopak seharusnya hanya terkena sedikit saja dan tidak mungkin menyebabkan alergi dia yang begitu parah.



Jadi, pasti bukan kecelakaan.



Hanya saja tidak tahu, karyawan ini berinisiatif mengakui kesalahan, itu kebetulan, atau sengaja diatur oleh orang di balik layar?



“Apakah kamu percaya ini adalah kecelakaan?” tanya Linda dan mengerutkan bibirnya.




“Aku juga berpikir begitu,” Linda berkata, “Hanya saja, kita boleh menganggapnya adalah kecelakaan.”



“Maksudmu adalah?” tanya Edgar mengaitkan bibir.



Linda tersenyum, “Siasat senjata makan tuan.”



Asalkan membuat orang di balik layar percaya kalau mereka beneran menganggap masalah dalam upacara pembukaan kemarin sebagai kecelakaan, maka dia akan melonggarkan kewaspadaan dan semakin semena-mena, jadi lebih mudah menunjukkan ekor rubahnya.



Linda berkata dan menarik lengan Edgar, “Ayo, kita pergi ke kantor polisi.”



“Alergimu masih belum baik, istirahatlah di rumah. Nanti suruh Robert antarkan datanya saja,” Edgar berhenti dan berkata dengan lembut.



“Aku sudah tidak apa-apa,” Linda menggelengkan kepala dan bersikukuh untuk pergi ke kantor polisi.



Bagaimanapun, berakting harus sepenuhnya, dengan begitu barulah asli.



Dia pergi langsung memahami situasi di kantor polisi, lebih mudah menipu orang di balik layar.



Melihat Linda bersikukuh, Edgar tidak menang darinya jadi hanya bisa menyetir membawanya pergi ke kantor polisi.



“Pak , Nona ,” Kepala kantor polisi melayani mereka langsung dan nada suara hormat.

__ADS_1



Edgar menyipitkan mata, “Masalah Nona Linda alergi semalam, apakah sudah diselediki jelas?”



“Iya, orang terkait sedang rekaman pernyataan dalam ruangan pengakuan,” jawab Kepala kantor polisi.



“Apakah aku boleh pergi melihatnya?” tanya Linda di samping.



Kepala kantor polisi mengangguk, “Nona , Anda termasuk pihak yang bersangkutan, tentu saja boleh.” Kepala kantor polisi berkata dan membawa Linda serta Edgar menuju ruang pengakuan.



Linda pertama bertemu dengan dua murid perempuan yang kemarin mempersembahkan bunga untuknya.



“Nona , maaf sekali!” murid perempuan yang tidak sengaja jatuh dan menyebarkan bunga di tubuh Linda berwajah bersalah dan meminta maaf, “Aku tidak tahu kamu alergi terhadap platinum, lebih tidak tahu lagi kalau bunga-bunga itu akan terkena platinum, sehingga menyebabkanmu alergi. Semua salahku, maaf!”



“Sudahlah, kamu juga tidak tahu. Tidak tahu maka tidak bersalah,” Linda tersenyum dan berkata.



Melihat rupa murid perempuan ini, sepertinya beneran tidak tahu apapun.



“Nona , kamu sungguh baik,” murid perempuan sangat berterima kasih, “Aku membuatmu alergi, masih membuatmu naik pencarian panas, kamu malah tidak salahkan aku.”



“Kamu juga bukan sengaja,” Linda menepuk pundaknya, “Jangan terlalu dipikirkan.”



“Terima kasih Nona !” murid perempuan terus berterima kasih.



Kepala kantor polisi di samping berkata pada dua murid perempuan itu, “Kalian sudah selesai rekam pernyataan dan tidak ada masalah maka pulanglah.”



“Terima kasih!” dua murid perempuan berterima kasih lagi kemudian berbalik pergi.



Disaat itulah, karyawan pangkalan penanaman juga selesai rekaman pernyataan dan berjalan keluar dengan seorang polisi.



Itu adalah wanita paruh baya berusia sekitar 40an tahun. Begitu melihat Linda, dia langsung berlutut, “Nona , maaf! Aku bukan sengaja!”



Linda mengernyitkan alis, “Kamu berdiri dulu.”



Anggota polisi di samping segera memegang wanita paruh baya itu berdiri.



Wanita paruh baya itu menatap Linda dengan takut, “Nona , ini sepenuhnya kecelakaan. Sekarang Bos akan memecatku, aku masih ada orang tua dan anak. Selain menanam bunga, aku tidak bisa apapun. Kalau beneran dipecat ... bagaimana aku hidupnya!”



“Kamu jangan khawatir, kalau memang adalah kecelakaan aku akan bilang dengan Bosmu dan tidak akan mempermasalahkan tanggung jawab apapun,” kata Linda dengan tersenyum.



“Benarkah?” mata wanita paruh baya bersinar.



Linda mengangguk, “Tentu saja.”



“Terima kasih Nona !” wanita paruh baya senang sekali dan tidak hentinya berterima kasih.



“Kamu sudah bisa pulang,” kata anggota polisi di samping pada wanita paruh baya.



Setelah wanita paruh baya pergi. Linda menatap Kepala kantor polisi dan berkata, “Pak Li, kamu bisa mengatur pemberitahuan kalau masalah upacara pembukaan kemarin hanya kecelakaan saja.”

__ADS_1


__ADS_2