
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""_""
Linda gelisah cepat-cepat menunduk dan memeriksa pakaiannya sendiri. Untung saja pakaiannya masih utuh, tidak ada yang terjadi semalam.
Saat itu juga, Edgar mendorong pintu dan masuk ke dalam. Melihat Linda yang sedang melongo sambil duduk di atas ranjang, dia bertanya dengan datar. "Kamu sudah bangun?"
Linda tiba-tiba sadar dari lamunannya. "Mengapa aku bisa ada di sini dan tidur diatas ranjangmu?"
Edgar menatapnya dari atas ke bawah: "Kalau tidur di sofa kamu bisa mudah masuk angin dan ketika terbangun badanmu akan terasa tidak nyaman."
Artinya.... memang benar, Edgar lah yang telah mengangkatnya ke atas ranjang.
Linda merasa sulit untuk mengerti. Mengapa dirinya tidak terbangun saat Edgar menggendongnya naik ke ranjang?
Apakah dirinya terlalu lelah?
"Ada sarapan di ruang makan. Turun dan makanlah. Hari ini aku akan bekerja dari rumah. Aku juga sudah meminta cuti untukmu. Bila ada sesuatu, cari aku di ruang baca." Edgar memberi instruksi dengan suara dalam, kemudian berbalik dan berjalan ke arah ruang baca.
__ADS_1
Linda mengangguk dan melihat jam. Sudah hampir jam 10.
Untung saja Edgar sudah membantunya untuk meminta cuti. Linda berencana kembali ke kantor setelah memakan sarapannya.
Di atas meja makan, ada beragam makanan yang terhidang. Linda menjepit sebuah panekuk telur, lalu melahapnya.
Saat itu juga, bel pintu berbunyi.
Linda mengangkat alisnya. Siapa yang datang pada saat seperti ini?
Saat Linda membuka pintu, yang muncul dihadapannya adalah seorang gadis muda cantik yang tinggi semampai. Feli.
Feli mengenakan terusan berwarna putih dengan sebotol minuman di tangannya. Saat melihat Linda, senyuman di wajahnya langsung membeku. "Linda. Apa yang kau lakukan di sini?!"
"Di mana Kakak Sepupuku?" Feli menengok ke seklilingnya, tetapi tidak terlihat bayangan Edgar.
Semalam, di telepon, Edgar berkata akan beristirahat di Kota Baru Air Moon. Feli jadi kecewa. Lagi-lagi dia tidak bisa bertemu dengannya.
Pagi tadi setelah bertanya pada Ibu Li, dia baru tahu bahwa Linda juga tidak kembali sepanjang malam.
Feli merasa sangat was-was. Subuh-subuh dia membuat sarapan dan pergi ke Perusahaan Lion. Dia menggunakan alasan mengantar sarapan untuk bertemu dengan Edgar. .
Tetapi siapa sangka, Robert berkata Edgar meminta cuti dan tidak datang bekerja. Kebetulan Linda juga meminta cuti.
__ADS_1
Tanpa menunggu lebih lama Feli langsung menuju ke Kota Baru Air Moon. Ternyata dia benar-benar melihat Linda di sini.
Itu artinya, semalam suntuk, Linda selalu bersama dengan Edgar.
Linda tidak menghiraukan Feli dan berjalan kembali ke ruang makan. Dia kembali melanjutkan makan paginya dengan elegan.
Feli menghentakkan sepatu hak tingginya dengan keras saat berjalan menuju ke dalam ruang makan.
Di atas meja terhidang berbagai macam sarapan. Sekali lihat, Feli langsung tahu bahwa Edgar sendiri yang menyiapkannya.
Dulu, asalkan Kakek Liom sakit, Edgar akan terjun ke dapur dan membuat sarapan sendiri agar Kakek merasa senang.
Tetapi sekarang, dia malah membuatkan sarapan untuk wanita j4!ang ,Linda!
Rasa cemburu memenuhi sel-sel di seluruh tubuh Feli. Dia melihat Linda tidak menghiraukannya. Lalu dia kembali berteriak lantang: "Linda . Aku sedang bicara padamu. Di mana Kakak Sepupuku?"
Linda melahap suapan terakhirnya, kemudian menyeka mulut, bangkit berdiri dan berkata: "Permisi."
"Linda. Kamu kira siapa dirimu?" Feli menghadang Linda. Tatapan matanya dipenuhi rasa cemburu. "Kamu hanyalah anak miskin dari kampung. Kamu sama sekali tidak layak bersanding bersama Kakak Sepupuku!"
Mengingat kejadian yang terjadi di dalam kamar Edgar malam itu, Linda tiba-tiba merasa gusar: "Bila aku tidak pantas untuknya, siapa yang pantas? Kamu?"
"Linda, jangan bicara sembarangan!" Ujung mata Feli sambil memperhatikan bayangan yang sedang berjalan masuk ke dalam ruang makan. Feli tiba-tiba menjerit. Lalu dia menjatuhkan dirinya ke atas lantai dan berseru: "Linda, mengapa kau mendorongku?!"
__ADS_1