
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""_""
"Tentu saja ini bukan omong kosong." Linda tampak tenang. Kedua matanya menatap Nia An lekat-lekat. Dengan suara berat, dia berkata: "Kalau aku bisa membuktikan bahwa kamu sengaja menggunting kancing itu dan membuangnya, bagaimana?"
Mata Nia An bertemu dengan kedua mata Linda yang tajam dan dingin. Raut wajah Nia An berubah: "Bagaimana kamu membuktikannya?"
Ruang ganti tidak ada kamera pengawas. Sedangkan kancing itu sudah dibuangnya ke dalam saluran air. Bagaimana mungkin Linda bisa membuktikannya?
Pasti dia sengaja berkata demikian untuk menjebaknya.
Linda maju selangkah, lalu pelan-pelan membuka mulut: "Nia An, ada satu hal yang tidak kamu ketahui."
Nia An tanpa sadar bertanya: "Hal apa?"
__ADS_1
"Gaun yang kamu kenakan ini adalah gaun yang khusus dipesan Perusahaan Lion pada LUIS Design Studio. Gaun ini dirancang untuk menonjolkan tema Ice and Fire." Linda tertawa dengan santai.
Nia An tercengang: "Lalu?"
Linda kembali berkata: "Demi menonjolkan hasil pemotretan, kancing berlian pada gaun ini telah dirancang dengan sepenuh hati oleh designernya. Ada bahan spesial yang dilapisi pada permukaannya, sehingga di bawah cahaya yang berbeda, bisa menampilkan warna yang berbeda. Dengan demikian, ia bisa menonjolkan tema Ice and Fire."
Ini adalah rancangan yang khusus dibuat Linda agar mendapatkan hasil yang menakjubkan. Dia merancang terobosan agar kanjing tersebut dapat berubah warna seiring terkena cahaya yang berbeda. Asal cahaya ruang diubah, warna kancing pun dapat berubah. Seperti es dan api yang saling silih berganti.
Raut wajah Nia An tampak kurang baik: "Apa yang bisa dibuktikan dari itu semua?"
Kamu baru saja menggunting kancing itu dan membuangnya. Kedua tanganmu pasti terkena bahan khusus itu. Maka, bila cahaya-cahaya berbeda menyinari tanganmu, apa yang sebenarnya terjadi akan terungkap."
Jantung Nia An berdegup kencang.
Apakah yang dikatakan Linda itu benar?
__ADS_1
Tidak. Pasti tidak benar. Di dunia ini mana ada material yang begitu ajaib. Dia sama sekali tidak pernah mendengarnya. Linda sengaja berkata demikian untuk mengelabuinya.
Linda ingin membuatnya panik agar dia keceplosan. Dia tidak akan masuk perangkap.
Nia An menarik napas dalam, dan berusaha membuat suaranya setenang mungkin. Dia melihat Linda dengan tatapan meremehkan: "Linda. Apa yang sedang kamu katakan? Bagaimana mungkin ada bahan seperti itu? Benar-benar omong kosong!"
Linda tersenyum dingin: "Pengetahuanmu begitu terbatas. Bila kamu tidak tahu, bukan berarti tidak ada bahan seperti ini. Bila kamu tidak merasa bersalah, mari kita coba. Asal dicoba, kita akan mengetahui kebenarannya. Apakah kamu merasa takut dan tidak berani mencobanya?"
Nia An mengeratkan giginya. Dia melotot ke arah Linda dan berkata: "Siapa bilang aku tidak berani? Aku tidak pernah melakukan apa-apa, mengapa aku harus takut?"
Dia diam-diam berkata pada dirinya sendiri bahwa dia harus tenang. Jangan lengah. Jangan sampai mengacaukan dirinya sendiri dan masuk ke dalam perangkap Linda. .
"Baguslah kalau kamu berani mencoba." Linda menarik lengan Nia An, lalu mengangkat tangannya tinggi-tinggi. Kemudian dia memberi isyarat pada petugas pencahayaan: "Tolong, sinari kancing berlian pada gaun Nia An, kemudian sinari tangan Nia An."
Petugas pencahayaan menatap Edgar dengan bertanya-tanya. Lalu Edgar mengangguk sambil berkata dengan suara dingin: "Lakukan sesuai apa yang dikatakan LInda ."
__ADS_1