
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""_""
“Hanya saja, di situasi ini, akan merugikan Perusahaan Lion. ” Jelas Edgar sambil mengetukkan jari jemarinya di atas meja, memberi kesan bahwa ini adalah masalah yang sangat serius.
“Iya, aku tahu.” Linda menggosokkan alisnya yang tidak gatal, suaranya juga menjadi ringan, “love & love telah meluncurkan desain ini terlebih dahulu, sementara kita kalah langkah, besok lusa baru akan mengadakan konfrensi pers, dan saat acara itu berlangsung, mereka pasti akan mengatakan bahwa kitalah yang mencuri desain love & love.”
Walau memang love & love hanya meluncurkan beberapa gambar desain dan deskripsi tema tersebut, tapi ini sudah cukup merebut perhatian masyarakat dan percaya bahwa memang desain itu adalah milik love & love.
Cara seperti inilah yang menunjukkan bahwa mereka sedang benar-benar menyerang Perusahaan Lion.
Tapi, yang membuat Linda semakin bingung adalah, bagaimana bisa Marilyn mendapatkan ide desain miliknya itu?
Kecuali memang ada mata-mata di Perusahaan Lion?
Pertanyaan ini sama-sama menjadi pemikiran Edgar dan juga Linda, dia mulai mengerucutkan sudut bibirnya, “Aku akan mencari tahu bagaimana bisa love & love memplagiat desainmu. Tapi mungkin, ini berarti konfrensi pers kita akan ditunda.”
Jika kita tetap melaksanakan konfrensi pers itu tanpa bukti apapun, love & love akan dengan mudah menjatuhkan reputasi perusahaan kita.
Dan saat itu juga reputasi Perusahaan Lion akan hancur.
Linda dengan santai dan yakin menjawab, “Tidak perlu ditunda.”
Edgar menatap Linda sedikit terkejut.
Senyum Linda berusaha menenangkan Edgar, “Kalau kamu memang percaya padaku, maka lakukan rencana konfrensi pers yang sudah kita sepakati.”
Seperti tanpa keraguan sedikitpun Edgar menyetujuinya, “Kalau begitu, aku serahkan semua urusan konfrensi pers ini padamu.”
“Tidak masalah.” Jawab Linda.
Begitu Linda keluar dari ruang kerja Edgar. Sherrie mendekatinya dengan penuh antusias.
“Linda, desainmu itu ternyata hasil plagiat?” Ujar Sherrie tanpa ragu menuduh Linda dengan terang-terangan.
Linda hanya melirik santai, “Atas dasar apa kamu mengatakan aku plagiat?”
Sherrie menunjukkan gambar yang ada pada Koran hari ini, membantingnya ke atas meja Linda lalu dengan keras bertanya, “Lihat! Desain karya Ice an Fire yang kamu buat adalah hasil jiplakan dari karya desain Marilyn.”
__ADS_1
Tidak sebegitu antusias, Linda hanya meliriknya, gambar itu tidak jauh beda dengan gambar desain yang tadi pagi sudah dia lihat.
Jadi, hanya dengan bukti seperti itu sudah membuat Sherrie percaya bahwa dirinya menjiplak karya desain orang lain?
Linda hanya bisa menjawab santai, “Aku tidak menjiplaknya.”
“Linda, semua bukti sudah ada di depan mata, tapi kamu masih bisa mengelaknya? Apa kamu tahu bahwa perbuatanmu seperti ini akan membuat hancur reputasi perusahaan kita?” Suara Sherrie semakin keras, nyaris membuat semua tatapan rekan kerjanya tertuju kepada Linda.
Sebagai kepala departemen desainer, desain Sherrie sempat mendapatkan kritik dari Linda dan membuatnya malu di hadapan Edgar.
Bahkan, Linda mengabaikan karya mereka begitu saja, dan langsung seketika itu juga membuat desain “Ice and Fire” di hadapan Bruce, membuat Edgar dan Bruce kagum.
Sementara dia menganggap bahwa Linda hanyalah orang awam yang tidak mengetahui banyak persoalan desain perhiasan.
Ternyata benar, semua itu hanya hasil jiplakan dari karya Marilyn!
“Entah apakah nantinya perusahaan akan mendapat masalah, yang aku tahu sekarang adalah, mungkin kamu yang bermasalah.” Melihat Sherrie yang terus menerus menuduhnya plagiarisme, Linda semakin menegaskan padanya.
Sherrie semakin tidak terima, “Apa masalahku?”
“Sebagai kepala departemen desainer, kamu bahkan tidak bisa membedakan mana yang asli dan mana yang hasil jiplakan. Apa kamu tidak merasa malu?” Jawab Linda dingin.
Berani-beraninya Linda mempermalukan dirinya di hadapan banyak orang?
Linda pun menjawab apa adanya, “Hanya maksud biasa saja.”
“Kamu tidak usah mengalihkan pembicaraan, karena faktanya, kamu lah yang menjiplak karya orang lain.” Tegas Sherrie tidak mau kalah dengan nada yang semakin membentak agar semua orang mendengarnya.
Memang sebenarnya desain “Ice and Fire” hanya segelintir orang saja yang mengetahuinya.
Sekarang, karena nada suara Sherrie yang keras, bahkan hingga ke ruang sekretarispun bisa mendengarnya.
Sementara beberapa rekan kerjanya sudah mulai menunjukkan sudut tatapan keraguan pada Linda.
Bagaimanapun juga, Marilyn lah yang sudah terkenal, sementara Linda, tidak lebih dari seorang sekretaris biasa, yang sama sekali tidak dikenal di kalangan manapun.
Terlebih lagi, Linda adalah orang kampung, bagaimana mungkin dia paham tentang desain perhiasan?
Ini semua pasti karena ingin mengambil kesempatan naik jabatan, sehingga dia melakukan segala cara, salah satunya dengan menjiplak karya orang lain.
__ADS_1
Tapi Linda tetap tenang menghadapi semua tatapan rekan kerjanya itu, “Sherrie, apa kamu masih ada urusan lagi denganku? Jika tidak, sebaiknya kamu kembali bekerja, aku tidak biasa mendengar anjing menggonggong di hadapanku.”
“Apa?! Kamu mengatakan bahwa aku anjing menggonggong?” Bentak Sherrie.
Tatapan Linda penuh dengan sindiran acuh namun tenang, “Memangnya aku mengatakan hal itu? Kamu sendiri yang mengatakannya.”
“Kamu!” Sherrie marah hingga tak bisa berkata apa-apa lagi.
Dia menarik nafas panjang, berusaha menenangkan dirinya. Toh, dia sudah berhasil mempermalukan Linda di hadapan seluruh rekan kerja kantornya.
Sherrie pun mendengus semakin kesal, “Sikap macam ini? Masih saja mencari alasan setelah kamu ketahuan menjiplak? Kalau tidak salah ingat, dua hari lagi adalah acara konfrensi pers “Ice and Fire”, kan? Lihat saja, kamu akan mencoreng nama baik Perusahaan Lion. Perusahaan akan dianggap sebagai plagiat.”
“Sherrie, kamu hanya salah satu dari bagian departemen desainer saja. Jadi, tidak perlu repot-repot memikirkan masalah konfrensi pers ini. Tapi kalau kamu memang punya banyak waktu nganggur, sebaiknya, kamu tingkatkan lagi ilmu desainermu.” Tegas Linda merendahkannya.
Ekspresi Sherrie semakin tak karuan, “Aku benar-benar belum pernah melihat ada orang berkulit tebal yang tidak tahu malu sepertimu. Sudah ketahuan menjiplak, masih saja tidak mengakuinya. Aku akan memberitahu CEO bahwa kamu menjiplak desain love & love dan memintanya untuk membatalkan konfrensi pers ini.”
“Sayangnya, Edgar sudah memberikanku kepercayaan untuk mengurus dan bertanggung jawab atas penyelenggaraan konfrensi pers ini.”
“Tidak mungkin.” Sudut bibir Sherrie mulai naik, pertanda mengejek semua kata-kata Linda.
Dia tidak percaya bahwa Edgar belum mengetahui berita tentang love & love ini.
Kalau Edgar tahu, dia pasti akan mengatakan bahwa desain “Ice and Fire” adalah hasil jiplakan.
Sherrie masih tetap tidak percaya. Dia terus berpikir bahwa Edgar akan membatalkan konfrensi persnya setelah mengetahui kenyataan ini.
“Aku tidak butuh kamu percaya atau tidak, karena memang kenyataannyalah yang seperti itu.” Jawab Linda acuh, dia tak lagi ingin meladeni Sherrie. Masih banyak pekerjaan penting yang harus Linda selesaikan, karena acara konfrensi pers itu diselenggarakan setelah peluncuran love & love.
Memang sudah tidak seharusnya dia buang-buang waktu untuk memedulikan Sherrie.
Nada bicara Sherrie semakin terdengar tidak mau kalah, “Linda, kamu memang selalu merasa sok benar. Bagaimana mungkin CEO memberikan tanggung jawab konfrensi pers ini kepada seorang plagiat sepertimu?”
Linda mengerutkan keningnya cuek, baru saja ingin menimpali kata-kata Sherrie, namun sudah didahului, “Aku memang sudah menyerahkan tanggung jawab konfrensi pers ini sepenuhnya kepada Linda. Ada masukan?”
Linda mendongak, dia melihat sosok Edgar tiba-tiba muncul di hadapannya.
“Ngapain aja kalian semua di jam kerja seperti sekarang ini?” Bentak Edgar.
Beberapa rekan kerja yang menyaksikannya, satu per satu mulai membubarkan diri dan kembali ke tempat kerja masing-masing.
__ADS_1