Gadis Tersembunyi

Gadis Tersembunyi
Bab 222


__ADS_3

Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""__""


Linda, wanita yang dia cintai, mengenakan gaun merah yang dia pilihkan langsung untuknya, nampak begitu tinggi dan menawan.



Begitu mempesona dan begitu menggodanya.



Namun perkataannya begitu kejam, “Upacara pertunangan malam ini dibatalkan.”



Upacara pertunangan, dibatalkan ....



Dengan kata-katanya yang ringan, dia membatalkan upacara pertunangan mereka tanpa ijin.



Kenapa?!



Edgar tidak mengerti.



Demi memberikan sebuah upacara pertunangan yang mewah kepada Linda. Dia menyuruh orang menyiapkan segalanya dalam waktu 8 hari.



Semua barang sesuai dengan kesukaan Linda dan dipilih yang terbaik.



Dia begitu menantikan upacara pertunangan malam ini, menantikan kebersamaan dengan Linda dan menerima doa semua orang.



Dia masih menyiapkan hadiah yang dia buat sendiri untuk Linda dan ingin memberikan kejutan untuknya di depan semua orang, ingin dia menjadi wanita paling bahagia di dunia ini.



Dia, demi bergegas ke pesta pertunangan, meninggalkan Candy dan mengebut sepanjang jalan, bahkan menerobos lampu merah dua kali, hanya karena ingin lebih awal bertemu dengan Linda.



Tetapi, kenapa?



Linda membatalkan upacara pertunangan mereka tanpa ragu di depan semua orang.



Kenapa dia begitu kejam dan membatalkan upacara pertunangan?



Bahkan, tidak memberitahunya sebelumnya.



“Pak , Pak Edgar sudah datang!”



Ada orang yang melihat Edgar berdiri di pintu masuk ruangan perjamuan dan berwajah dingin, jadi memanggil dengan terkejut.



Para wartawan segera mengelilinginya dan mengarahkan mikrofon pada Edgar.



“Pak , Nona Linda mendadak membatalkan upacara pertunangan, apakah Anda sudah tahu sebelumnya?”



“Pak Edgar, Anda ....”



Wartawan masih belum selesai bicara, sepasang mata Edgar merah dan wajahnya begitu dingin, dia berkata dengan dingin, “Enyah!”



Aura Edgar begitu kuat, para wartawan menggigil dan terdiam.

__ADS_1



Seluruh tubuh Edgar memancarkan nafas yang dingin dan wajahnya begitu suram menakutkan. Dia berjalan menghampiri Linda.



Sebuah rasa dingin menyerbu, Linda mengernyitkan alis dan bertatapan dengan mata dingin Edgar tanpa takut.



Dia ini sudah rela pulang dari sana?



Dia begitu marah, karena dirinya duluan mengajukan pembatalan pernikahan?



Sekarang, semua orang tahu dia Linda yang sudah mencampakkan Edgar. Dia tidak terima jadi barulah begitu marah?



Hehe.



Sebenarnya Edgar seharusnya senang kan?



Dia mengajukan untuk mengakhiri ikatan pernikahan, maka dia bisa bersama dengan Candy secara terang-terangan.



Apalagi, dia yang mengajukan, Edgar tidak perlu dimaki sudah berpindah hati.



Dia buat apa marah?



Melihat lelaki yang dingin itu mendekatinya selangkah demi selangkah. Sudut bibir Linda naik sebuah lengkungan yang ironis.



Masih belum bicara, sebuah tenaga kuat sudah menyerang pergelangan tangannya.



“Kamu ....” Linda masih belum bereaksi, sudah dicengkram pergelangan tangan oleh Edgar dan langsung menariknya ke dalam ruangan istirahat di belakang panggung lalu menekannya di dinding.




Edgar sama sekali tidak bergerak, sepasang tangan mencengkram pergelangan tangan Linda dan memandangnya dari atas. Bibir tipis yang seksi dirapatkan menjadi satu garis, tatapan yang dalam bergejolak amarah yang tidak Linda pahami.



Lama sekali, dia barulah menggerakkan jakun, menekan amarahnya dan bertanya dengan serak, “Linda, kenapa?”



Sepasang tangan Edgar mencengkram erat, Linda meronta namun tidak bisa lepas.



“Linda, sebenarnya kenapa kamu membatalkan upacara pertunangan?” Melihat Linda terdiam, Edgar kembali mengulangi.



Rupa Edgar ini membuat hati Linda tergerak sejenak.



Dia memejamkan mata, pemandangan Edgar dan Candy berpelukan bersama pada sore kembali muncul di depan.



Hati terasa sakit.



Dia menarik nafas dalam, ketika membuka mata kembali, tatapannya sudah dingin, “Kenapa? Bukankah kamu seharusnya jelas?”



Edgar tercengang, dia jelas apa?



Dia tidak jelas apapun!



“Karena ... Candy?” Edgar mengernyitkan alis, “Bukankah aku sudah bilang, mengenai masalah itu, aku akan menjelaskan padamu?”

__ADS_1



Menjelaskan?



Linda tersenyum sinis.



Kenyataan sudah di depan mata, masih ada apa yang perlu dijelaskan?



Disaat itulah, Tuan besar memegang tongkat dan dalam pegangan pengurus rumah Li berjalan masuk ruangan istirahat.



“Edgar, Linda, apa yang kalian lakukan?” Tuan besar marah dan panik. Begitu melihat Edgar dan Linda, langsung berwajah suram dan bertanya dengan gelisah.



Baik-baik saja kenapa membatalkan upacara pertunangan?



Masih di depan semua tamu, begitu mendadak?



Membuat semua orang melihat kekonyolan, sungguh tidak mengerti!



“Kakek,” melihat Tuan besar masuk, Edgar segera melepaskan Linda. Dia maju dan memegang Tuan besar.



“Apakah kamu melakukan sesuatu yang membuat Linda tidak senang?” wajah Tuan besar sangat buruk, dia mengetuk tongkat dan nada suaranya sangat serius.



Edgar masih belum menjawab, Ibu entah kapan sudah masuk dan membersihkan tenggorokan berkata, “Aduh Ayah, buat apa kamu salahkan Edgar?”



Berhenti sejenak, dia melotot Linda dengan kejam, “Sekarang sangat jelas, pembatalan upacara pertunangan ini dilakukan oleh LInda!



Memang kampungan, sama sekali tidak paham aturan! Hari ini hari yang begitu penting, kamu malu sendiri ya sudah, buat apa melibatkan keluarga kami?”



Feli juga ikut menambah menjelekkan Linda, “Iya, bagaimana mungkin Kakak sepupu melakukan sesuatu yang membuat Linda tidak senang? Upacara pertunangan hari ini, LInda membuat lelucon yang begitu besar dan sudah mempermalukan keluarga kita!”



Mendengar Ibu dan Feli saling bersahutan dan tidak berhenti. Tuan besar mendadak merasa dadanya sesak.



Dia menutup dada dan melihat Linda , “Linda, coba kamu katakan sebenarnya ada apa?”



“Kakek ,, terima kasih atas perhatianmu selama ini, maaf sekali hari ini, aku harus membatalkan ikatan pernikahan dengan Edgar” Linda merapatkan bibir dan nada suaranya begitu tegas.



“Linda, apakah Edgar ....” Tuan besar membuka mulut hendak mengatakan sesuatu. Dadanya terasa sakit dan tubuhnya bergoyang.



Bruk ....



Sebuah suara keras, Tuan besar jatuh ke atas lantai.



“Kakek, Kakek! Kamu kenapa?” Edgar maju dan hendak memegang Tuan besar namun tetap saja sudah terlambat.



Hanya terlihat wajah Tuan besar pucat pasi, wajahnya keringatan dan sepasang matanya tertutup rapat.



“Kakek, kamu kenapa?” Edgar kaget dan segera berjongkok kemudian memanggil dengan keras.



Namun, Tuan besar tidak ada reaksi sedikitpun.


__ADS_1


“Cepat panggil mobil ambulans!” Melihat Tuan besar yang pingsan, hati Edgar sakit sekali dan berteriak.


__ADS_2