
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""_""
“Linda King?” Robert Lin sedikit kaget.
Bukankah Linda adalah calon istri CEO?
Menyelediki calon istri sendiri? Kenapa Edgar begitu aneh?
Melihat Robert bingung, wajah Edgar menjadi kelam: “Masih tidak cepat pergi?”
“Baik Pak.” Merasakan ketidak senangan CEO, Robert segera keluar.
Satu jam kemudian, Robert melaporkan kepada Edgar dengan tidak tenang: “Pak, saya sudah menyeledikinya.”
“Bagaimana hasilnya ?” Suara Edgar yang jernih membawa ketidak sabaran.
Robert menyerahkan informasi yang dia dapatkan: “Hanya berhasil menyelediki sebanyak ini.”
Edgar menerima informasi, di atas hanya beberapa baris kata saja:
Linda King, wanita, usia 20 tahun, tinggal di pinggiran kota C.
__ADS_1
Selain informasi ini, bahkan orang tua, pendidikan dan data dasar lainnya tidak ada.
“Hanya ini?” Edgar menyipitkan mata: “Data yang lain?”
Robert menggaruk kepalanya dengan tidak enak hati: “Maaf Pak, tidak dapat menemukan yang lain.”
“Kamu keluar saja dulu.” Edgar menarik dasinya dengan tidak sabar.
Menunduk melihat informasi yang sedikit ini, wajah tampan Edgar tegang, dan merenung.
Bahkan Robert tidak bisa menemukan data dia, kelihatannya calon istri dia ini sangat tidak simpel.
Edgar memutuskan untuk pulang ke rumah tua keluarga Lion sebentar.
Edgar tidak sabar berkendara ke rumah tua, Tuan besar Lion sedang menyiram bunga di taman.
“Edgar, waktu ini bukankah kamu di kantor? Kenapa ada waktu mengunjungi aku bapak tua ini?” Tuan besar Lion melihat kedatangan cucunya sedikit kaget.
“Kakek, aku datang menjengukmu. Bagaimana kesehatanmu?” Edgar mengambil ketel air dari tangan Tuan besar Lion dan membantunya menyiram bunga.
“Aku sangat baik.” Tuan besar Lion melihat cucu yang menyiram bunga dengan tidak fokus menaikkan alis bertanya: “Katakan, ada apa mencariku?”
Dia sangat memahami cucunya, Edgar gila bekerja, kalau bukan masalah yang sangat penting, dia tidak akan kembali ke rumah tua pada waktu kerja.
__ADS_1
“Kakek, apakah bisa beritahu aku sebenarnya apa identitas Linda?” Edgar akhirnya tidak tahan bertanya.
Tuan besar Lion menoleh melihat Edgar, ternyata masalah penting yang membuat cucunya meninggalkan pekerjaan adalah Linda ya?
Kelihatannya bocah ini akhirnya mengerti juga.
Dia tersenyum: “Kenapa, akhirnya mendapati kebaikan Linda?”
“Aku hanya penasaran.” Mata Edgar tetap dingin dan berkata: “Dia sangat berbeda dengan yang aku bayangkan.”
“Rahasia tidak boleh dibocorkan, ini harus andalkan kamu menemukannya. Aku hanya bisa beritahu kamu, kakekmu meskipun sudah tua, tetapi otak masih sadar. Tidak akan mungkin salah memilih cucu menantu.” Tuan besar Lion mengelus jenggot putihnya, nada suara begitu sombong.
“Aku sudah tahu kakek.” Melihat kakeknya begitu misterius dan tidak mau mengatakan apapun. Edgar juga tidak lagi memaksa.Lagipula Percuma memaksa kakenya JugA tidak Akan Mendapatkan apa-apa.
Keluar dari rumah tua keluarga Lion, langkah kaki Edgar sedikit berat.
Kalau tidak ada Candy, mungkin dia benar-benar akan mencoba menerima Linda dengan sepenuh Hati.
Bagaimanapun juga perempuan seperti Linda yang begitu cantik, pintar, percaya diri, berkemampuan dan berani memang sangat menarik perhatian para lekaki.
Tetapi, di dalam hatinya sudah dipenuhi dengan Sosok Candy.
Dia berjanji akan menikahi Candy, istrinya juga hanya bisa adalah Candy Seorang.
__ADS_1