
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""__""
Tepuk tangan gemuruh terdengar, dan Linda menoleh untuk melihat Edgar, mata mereka saling bertemu, dan pada saat ini, keheningan
Gejolak akhirnya berlalu, dan Linda menarik napas lega.
Di internet, berita negatif tentang Perusahaan Lion juga menghilang tanpa jejak.
Sebaliknya, malah pada menuduh Love & Love dan banyak yang mendukung Edgar dan Linda bersama.
\[Love & Love terlalu tak tahu malu, dukung Perusahaan Lion! \]
\[Jones pantas mendapatkannya, Marilyn menjiplak dan keluar dari dunia perhiasan!\]
Pangeran sangat tampan, dan Nona Linda sangat cantik. Keduanya adalah pasangan yang dibuat di surga. Mereka adalah pasangan yang sempurna!
\[Dukungan tanpa syarat untuk Cople Pangeran Tampan & si cantik !\]
Melihat komentar yang luar biasa, sudut bibir Linda terangkat tanpa terlihat.
Dia dan Edgar... bukankah mereka sangat cocok?
“Apa yang kamu lihat?” Berbaring di ranjang besar hotel, Linda sedang memainkan ponselnya ketika tiba-tiba suara lembut dan magnetis Edgar datang dari belakang.
Mengapa Edgar tiba-tiba datang?
Linda buru-buru mengunci layar ponsel, "Aku tidak melihat apa-apa."
“Benarkah?” Edgar menyipitkan mata ke layar ponsel Linda dari sudut matanya, duduk di sampingnya, matanya menyala, “Apakah kamu ingin memuaskan keinginan para netizen?”
Linda tercengang, " tentang Apa?"
“Ada begitu banyak orang yang mendukung Cople kita, apa kamu ingin mengecewakan mereka?” Edgar melengkungkan bibirnya dan menatap Linda dengan setengah tersenyum.
Linda: ""… ""
Wajah pria ini lebih tebal dari tembok China!
Setelah memikirkannya, dia berkata, "Aku akan mempertimbangkannya dengan serius, dan aku akan memberi kamu jawabannya dalam dua bulan."
Edgar mengangkat alisnya, mengangguk sedikit, dan berkata dengan suara rendah di samping telinga Linda, "Jangan membuatku menunggu terlalu lama."
Napasnya yang hangat membuat Linda geli.
Dengan wajah memerah, Linda buru-buru mengganti topik pembicaraan, "Kapan kita akan kembali?"
"Dalam beberapa hari," kata Edgar acuh tak acuh.
“Kamu tidak buru-buru kembali untuk menangani urusan perusahaan sesegera mungkin?” Linda mengerutkan bibirnya.
__ADS_1
Edgar tersenyum, "Minta saja Robert untuk kembali menanganinya dulu. Cederaku belum sembuh, jadi aku akan beristirahat selama beberapa hari sebelum pergi."
"Baiklah……"
Linda sedikit terkejut bahwa Edgar, seorang pekerja keras, bahkan ingin beristirahat.
Linda melihat waktu, sudah sangat larut, tapi Edgar tidak berniat pergi.
Dia berdeham dan memerintahkan pengusiran, "Edgar, aku akan istirahat, kamu kembali ke kamarmu."
Mata Edgar redup, wanita ini tidak sabar untuk mengusirnya?
Linda mendorong dan menarik Edgar ke pintu kamar, Edgar menatapnya ringan, "Sampai jumpa besok."
Robert berada di gerbang, dengan senyum menggoda, melihat Edgar didorong keluar ruangan oleh Linda.
Edgar mendorong pintu hingga terbuka, melangkah ke kamarnya, dan bertanya dengan tatapan kosong, "Ada apa?"
Sambil tersenyum, Robert mengambil sebuah buku dan menyerahkannya kepada Edgar, "Presiden, buku ini cocok untukmu."
“Apa ini?” Mata dingin Edgar tertuju pada sampulnya.
Ketika melihat karakter besar di atas, itu menarik perhatian: "72 trik untuk menggoda perempuan".
72 Trik untuk menggoda wanita?
Apa-apaan ini?
Tangan besar dengan struktur tulang terlihat jelas mengambil alih buku dari tangan Robert .
Robert mengikuti di belakang Edgar dan berkata dengan hormat, "Pak , aku akan kembali ke Kota A besok."
"Ya." Edgar mengangguk ringan, "Hubungi aku kapan saja jika ada masalah."
Edgar sangat tenang ketika Robert yang melakukan tugas.
Dalam beberapa hari terakhir, Robert kembali untuk mengawasi perusahaan, dan dia hanya perlu memerintah dari jarak jauh.
Setelah Robert pergi, Edgar duduk di sofa, sedikit bersandar di bantal, dan meletakan kaki nya di atas kakinya yang satu lagi, memegang buku yang diberikan Robert kepadanya “72 trik untuk mengoda wanita", dia membacanya dengan serius.
Malam ini, Linda bisa tidur senyenyak ini.
Keesokan harinya bangun, sudah siang hari.
Setelah mandi, Linda berencana akan pergi jalan-jalan dengan Yuna. Dia sudah berada di Paris selama beberapa hari dan terus sibuk dengan urusan "Ice and Fire", jadi dia tidak punya waktu untuk bertemu dengan Yuna.
Sangat jarang bisa ada waktu luang seperti hari ini, jadi saatnya mengajak Yuna pergi berbelanja.
Saat dia membuka pintu kamar, dia malah melihat Edgar dengan tubuh yang tinggi dan ramping berdiri disamping pintu.
“Edgar, kenapa kamu ada di sini?” Linda sedikit terkejut.
__ADS_1
Edgar tersenyum ringan, "Aku lagi menunggumu."
“Menunggu aku?” Linda erkejut, “Untuk apa menungguku?”
Ada apa dengan Edgar?
“Ayo kita jalan-jalan hari ini.” Edgar berkata dengan nada yang agak mendominasi dan membuat orang tidak bisa menolak.
Linda mengerutkan kening, "Bukankah kamu terluka dan perlu beristirahat?"
Pada hari ledakan itu, Edgar mati-matian melindunginya.
Meskipun koma dan terluka parahnya itu pura-pura, tetapi bahunya masih terluka karna langit-langit atap.
Edgar mengaitkan bibirnya dan berkata, "Ini hanya cedera ringan."
Setelah berbicara, mendadak Edgar menarik tangan Linda, "Ayo pergi!"
Duduk di mobil, Linda sedikit terdiam, jadi dia hanya bisa mengirim pesan ke Yuna, \[mendadak ada urusan, janji dibatalkan\]
Segera, Yuna membalas pesan teks yang sangat menggoda, \[Ada apa? Apakah lagi bersama dengan Edgar?\]
Linda menjawab, \[Bisa dibilang iya\]
Yuna meledekan "Lebih pilih cinta daripada berteman"
Linda cemberut dan hendak membalas Yuna seketika dia mendengar Edgar berkata di telinganya, "Sudah sampai."
Linda mengangkat matanya dan melihat ke luar jendela mobil, tidak jauh dari Menara Eiffel.
“Turun-lah dari mobil.” Edgar membantu Linda membuka pintu mobil dan berkata dengan sangat sopan.
Keduanya berjalan-jalan di sepanjang tepi Sungai.
Tepi sungai dipagari dengan pepohonan hijau dan indah berbagaikan lukisan.
Taman ini dipenuhi dengan ruang hijau, dan dari kejauhan ada puluhan jembatan besi membingkai sungai, menambahkan sedikit eksotisme di tepi sungai.
Sebelumnya Linda juga pernah ke sini, tetapi belum pernah seperti ini, dan merasakan pemandangannya luar biasa indah.
“Tuan, belilah mawar untuk pacarmu.” Pada saat ini, seorang gadis barat berkata kepada Edgar dalam bahasa Prancis dengan sepotong besar mawar merah.
Kata "pacar", membuat Edgar sangat senang.
"Aku beli semuanya." Edgar mengangkat alisnya dengan ringan, dan dengan tangannya yang ramping mengeluarkan segepok uang dari dompetnya dan menyerahkannya kepada gadis kecil itu, "Tidak perlu kembalian."
Gadis kecil itu sangat senang dan memandang Linda dengan sedikit iri, "Nona, pacarmu sangat baik padamu, bahagianya!"
Linda berkata, "Dia bukan pacarku."
Mendengar ini, Edgar sedikit mengernyit, dan berkata ringan dari samping, "Yah, bukan pacar, tapi tunangan\*."
__ADS_1