Gadis Tersembunyi

Gadis Tersembunyi
Bab 165


__ADS_3

Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""_""


Lindamengangkat gelas anggur lalu berpura-pura meneguk setengah gelas kecil.



Linda mengambil kesempatan kegelapan, dan diam-diam membuang setengah gelas anggur itu ....



Nia tidak menyadarinya, dia melihat LInda meminum setengah gelas anggur yang sudah dimasukkan sesuatu itu, sudut mulutnnya tidak tahan naik.



Berhasil!



Linda akhirnya minum anggur yang sudah dia beri sesuatu, nantinya akan buat dia dapatkan pelajaran!



Linda menangkap ekspresi di wajah Nia An, dalam hati diam-diam tersenyum sinis.



Tubuhnya sengaja bergoyang, tangan kiri memegang gelas anggur dan tangan kanan memegang kepala, “Aduh, kenapa aku merasa pusing.”



“Linda kamu kenapa? Tidak apa-apa kan?” tanya Nia dengan pura-pura perhatian.



“Pusing sekali, panas sekali ....” Linda pura-pura sangat tidak nyaman. Seluruh dirinya bersandar di atas pagar dengan lemas.



“Apakah kamu salah makan? Begini saja, aku bawa kamu pergi ke ruangan untuk istirahat sebentar.” Nia An mengendalikan kuat semangat dan kegembiraan di dalam hatinya. Dia maju dan berbaik hati memegang Linda.

__ADS_1



“Baik, kalau begitu terima kasih ya.” Linda sedang gerah dan tidak tenang. Dia tidak hentinya menarik gaunnya, “Kenapa berubah menjadi begitu panas?”



“Kamu tahan sebentar, nanti sampai ruangan istirahat akan membaik.” Nia memegang Linda dan berjalan ke ruangan istirahat.



Tidak menyangka obat ini sangat berefek sekali. LInda sudah mulai bereaksi.



Nia diam-diam mengirimkan pesan untuk Milla.



\[ Semua berjalan dengan sangat lancar. Linda sudah minum anggur itu. Aku sekarang sedang membawanya ke ruangan istirahat. Sepuluh menit kemudian, kamu sudah bisa membawa orang datang. \]



Nia memegang Linda tiba di ruangan istirahat. Dia memegang Linda ke atas sofa, matanya terlintas cahaya yang kejam, “Linda, kamu istirahat dengan baik di sini.”




Baru saja melangkah malah mendengar suara dingin di belakang, “Berhenti!”



Nia tercengang, dia secara refleks menoleh.



Hanya terlihat Linda mendadak berdiri dan sedang menatapnya dengan tajam, sama sekali sudah tidak ada rupa lemas seperti tadi.



“Linda, bukankah kamu ....” Wajah Nia An penuh rasa terkejut.



“Aku apa?” Linda tersenyum sinis, tiba-tiba memegang tangan Nia dan mendorongnya dengan kuat. Nia An jatuh ke atas sofa.

__ADS_1



Sebuah perasaan takut muncul di dalam hati Nia , dia berjuang untuk bangun namun malah ditekan oleh Linda dengan kuat.



“Kamu sedang melakukan apa?” Nia melototi Linda dengan marah dan takut.



Bukankah dia minum obat di dalam anggur?



Kenapa sekarang sama sekali tidak apa-apa?



Apakah rupa dia barusan itu hanya pura-pura?



Linda murahan ini mau melakukan apa?



Linda menggoyangkan setengah gelas besar anggur di tangannya, lalu berkata dingin, “Kalau memang anggur ini begitu enak, maka kamu minum semuanya saja.”



“Aku tidak mau, kamu lepaskan aku.” Nia berusaha keras ingin mendorong Linda.


Satu tangan Linda menekan kepala Nia An, satu tangannya lagi menuangkan semua anggur yang tersisa ke dalam mulut Nia.


Kalau memang Nia begitu tidak tahu malu dan hendak mencelakainya dengan cara keji ini, maka jangan salahkan dirinya yang tidak sungkan.



Membalas orang dengan cara yang mereka lakukan, jebakan ini biarkan Nia masuk sendiri.



Tenggorokan Nia An tersedak, dia batuk hebat, “Huk huk huk ... Linda, kamu ... dasar murahan! Kamu barusan sama sekali tidak minum anggur itu. Kamu hanya pura-pura saja!”


__ADS_1


“Iya, aku tidak minum, lalu kenapa?” Linda tersenyum sinis, “Tidak menyangka kamu menggunakan cara keji ini. Kalau begitu, biarkan kamu nikmati sendiri anggur ini.”


__ADS_2