
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""__""
Untung saja Bapak CEO tidak kenapa-napa. Dalam waktu penting sudah kembali. Robert akhirnya merasa lega.
“Sebenarnya, situasi sekarang tidak menguntungkan kita.” Setelah mendengar cerita Robert , Linda menganalisa, “Bagas ingin sukses cepat dan sudah menunjukkan ambisinya.
Sekarang, dia mengira terjadi sesuatu dengan Edgar. Sebelum memastikan Edgar hidup atau mati, sudah buru-buru merebut perusahaan Lion. Dia dalam terang, kita di kegelapan, kita sama sekali bisa menyerangnya dengan mendadak.”
Edgar menatap Linda dengan pujian, dia sudah tahu kalau otak tunangan dia ini tidak biasa.
Saat ini sepemikiran dengannya, apakah adalah kontak batin?
Edgar berkata suram, “Robert , kami harus mengumpulkan bukti dan menyelamatkan Kakek sebelum Bagas mengadakan konferensi pers.”
“Baik Pak.” Ekspresi Robert menjadi serius..
“Waktu dua hari, sedikit buru-buru, tetapi seharusnya sempat.” Linda duduk di samping Edgar dan menggosok antara alisnya.
Tidak mudah menemukan bukti Bagas melakukan sesuatu pada pesawat Edgar, tetapi masih sempat untuk menghalangi dia merebut jabatan CEO perusahaan.
“Kalau memang Bagas ingin menyogokmu, maka ikuti trik dia saja.” kata Edgar.
“Pak, maksudmu adalah?” tanya Robert dengan hormat.
“Kamu setujui permintaan dia, buat dia mengira kalau dirinya sudah sukses dan lupa diri kemudian kewaspadaannya menjadi longgar. Kami mengambil kesempatan untuk mengumpulkan bukti.” tambah Linda di samping.
Melihat CEO dan Linda saling bersahutan, Robert mengangguk, mendung selama beberapa hari juga menjadi hilang.
Inikah yang disebut istri mengikuti suami?
Edgar menjelaskan lagi dengan cermat kepada Robert .Robert mengingatnya.
“Kalau begitu aku pulang dulu pak, agar Bagas tidak curiga.” Robert mengangkat tangan melihat waktu. Dia sudah keluar terlalu lama.
“Em.” kata Edgar dengan datar.
Setelah Robert pergi, Linda mengeluarkan handphone dan terbiasa melihat berita.
Di internet penuh dengan berita mengenai perusahaan Lion.
__ADS_1
\[Pesawat CEO Perusahaan Lion, Edgar jatuh ke dalam laut dan tidak diketahui nasibnya.\]
\[Bapak Direktur Utama Perusahaan Lion terkena serangan jantung dan kondisi kritis.\]
\[Bagas Lin anak adopsi Bapak Lion , berdiri di saat krisis perusahaan Lion dan akan menjabat sebagai CEO Perusahaan Lion.\]
Linda menyipitkan mata. Berita ini takutnya sengaja disebarkan oleh Bagas .
Melihat raut wajah lelaki di samping semakin buruk, Linda menutup handphone dengan gusar. Dia mengernyitkan alis mendesah, “Sungguh tidak menyangka. Bagas akan melakukan ini. Kakek Lion begitu baik padanya, dia malah berambisi dan mengurung Kakek , masih berencana merebut perusahaan . Sungguh tidak disangka!”
Wajah tampan Edgar penuh dengan kabut, “Kakek pasti sangat kecewa.”
Sebenarnya tidak hanya kakek yang sangat kecewa, dalam hati Edgar juga sangat kecewa.
Ingat waktu kecil, Bagas sering mengajaknya bermain, membelikannya mainan dan mengantarnya sekolah.
Edgar sejak kecil sangat menghormati Bagas Lin.
Tidak menyangka Bagas terus memantau perusahaan Lion. Melakukan banyak hal selama bertahun-tahun, takutnya demi hari ini deh?
“Edgar, kamu sedang memikirkan apa?” Melihat sekujur tubuh Edgar memancarkan rasa dingin, Linda menggenggam tangannya dan bertanya dengan perhatian.
“Namun, kita tidak ada bukti.” Linda merapatkan bibir, kemudian wajahnya berat, “Sudah bertahun-tahun berlalu, sekalipun meninggalkan petunjuk, juga takutnya sudah lama dihancurkan.”
Jari Edgar semakin menegang dan nada suaranya dingin namun tegas, “Tidak peduli lewat berapa lama, asalkan dia yang melakukannya pasti akan meninggalkan sedikit petunjuk!”
“Benar, hanya saja sekarang yang mendesak adalah membongkar ambisi Bagas yang sudah mengurung Kakekmu dan berencana merebut kekuasaan.” Di dalam mata Linda terlintas cahaya gelap.
Dia pasti tidak akan membiarkan Bagas orang keji ini berhasil!
Edgar memiringkan kepala dan melihat Linda, lalu memeluknya. Di matanya penuh dengan cinta yang dalam, “terima kasih! Dalam waktu khusus ini, kamu mau menemaniku.”
LInda bersandar dalam pelukan Edgar dan menekan pelan keningnya, “Bodoh, aku adalah tunanganmu, tentu saja harus berbagi suka dan duka denganmu.”
Edgar memeluk erat wanita di dalam pelukannya, suara juga rendah menjanjikan seumur hidup, "Linda, aku tidak akan mengecewakanmu dalam hidup ini.”
Dalam hati Linda ada aliran hangat yang lewat. Dia mendongak bertatapan dengan mata Edgar yang dalam, “Kamu harus tepati janji.”
“Tentu saja!” Edgar selesai berkata lantas mencium Linda dengan dalam.
__ADS_1
....
Robert kembali ke perusahaan langsung dipanggil oleh Asisten Bagas , “Asisten Lin, Pak Bagas mencarimu.”
Robert mengangguk, “Baik.”
Dia naik ke dalam lift tiba di lantai 18, ruangan kantor CEO.
Kantor Edgar saat ini sudah dikuasai oleh Bagas Lin. Dia sungguh lupa diri, sama sekali tidak sadar untuk lebih menyimpan kesombongannya.
Menyimpan kembali pikirannya, Robert mengetuk pintu.
“Masuk.” Terdengar suara Bagas dari dalam ruangan kantor CEO.
Robert masuk dan bertanya dengan datar, “Wakil CEO, apakah Anda mencariku?”
Bagas saat ini sedang duduk di tempat Edgar. Melihat Robert datang, dia mendongak dan melihatnya sekilas, “Yang aku katakan denganmu, bagaimana pertimbanganmu?”
Teringat dengan pesan Edgar, Robert berpura-pura ragu, “Ini ... aku masih belum pertimbangkan ....”
“Masih pertimbangkan apa?” Bagas mendadak berdiri dan berjalan pada Robert , “Orang yang paham melihat situasi adalah orang terkemuka.”
Melihat rupa Robert yang serba salah, Bagas kembali melanjutkan, “Situasi saat ini, Asisten Lin bukan tidak tahu kan? Pesawat Edgar jatuh dalam laut, dan tidak ada kabar sedikitpun selama berhari-hari. Takutnya sudah tidak selamat.
Ayah angkatku sakit keras dan masuk rumah sakit. Dia berpesan padaku pasti harus membantu mengelola perusahaan dengan baik. Situasi sekarang ini, selain aku, tidak ada orang yang bisa menjabat sebagai CEO perusahaan Lion.”
Sambil bicara, Bagas menjejalkan selembar cek ke dalam tangan Robert Lin, “Asalkan kamu berjanji untuk memilihku dalam konferensi pers. Semua uang ini milikmu, aku juga akan mengangkatmu menjadi wakil CEO.”
“Benarkah?” Robert sepertinya tergerak dan menerima cek.
“Tentu saja.” Bagas tersenyum dan rupa sudah pasti menang.
Dua hari kemudian, hari Bagas mengadakan konferensi pers.
Adalah hari yang cerah, matahari bersinar terang, langit juga biru sekali.
Konferensi pers ditentukan pada sore pukul 2.
Linda dan Edgar bangun pagi sekali. Edgar mengirimkan pesan untuk Robert Lin, \[Bagaimana persiapannya?\]
__ADS_1
Robert dengan cepat membalasnya, \[Semuanya lancar!\]