
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""_""
Membawa kebingungan, Linda menaiki lift tiba di pintu masuk ruangan CEO.
Di dalam matanya muncul wajah dingin dan serius Edgar, hati Linda anehnya bergetar.
Dia menarik nafas dalam dan mengetuk pintu ruangan CEO.
“Masuk.” Terdengar suara Edgar yang rendah.
Lindamemasuki ruangan.
Edgar sedang duduk di depan meja kerja, tangan besar yang tulangnya jelas itu memegang sebuah dokumen. Tindakan dia begitu elegan dan mulia, aura yang kuat memberikan tekanan kepada orang. Seolah-olah dia memang dilahirkan sebagai Raja yang berdiri di puncak piramida.
“Edgar, ada apa kamu mencariku?” Linda menarik tatapannya dan bertanya datar.
Mendengar suara, Edgarmendongak menatapnya. Keseriusan fitur wajah yang halus dan bersuara dingin, “Kamu pergi kemana barusan ?”
Barusan dia selesai rapat, tidak tahan pergi ke sekretariat, malah tidak melihat Linda.
__ADS_1
Bertanya pada orang di sekitar tempat duduknya mengatakan kalau dia sudah keluar.
Keluar pada waktu bekerja namun tidak minta ijin dengannya.
“Sampel ‘Ice and Fire’ sudah diproduksi, barusan saya pergi menunjukkannya pada Tuan Bruce di Royal Court Hotel.” Linda berwajah datar dan menjawab jujur.
“Iyakah?” Wajah Edgar sedikit dingin, “kalau memang sampel sudah diproduksi, kenapa tidak diperlihatkan padaku?”
Mata bertanya Edgar menatap pada wajah Linda, dia dengan jelas merasakan kalau Linda sedang menghindarinya selama beberapa hari ini.
Bertatapan dengan mata dalamnya, Linda mengalihkan pandangan dengan canggung. Dia tersenyum pelan, “Karena CEO Huo tidak meminta untuk melihatnya.”
Wanita ini demi menghindarinya, bahkan sudah meniadakan laporan?
“Menurutku ini masalah kecil, tidak perlu repotkan Bapak CEO. Bagaimanapun juga bagi perusahaan Lion, ‘Ice and Fire’ hanya proyek kecil. Juga, saya sudah menanyakan pendapat Tuan Bruce, ada masalah akan diperbaiki lagi dan laporkan padamu, juga tidak ada yang salah.” Linda menjawab dengan tenang.
Sebenarnya apa yang dikatakan Linda benar.
Bidang perhiasan bukanlah proyek bisnis utama perusahaan Lion. Edgar dulu tidak pernah memperhatikan bidang ini.
Tetapi sejak Linda mengambil alih, dia malah tidak tahan ingin memperhatikannya.
__ADS_1
Dia tidak ingin mengakui, sebenarnya yang dia perhatikan adalah Linda.
“Kalau begitu Bruce ada pendapat apa?” Edgar bertanya.
Linda menggelengkan kepala, “Tidak ada.”
Dari awal sampai akhir, Bruce hanya memuji dan memuji pada proyek ini. Tidak peduli desain, perkembangan produksi, atau sampel terakhir, dia sangat puas.
“Kapan akan diluncurkan?” Edgar bersandar ke belakang dan bertanya.
“Dengan cepat. Bruce sangat puas dengan sampel. Tunggu selesai pemotretan iklan, saya akan mengadakan konferensi pers. Percaya nantinya pasti akan mendapatkan efek sensasional.” Wajah Linda membawa senyuman optimis.
“Ice and Fire” dari desain sampai produksi, dia mengikuti langsung prosesnya. Linda percaya, dengan kemampuannya, pasti bisa membuat ‘Ice and Fire’ terkenal.
Edgar menjawab em dengan datar, “Siapa juru bicaranya?”
Juru bicara?
Kelopak mata Linda berkedut, Edgar mencarinya, tidak mungkin demi menanyakan kenapa menggunakan Jonatan sebagai juru bicara kan!
Dia ragu sejenak dan berkata, “Bintang wanita adalah orang baru bernama Nia An, merupakan pacar Tuan Bruce. Bintang lelaki adalah ... Jonatan .”
__ADS_1