Gadis Tersembunyi

Gadis Tersembunyi
Bab 119


__ADS_3

Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""_""


"Benar." Linda mengangguk. Dia berkata dengan bijak: "Sebagai representatif, hal yang paling penting adalah kepribadian diri. Perusahan Lion tidak akan mencari seseorang dengan masalah kepribadian diri sebagai seorang representatif. Jadi, aku mewakilkan Perusahaan Lion untuk mengakhiri kontrak denganmu!"



"Tidak. Kamu tidak punya hak untuk memutuskan kontrakku." tatapan mata Nia An yang tampak terpuruk menatap Bruce, mengharapkan bantuan.



"Honey, bantu aku bicara. Kamu tahu betapa aku sangat berharap dapat menjadi representatif Perusahaan Lion. Kamu sudha berjanji padaku. Jadi kamu harus menepatinya." Hanya Bruce-lah harapan terakhir Nia An.



Melihat Nia An sama sekali tidak ada perasaan menyesal, Bruce sangat kecewa.



Dia berkata dengan nada tegas: "Aku sudah membantumu mendapatkan kesempatan. Tetapi semua yang kamu lakukan benar-benar memalukan. Apa yang terjadi hari ini adalah ganjaran setimpal akibat perbuatanmu sendiri. Aku tidak dapat menolongmu."



Setelah Bruce berkata demikian, dia membalikkan tubuhnya dan berjalan keluar dari studio.



Dia benar-benar tidak ingin melihat Nia An lagi.



"Dengarkan aku. Aku bukan sengaja." Melihat Bruce pergi dengan marah, Nia An cepat-cepat mengejarnya.



Linda menghadang Nia An. "Nia An. Apa kamu tidak berniat untuk minta maaf atas hal yang baru saja terjadi?"



"Maaf? Padamu?" Wajah Nia An dipenuhi amarah. Kedua tangannya terkepal erat di sisi kedua tubuhnya.


__ADS_1


Kalau bukan karena Linda, mana mungkin dia dipermalukan di depan umum seperti ini.



Ingin dia minta maaf pada Linda? Mana mungkin!



Namun detik berikutnya, suara dua pria yang dingin bunyi pada saat yang bersamaan: "Minta maaf pada Linda!"



Kedua suara itu milik Edgar dan Jonathan ..



Sekali lagi raut wajah Nia An berubah. Mengapa semua orang memihak pada Linda?



Dia sudah membuat Bruce marah. Dia tidak bisa berbuat salah pada Edgar dan Jonathan .



Nia An mengeratkan giginya. Lalu dia berkata kepada Linda : "Maaf. Apa sudah cukup? Apakah aku sudah boleh pergi?"




Mata Nia An mendelik tajam ke arah Linda. Dengan tidak rela, dia mengganti gaunnya, kemudian cepat-cepat mengejar Bruce.



"Honey, tunggu aku!"



Mendengar suaranya, Bruce menghentikan langkahnya dan berkata dengan suara berat: "Nia An, bisa-bisanya kamu melakukan hal seperti itu. Aku benar-benar kecewa padamu!"



"Aku tidak sengaja! Aku juga tidak tahu apa yang terjadi padaku. Sesaat pikiranku tidak pada tempatnya sehingga aku melakukan kesalahan." Sudah dalam keadaan seperti ini, Nia An tidak mungkin menyangkalnya lagi. Dia hanya bisa memelas dan berharap dapat membuat Bruce lengah.



Tetapi pendirian Bruce sama sekali tidak dapat digerakkan. Dia menatap Nia An dengan dingin. Dia berkata padanya dengan wajah datar: "Nia An. Kita putus saja."

__ADS_1



Apa?



Putus?



Kata-kata Bruce terdengar seperti sambaran petir di siang bolong, membuat Nia An tercengang.



Bruce ingin memutukan hubungan dengannya?



Tidak. Ini bukan kenyataan.



Ini pasti hanya ilusi belaka.



Setelah terpaku untuk beberapa saat, Nia An tersadar kembali: "Bruce. Jangan bercanda seperti ini padaku."



Sekarang tatapan Bruce berubah menjadi sangat dingin: "Aku tidak bercanda."



"Tidak. Aku tidak mau putus!" Nia An menjerit hingga suaranya hilang. Dengan susah payah dia baru bisa mendapatkan sandaran seperti Bruce. Dia mengerahkan segala cara baru bisa menjadi pacarnya. Bagaimana mungkin dia putus dengannya begitu saja?



"Nia An. Kamu tahu aku tidak suka terikat dengan orang lain." Bruce mengerutkan alisnya.



"Mengapa? Apakah karena Linda?" tampak sekelebat sirat kebencian dalam mata Nia An.



"Lebih baik kamu mencoba untuk merefleksi diri. Ini tidak ada hubungannya dengan orang lain." Bruce berkata dengan dingin. Dengan kesal, dia mengibaskan tangan Nia An, dan langsung pergi meninggalkannya.

__ADS_1



Melihat punggung Bruce yang tampak sangat dingin berjalan menjauh, hati Nia An bagaikan tenggelam ke dasar laut.


__ADS_2