
Hardim melangkah ke depan dan berkata dengan dingin, "Kalian semua keluar dan tunggu aku di luar."
Alis Edgar berkerut.
Meskipun dikatakan bahwa kemampuan medis Hardim ini hebat dan dapat membawa orang yang sudah meninggal kembali hidup, tetapi Edgar juga kurang yakin karena itu juga hanya sebuah rumor.
Dia tidak melihatnya dengan matanya sendiri.
Jika hanya meninggalkan dia dan Kakek tinggal sendiri di ruang pasien, bagaimana jika terjadi suatu kejadian yang tidak diinginkan….
Di waktu yang sama, Ibu Lion tiba-tiba berkata dengan dingin, "Suruh kita semua keluar? Bagaimana bisa seperti itu?"
Ibu melihat Hardim dari atas ke bawah dan bertanya, "Jadi kamu itu Dokter Qi?"
Hardim dengan mukanya yang tak berekspresi mengabaikan pertanyaan Ibu Lion.
"Edgar, apakah pria ini benar-benar dokter Qi? Bisakah dia menyembuhkan kakekmu?" Ibu mengangkat suaranya sedikit dan berkata dengan tajam, "Aku dengar bahwa dokter ini ditemukan oleh LInda ? Jangan lupa, Linda yang adalah orang yang menyebabkan Kakekmu menjadi seperti ini. Apakah kamu yakin dia bisa begitu baik hati mencarikan orang untuk menyelamati Kakek mu?"
"Nyonya , jika berbicara tolong jangan kerterlaluan, kamu boleh mencurigaiku, tapi kamu tidak boleh mencurigai Paman Qi!" Linda tidak menyangka bahwa Ibu bisa berkata seperti itu, maka ia pun tidak mau diam saja.
Dia mengalami banyak kesulitan dan akhirnya dapat mengundang paman Qi, dia tidak ingin semua ini dihancurkan oleh Ibu Lion.
"Ibu, jangan berbicara lagi."Kata Edgar. Melihat wajah Hardim yang sedikit suram maka , Edgar berkata lagi dengan dingin dan tegas, "Mari kita semua keluar."
Karena bagaimana pun, Dokter Qi adalah satu-satunya harapan untuk Kakek.
Dia juga bersedia percaya kepada Linda dan Hardim bahwa mereka dapat menyembuhkan Kakek.
Wajah Ibu sedikit berubah, dan Feli juga berkata, "Kak , apa yang dikatakan bibi itu benar. Kakek sebagai orang yang begitu penting, mana boleh diobati oleh orang seperti ini?”
"Diam! Sejak kapan ada giliranmu untuk berbicara tentang kakek disini?" Dengan wajah tegas, Edgar langsung meminta pengawal untuk menarik Ibu dan Feli keluar.
"Dokter Qi, aku titipkan Kakekku ." Edgar melihat Hardim dengan tulus dan berkata dengan suara yang dalam.
Kemudian, Edgar berpaling dan keluar dari ruangan pasien bersama keluarganya dan orang yang lainya.
Tiba-tiba Hardim berkata, "Linda, kamu jangan keluar, kamu disini saja."
Linda masuk kembali ke ruang pasien dan berkata, "Baiklah, Paman Qi."
“Linda, kamu tak boleh masuk!” Ibu melarangnya dan berkata, "Kamu ini pembawa sial, apakah kamu belom merasa cukup untuk membahayakan kami?"
__ADS_1
Edgar menarik ibunya pergi dengan wajah dingin dan berkata, "Bu, bisakah kamu diam saja!"
"Edgar, Apakah kamu sudah lupa bagaimana kakekmu bisa sakit seperti sekarang? Apa kamu ingin Linda menyakitinya lagi?" Ibu melihat Linda dengan muka sinis dan mencoba untuk menghentikannya lagi, tetapi Edgar menariknya.
Linda mengabaikan ibunya Edgar, masuk ke ruang pasien dan menutup pintunya.
"Bagaimana Paman Qi? Bisakah Kakek Lion disembuhkan?" Linda menatap Hardim dengan pandangan yang mengharapkan.
Hardim berpikir sebentar dan berkata, "Ya, bisa."
Linda merasa lega.
Dia percaya dengan kemampuan medis Hardim Qi, karena Paman Qi mengatakan itu bisa disembuhkan, maka Linda yakin kakek pasti dapat disembuhkan.
Hardim membuka kotak obat yang didalamnya berisi sebaris jarum perak, ada ukuran besar dan kecil.
"Paman Qi, apakah kamu akan menggunakan teknik akupuntur?" Tanya Linda.
Sebelum itu, Linda juga pernah berpikir bahwa teknik akupuntur bisa digunakan untuk menyembuhkan Kakek , tetapi dari satu sisi, dia tidak yakin dapat berhasil, dan juga dia tidak punya kesempatan untuk mencobanya.
Sekarang, Paman Qi akan secara langsung mempraktekan teknik akupunctur kepada kakek .Paman Qi Pasti akan menyembuhkan penyakit kakek sampai tuntas.
Teknik Hardim luar biasa, gerakannya tajam dan cepat. Gerakannya bagaikan air mengalir dan membuat Linda terpesona.
“Linda, apakah sudah lihat jelas?” Hardim sengaja memperlambat gerakan dan mendongak menatap Linda.
“Em,” Linda mengangguk dan dalam hati diam-diam mengingat teknik Hardim .
Kira-kira lewat setengah jam, Hardimsudah menarik semua jarum perak dari dada Tuan besar dan menyimpan kembali ke dalam kotak obat.
“Paman Qi, sudah ya?” Linda masih larut dalam keterampilan akupuntur Hardim yang luar biasa tadi.
“Iya,” Hardim mengangguk pelan dan berbalik membuka pintu kamar.
Edgar yang terus berjaga di luar pintu, melihat pintu kamar akhirnya dibuka langsung tidak sabar berjalan ke depan ranjang dan bertanya perhatian, “Bagaimana dengan Kakekku?”
“Kondisi Tuan bisa diobati dengan akupuntur,” Hardim berkata dengan pelan, “aku tadi sudah lakukan akupuntur padanya.”
“Kalau begitu kenapa dia tidak ada respon apapun? Apakah kamu dokter palsu yang sengaja memeras uang?” Ibu Lion menunduk melihat Tuan besar masih berbaring koma di atas ranjang segera bertanya.
Dia baru selesai bicara, Linda sudah tersenyum ironis, “Kenapa tidak ada respon? Apakah kamu tidak lihat kalau wajah Kakek sudah lebih baik?”
__ADS_1
Edgar menunduk melihat kalau wajah Tuan besar memang sudah tidak sepucat sebelumnya, melainkan samar-samar sudah lebih merah.
Kelihatannya kondisi Kakek memang membaik.
Garis wajah tampan Edgar yang terus tegang menjadi longgar. Hendak berterima kasih, tiba-tiba melihat jari tangan Tuan besar bergerak.
“Kakek, Kakek!” hati Edgar merasa senang dan segera menggenggam tangan Tuan besar.
Hardim berkata datar di samping, “Dia tidak akan sadar secepat itu. Kondisi Tuan , setidaknya perlu akupuntur tiga kali baru bisa sadar. Aku tadi hanya lakukan satu kali saja.”
“Kalau begitu tolong Dokter Qi segera lakukan akupuntur untuk Kakekku,” kata Edgar panik.
Dia mengharapkan Tuan besarsadar sudah sangat lama, sekarang akhirnya ada harapan.
Alis Hardim naik, “Masalah ini tidak bisa buru-buru. Setiap kali akupuntur harus berselang tiga hari, jika tidak, nyawa pasien akan dalam bahaya.”
“Begitu ya ....” Edgar sedikit kecewa mendengarnya.
Juga dikatakan, Kakek setidaknya perlu waktu belasan hari baru bisa sadar.
Hanya saja dibandingkan sebelumnya, situasi sekarang sudah lebih baik.
Setidaknya, Kakek sedang pelan-pelan membaik dan akan sadar setelah tiga kali akupuntur.
Mengingat sampai sini, nada suara Edgar menjadi lebih rileks, “Dokter Qi, kalau begitu repotkan Anda untuk tinggal beberapa hari. Tunggu Kakek sadar ....”
Edgar belum selesai bicara sudah dipatahkan oleh Hardim Qi, “Aku akan segera pergi.”
“Apa?” Edgar tercengang, “Kalau begitu Kakekku ....”
“Sisa akupuntur selanjutnya serahkan pada Linda saja,” tatapan Hardim melihat pada Linda.
“Linda??? Dia bisa atau tidak!” Ibu menolak keras.
Linda tersenyum sinis, “Aku tidak bisa, apakah kamu bisa?”
Wajah Ibu Lion berubah.
Linda melanjutkan berkata, “Bukankah kamu barusan juga meragukan pengobatan Paman Qi? Kenyataan membuktikan, keahlian Paman Qi hebat dan sepenuhnya bisa mengobati Kakek Lion.”
“Dia bisa bukan berarti kamu bisa!”Feli maju dan mengkerling Linda, “Apakah kamu paham pengobatan? Aku lihat kamu sengaja membuat Kakak sepupu merasa berhutang padamu ?”
__ADS_1