Gadis Tersembunyi

Gadis Tersembunyi
Bab 147


__ADS_3

Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""_""


Feli tercengang dan mengerucutkan bibir. Lalu berkata dengan terpaksa, “Mungkin ... aku yang salah lihat.”



Video Edgar barusan sudah mengembalikan kebenaran yang terjadi hari itu, juga sudah langsung membongkar kebohongan Feli.



“Salah lihat?” Linda tersenyum sinis, “Tidak mungkin kamu dan temanmu salah lihat bersamaan ? Kalau aku tidak salah ingat, saksi palsu juga adalah kejahatan, hukuman ringannya penahanan, yang berat ....”



“Kamu sembarangan, aku hanya salah lihat saja.” Feli membuat dirinya bersih dari masalah dan menatap Edgar dengan terluka, “Kak, kamu bantu aku bicara.”



Edgar malah menatap Feli dengan acuh dan langsung menarik tangan Linda, “Ayo jalan.”



Dalam tatapan benci Feli, Linda dan Edgar berjalan keluar dari kamar pasien dan memasuki lift.



Suara tuk, pintu lift tertutup.



“Pertunjukanmu hari ini sangat di luar dugaanku.” Edgar memiringkan kepala melihat LInda dan berkata suram, “Tidak menyangka kamu akan langsung ke rumah sakit menghadapi Herli .”



Linda tersenyum, “Kenapa, aku nampak seperti bakpao yang bisa ditindas siapapun?”



Edgar tersenyum dan melihat Linda dengan dalam, lalu menggelengkan kepala, “Tidak mirip.”



“Barusan terima kasih.” Linda ragu sejenak dan berkata.



Dia tidak menyangka, Edgar akan membantunya. Mencari video utama dan langsung membuktikan kesalahan Herli.



Video itu bahkan tidak disadari Anthony. Edgar malah menemukannya, dia pasti menghabiskan banyak tenaga.



Dalam hati tidak mungkin tidak terharu sedikitpun.



Hanya saja ....



“Aku sudah pernah bilang, aku akan melindungimu.” Edgar berkata dengan jelas.



Suara dia begitu magnetis, dan membawa pesona yang memikat.



Alis Linda berkedut dan refleks bersandar di samping.



Tatapan dalam Edgar terlintas rasa kecewa.



Wanita ini, apakah harus menjaga jarak dengannya?



Apakah semua yang dia lakukan, Linda benar tidak ada rasa sedikitpun?



Sepasang tangan dimasukkan ke dalam kantong, wajah tampan Edgar ada rasa dingin.



Suasana di dalam lift sejenak sedikit padat.


__ADS_1


Linda menutup mulut dan mengalihkan pandangan tidak melihatnya.



Disaat itulah, handphone Linda berdering.



Telepon dari kakek King.



Linda segera mengangkatnya, “Kakek, kenapa mendadak meneleponku?”



Di dalam telepon sana terdengar suara tawa kakek Linda, “Masalah hari ini, kakek sudah melihatnya di televisi. Bagus Edgar, tahu untuk melindungimu.”



Linda , “....”



Dia sedikit canggung, suara kakek begitu besar. Di dalam ruangan lift yang sempit, Edgar pasti sudah mendengarnya.



Kakek Linda melanjutkan berkata, “Kalau dihitung, kamu dan dia sudah bersama hampir satu bulan ? Bagaimana dengan kalian berdua? Kapan kakek baru bisa minum anggur pernikahan kalian?”



“Aduh kakek, kamu sedang bicara apa?” Wajah Linda tidak tahan menjadi merah. Kakek ini..



“Kakek tidak bicara sembarangan, bocah dari keluarga Lion . Berbakat dan memiliki tampang. Berkemampuan dan bertanggung jawab, sangat cocok untuk cucu kesayanganku.” Kakek Linda sangat puas terhadap Edgar.



“Kakek, aku masih ada urusan, tidak ngobrol dulu .” Edgar yang samar-samar mendengarnya tertawa ringan. Linda segera menutup telepon.



“Pandangan kakekmu bagus, lebih baik dari kamu.” Edgar mengaitkan bibir dan nada suaranya sedikit ambigu.



Linda melototinya dengan kesal, “Apakah ada yang senarsis kamu?”



Linda tidak lagi pedulikan lelaki di samping, dia menatap angka merah yang berkedip di dalam lift dan berharap agar cepat tiba di lantai satu.




Telepon dari Tuan besar Lion.



“Kakek, ada apa?” Edgar mengangkat telepon dengan datar.



“Kakek sudah lama tidak melihat Linda. Kapan ada waktu pulang ke kediaman tua menjenguk kakek?” Suara Tuan besar terdengar dari telepon sana.



Edgar mengangguk, “Tunggu aku ada waktu akan pergi.”



“Jangan menunggu ada waktu lagi. Malam ini saja, aku suruh siapkan makanan kesukaanmu.” Tidak menunggu Edgar menjawab, Tuan besar sudah langsung menutup telepon.



Edgar menggelengkan kepala tidak berdaya, tabiat kakeknya sama dengan dia, bilang apa maka apa.



“Kenapa?” Linda bertanya penasaran.



Edgar memiringkan kepala dan berkata, “Kakek suruh kita malam ini makan di kediaman tua.”



“Oh begitu ya.” Linda tersenyum datar. Kakeknya dan kakek Elson Lion menelepon mereka bersamaan, sepertinya masalah tidak semudah itu.



“Pulang kerja aku bawa kamu pergi bersama.” Edgar berkata dengan wajah datar.



Mereka berdua kembali ke kantor, Linda baru saja kembali ke tempat duduk, Susi sudah mendekat dengan semangat.

__ADS_1



“Kak Linda , seranganmu pagi ini sangat ganteng, langsung memukul telak Herli, wanita tidak tahu malu itu!” Saat ini, tatapan Susi pada Linda penuh dengan rasa kagum.



Linda tersenyum datar, “Itu salah dia sendiri.”



“Kak, kenapa kamu begitu tenang? Apakah kamu tahu seberapa tingginya popularitasmu di internet sekarang?” Susi mengambil handphone dan meletakkan di depan Linda, nada suaranya begitu gembira, “Kamu lihat, sekarang semua pencarian panas nomor 1 di internet adalah Kak Linda .”



Linda menunduk melihat layar sekilas.



Benar saja, yang masuk ke dalam pandangannya adalah video dia yang melakukan CPR untuk Herli .



Kini, Linda jelas sudah menjadi Kakak Dewi yang cantik dan baik hati di internet.



Namun lebih banyak yang membahas hubungan dia dan Edgar.



“Kakak sangat cantik. Pangeran Tampan Lion juga sangat ganteng. Lelaki berbakat dan wanita cantik sangat serasi!”



“Mendukung couple Linda dan Pangeran Tampan tanpa syarat!”



Tetapi juga masih ada sebagian suara yang tidak setuju.



“Dengar-dengar, Linda dari kampung. Adalah wanita licik, sama sekali tidak pantas untuk Pangeran Tampan !”



Linda menggosok alisnya. Tujuan dia ke rumah sakit hari ini, hanya ingin membongkar kejahatan Herli saja.



Dia tidak menyangka Edgar akan muncul, lebih tidak menyangka lelaki ini akan mengatakan dia adalah tunangannya di depan begitu banyak wartawan. Sekarang opini publik berkembang begitu cepat, sama sekali bukan niat awal Linda.



Berpikir sejenak, Linda mengirimkan pesan untuk Anthony, \[Bantu aku hapus semua berita pencarian panas yang berhubungan denganku.\]



\[Kenapa kak . Di dalam foto dan video sangat cantik. Tunanganmu juga sangat ganteng. Buat apa dihapus? Biarkan kami memelihara mata deh.\] Anthony membalas dengan bercanda.



\[Suruh kamu hapus ya hapus. Darimana omong kosong sebanyak itu. Beri kamu setengah jam, aku tidak ingin melihat berita yang berhubungan denganku muncul lagi!\]



\[Siap!\]



Ruangan kantor CEO.



Edgar menyipitkan mata, tatapan dalam jatuh pada layar handphone di tangannya.



Foto dia yang menarik tangan Linda begitu jelas.



Komentar di bawah adalah lalu lintas data tertinggi dalam sejarah.



Edgar tersenyum.



Dia sedang menelesuri dengan penuh minat, tetapi dalam waktu beberapa menit, semua berita pencarian panas yang berhubungan dengan Linda menghilang tanpa jejak.



Ini ada apa?



Edgar mengernyitkan alis.

__ADS_1



Semua berita ini, dia mengijinkan media melaporkannya.


__ADS_2