
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""__""
"Kalau begitu silakan coba!" Linda melihat kesempatan, dengan kecepatan kilat dia mengetuk titik mati rasa pada telapak tangan Nia An dua kali secara cepat dan akurat.
Nia An tidak berpikir Linda akan melakukan tindakan seperti itu, tanpa persiapan, tiba-tiba tangannya merasa kebas.
Prang, bunyi pisau yang terjatuh ke lantai.
Linda memutarkan tubuhya, dan terlihat ada dua orang laki-laki Prancis dengan tubuh kekar yang berdiri di depan pintu.
Sedangkan pintu utama toilet telah di kunci oleh Nia An.
Nia An dengan kesal berteriak kepada dua laki-laki itu," Apa yang kalian lakukan, cepat tangkap dia!"
Beruntung Milla memikirkan secara seksama dengan mengatur dua orang laki-laki itu agar rencana mereka tidak gagal.
Walaupun mereka gagal, Linda tetap tidak dapat melarikan diri!
Hari ini adalah hari kematian Linda !
Melihat wajah Linda yang cantik dan menawan itu membuat Nia An merasa iri.
Dia akan menghancurkan wajah itu dengan tangannya sendiri.
"Kenapa Nia An, apakah kamu ingin mengulang cerita lama kembali?" Linda meremehkan Nia An dengan senyuman sinis.
Kemarin gagal memberikannya obat, dan sekarang melakukannya dengan kasar secara langsung?
Hanya saja Nia An terlalu meremehkan Linda, hanya dengan dua orang laki-laki tersebut?
Dua laki-laki tersebut menerima perintah Nia An dan saling memandang, kemudian menjepit Linda dengan erat.
Linda dengan waspada melihat langkah kedua laki-laki tersebut yang semain mendekat, sambil berpikir di dalam hatinya.
Ini waktunya!
Saat salah satu laki-laki itu berusaha menarik Linda. Ia menggunakan tangan yang indah, memutar lengan laki-laki itu secara langsung dan mematahkannya.
Krak, terdengar suara tulang laki-laki itu patah, teriak kesakitan terdengar jelas, tubuhnya menjadi tidak seimbang dan akhirnya terjatuh dilantai.
Lagi-lagi Linda memberikan tendangan tepat di dada laki-laki yang satunya.
"Arghh!" Suara erangan kesakitan kembali terdengar, dan laki-laki itu juga terjatuh.
__ADS_1
Mereka sama sekali tidak terpikirkan seorang gadis yang terlihat lemah bisa memiliki kemampuan yang cepat, tepat, dan kejam seperti ini.
Nia An sempat tidak percaya dengan apa yang dia lihat barusan, kemudian dia kembali tersadar dari lamunannya.
Nia An langsung berjalan kea rah dua laki-laki itu dan berteriak" Dasar kalian tidak berguna, ayo bangun dan tangkap dia!"
“Nia An, berhentilah." Linda berucap dengan tenang.
Serangan tadi dia lakukan dengan mengerahkan seluruh tenaganya, kedua laki-laki itu kurang lebih harus terbaring dirumah sakit selama dua bulan.
"Apa yang akan kamu lakukan Linda ?" Nia An merasakan sedikit ketakutan.
Bagaimana pun juga dia tidak terpikir bahwa Linda memiliki kemampuan bertarung seperti ini.
Dua laki-laki dengan tubuh kekar dan besar sekalipun bukan tandingannya Linda.
Linda melihat kearah pisau yang tergeletak dilantai kemudian berkata" Bukankah tadi kamu ingin menghancurkan wajahku? Sekarang, bukankah aku harus membalas perbuatan orang lain kepada diriku sesuai dengan yang telah dilakukannya? Katakanlah, kamu ingin aku yang melakukannya, atau kamu melakukan sendiri?"
"Linda, dasar kamu , kamu jangan mendekat!" Nia An mulai ketakutan dan berusaha mundur kearah pintu keluar untuk melarikan diri.
Tetapi Linda sama sekali tidak memberikannya kesempatan.
Saat Nia An hendak berada didekat pintu, Linda langsung mencegat dan menahan lengan Nia An serta mendorongnya.
Drukk, terdengar suara Nia An terjatuh ke lantai.
"Lindaa, kamu tidak apa-apa kan?" Edgar bertanya dengan penuh rasa khawatir.
Edgar menggedor-gedor pintu, tetapi pintu toilet terkunci dari dalam.
"Linda, apakah kamu di dalam? Apa yang terjadi di dalam sana?" Edgar terus berteriak.
Tidak ada sautan dari dalam toilet, Edgar mengkhawatirkan keselamatan Linda, dia mendobrak pintu dengan keras.
Saat pintu toilet terbuka, Edgar melihat dua orang laki-laki Perancis yang terbaring lemah dilantai dengan muka pucat dan kesakitan.
Sedangkan Linda berdiri dengan melingkarkan tangannya diatas dada sambil melihat ke arah Nia An yang terjatuh dilantai itu.
"Linda, apa yang terjadi?" Edgarmelangkah mendekat kearah Linda.
Edgar merasa heran, awalnya dia mengira Linda diganggu, tetapi tak disangka mala melihat pemandangan seperti ini.
"Hmm, tidak ada apa-apa." Linda menjawab dengan datar.
"Lehermu kenapa?" Edgar bertanya dengan penuh rasa khawatir saat pandangannya menyapu ke arah leher yang berdarah.
__ADS_1
Saat Nia An menodongkan pisau ke lehernya itu meninggalkan sedikit bekas kemerahan yang tidak akan terlihat jika tidak dilihat secara teliti.
Awalnya Linda tidak menghiraukannya, tetapi begitu diingatkan oleh Edgar, dia mala merasakan sedikit sakit.
"Ssssttt" Linda mendesah dengan pelan sambil menggosok lehernya,"Tidak apa-apa"
"Ayo aku antar ke rumah sakit untuk diperiksa." Ucap Edgar dengan penuh khawatir.
"Tidak perlu, hanya luka goresan, beberapa hari kemudian juga akan sembuh." Linda menggosok-gosok alisnya.
Bukankah Edgar berada di acara lelang? Mengapa tiba-tiba muncul disini?
"Sebaiknya diperiksa ke rumah sakit saja." Edgar merasa tidak yakin, pandangannya masih terpaku ke arah leher Linda.
Milla datang dan menyaksikan pandangan yang begitu mencolok.
Dia tahu kedatangan Linda malam ini di acara pesta lelang sehingga menyuruh Nia An untuk bersiap dan menyerang Linda di dalam toilet dan mengatur dua orang laki-laki tersebut untuk menangkap Linda.
Tidak disangka dua orang itu sama sekali tidak berguna, semuanya dikalahkan oleh linda. .
Milla menatap Nia An dengan kesal, benar-benar definisi tidak membantu mala tambah menyusahkan, begitu banyak orang tapi tidak satupun yang dapat melumpuhkan satu wanita!
Nia An menatap Linda dengan penuh kebencian, tiba-tiba berdiri, memungut pisau yang tergeletak dilantai dan mengarahkan pisau itu dengan sekuat tenaga menusuk kearah Linda.
"Linda, dasar tidak tahu malu, akan kuhabisi kamu!" Nia An berteriak dengan histeris penuh dengan kemarahan.
Linda yang membelakangi Nia An tidak mengetahui serangan mendadak dari Nia An.
Saat Linda tersadar, pisau Nia An bagaikan hembusan angin menusuk ke arahnya.
"Linda, hati-hati." Teriak kaget Edgar.
Saat dia sedang menatap luka dileher Linda dengan rasa khawatir, ujung matanya menangkap serangan Nia An yang menggunakan pisau untuk menusuk Linda.
Serangan Nia An terlalu cepat, saat ujung pisau hendak mengenai Linda, Edgar dengan sigap menggunakan tangannya untuk menahan serangan pisau tersebut.
Pisau yang tajam menembus baju Edgar dan melukai lengannya.
Terdengar suara sobekan baju Edgar, Ia menahan pisau tersebut demi Linda.
Nia An tidak terpikirkan Edgar akan menahan pisau demi Linda, seketika dia terdiam.
Tingggg, terdengar suara pisau yang jatuh ke lantai.
"Edgar, apakah kamu baik-baik saja?" Serangan yang tiba-tiba ini membuat Linda menautkan alisnya merasa tidak percaya.
__ADS_1
"Tidak apa-apa" Jawab Edgar tanpa mengalihkan pandangannya dari leher Linda dengan sedikit menundukkan kepalanya, serta bibirnya yang seksi itu menyapu leher Linda," Asalkan kamu baik-baik saja, aku juga akan baik-baik saja."