Gadis Tersembunyi

Gadis Tersembunyi
Bab 139


__ADS_3

Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""_""


Berita terbaru?



Linda mengeluarkan handphone dan membuka web. Di atas ada sebuah berita terbaru: \[ Karyawan Perusahaan Lion diduga melakukan pembunuhan yang disengaja dan memukul keluarga korban di jalan \].



Di atas ada gambar dan tertulis kalau Linda diduga sengaja mendorong Herli ke dalam Danau Cinta. Masih ada Feli dan Taufik sebagai saksi, kasus masih membingungkan.



Ibunya Herli datang meminta keadilan untuk putrinya, namun malah dipukul oleh Linda di jalan dan didorong hingga terjatuh.



Disertai dengan foto, dari sudut pandang foto terlihat kalau Linda yang sudah mendorong Feni ke atas tanah.



Sebenarnya Feni yang menarik Linda lebih dulu, Linda hanya mendorongnya dengan pelan, dia lantas langsung duduk di atas tanah dan meraung.



Di dalam pencarian panas ini, Feni sudah berubah menjadi korban.



Sedangkan Linda, jelas sudah menjadi wanita jahat yang sengaja mendorong Herli ke dalam danau dan memukul Feni .



Komentar di bawah semua menuduh dan memaki Linda dengan sangat buruk.



Linda menatap layar handphone sejenak dan mengernyitkan alis.



Masalah ini takutnya tidak begitu sederhana.


__ADS_1


Arah opini publik sangat jelas, ingin menjadikannya sebagai pelaku pembunuhan yang disengaja. Menghasut semua orang yang tidak tahu untuk menyerangnya dengan kekerasan di internet. Di dalam masih banyak tentara air internet yang mendukung.



Sedangkan Feni hanya wanita paruh baya biasa, sama sekali tidak ada kekuatan ini.



Kelihatannya orang di balik layar yang hendak mencelakainya sungguh tidak sedikit.



Linda tersenyum ironis, nada handphone mendadak berbunyi.



Dia mengangkat telepon, suara Anthony terdengar dari telepon sana, “Kak , apakah kamu sudah melihat pencarian panas? Kenapa kamu bisa menaiki pencarian panas?”



“Sudah lihat ya.” Linda tersenyum datar dan bercanda, “Orang terkenal jadi banyak masalah deh.”



“Baiklah ... siapa yang begitu keterlaluan berani menjelekkanmu?? Aku akan segera membantumu mengatasinya.” Anthony berkata marah, “Sial, mereka berani menulis sembarangan dan menjelekkanmu. Aku akan meretas sistem semua media ini!”



“Tidak perlu.” Linda berkata dengan acuh, “Kalau memang mereka begitu suka menjadi pencarian panas maka biarkan saja.”




Linda tersenyum sinis, “Semakin hebat mereka menjelekkanku, kedepannya bukankah akan semakin menarik? Kalau memang ingin bermain maka bermainlah dengan mereka.”



Anthony terdiam sejenak berkata, “Kak, maksudmu adalah ....”



Linda menaikkan alis dan ada sebuah senyuman bermakna di mulutnya, “Bantu aku selediki Herli .”



Kalau memang Herli menghalalkan segala cara ingin mencelakainya maka pasti akan meninggalkan sedikit petunjuk.



Anthony langsung paham, “Aku sudah mengerti. Kak , tunggu kabar baikku.”

__ADS_1



Linda menutup telepon dan matanya menjadi lebih dingin.



Tadinya dia hanya ingin melewati waktu tiga bulan dengan tenang dan pergi, tidak pernah menyangka sekarang akan terjebak di dalam angin badai.



Kalau memang ada orang yang ingin mengusiknya, maka dia juga tidak mudah ditindas!



Pagi bangun terlalu awal dan sibuk sepanjang pagi lantas diganggu oleh Feni wanita tidak masuk akal itu. Linda merasa sedikit ngantuk.



Dia menguap dan berdiri, bersiap pergi membuat segelas kopi di ruangan pantri.



Sepanjang jalan, banyak karyawan perusahaan Lion menatapnya dengan lain dan berbisik menunjuknya.



“Menurutmu, apakah Sekretaris Linda benar sudah mendorong Herli ke dalam danau?”



“Apakah masih palsu, di pencarian panas juga berkata begitu.”



“Sungguh tidak menyangka.”



“Ini namanya kenal wajah namun tidak tahu dengan hatinya. Dengar-dengar Linda datang dari kampung. Orang kampungan seperti ini paling kejam.”



Berbagai macam gosip menerpanya, Linda tidak peduli dan tetap saja tenang. Dia berjalan ke dalam ruangan pantri dengan santai.



Ketika sedang membungkuk menyeduh kopi, pintu ruangan pantri terbuka.



Mendengar suara, Linda mendongak dan melihat sebuah sosok tinggi besar berjalan masuk, adalah Edgar.

__ADS_1



Linda kaget, “Edgar?”


__ADS_2