Hasrat Terindah Istri Kecilku

Hasrat Terindah Istri Kecilku
22. Tertawa Geli


__ADS_3

"Sayang," bisik Devan pada Ella yang lagi berdiri di depan cermin riasnya sambil mengelus pinggang Ella dan perlahan merangkul pinggang seksinya. Lekuk tubuh yang menggoda kedua matanya semakin membuat Devan tak sabar lagi ingin bertempur malam ini.


Tapi saat menghirup aroma tubuh Istrinya, kening Devan mengerut membuat Ella ikut mengernyit heran melihat Devan pada pantulan cermin sedang cemberut.


"Honey ada apa?" tanya Ella berbalik sambil melingkarkan kedua tangannya ke leher sang suami tercinta.


"Honey, kenapa diam saja?" Suara manja Ella begitu menggelikan. Ella menyentuh lembut dagu Devan dan menatap penuh cinta kedua mata Suaminya yang tiba-tiba diam begitu saja.


"Kamu pakai parfum apa? Kenapa aromanya beda dari yang aku belikan untukmu?" Devan melepaskan rangkulan Ella. Ia mundur perlahan dan duduk di tepi ranjang sambil melihat Istrinya. Memperhatikan body seksi Ella.


"Oohh itu," ucap Ella dengan suara manjanya lalu duduk di dekat Devan. Ia hanya memakai pakaian biasa-biasa saja, namun kainnya begitu tipis hingga belahan oppainya dan CD milik Ella terlihat jelas.


"Itu apa?" tanya Devan curiga.


Ella tertawa geli ditatap begitu.


"Ahaha, ini aku pakai parfum beda," cengir Ella tahu jika Devan pasti akan marah.


"Beda? Kamu pakai parfum merek apa?" Sorot mata Devan makin tajam. Ella sedikit bergeser, merasa takut ditatap begitu.


"Aku pakai Parfum VICTORIA'S SECRET SCANDALOUS, honey." Ella gugup menjawabnya.


"Apa, jadi itu parfum yang kau pakai?" Devan tiba-tiba emosi.


"Ih, kok kau marah gitu. Parfumnya kan wangi banget. Aku suka memakainya, lagian kau juga tak pernah tanya soal kebutuhanku. Kau sibuk sama pekerjaanmu. Jadi jangan marah!" ketus Ella manyun lalu beranjak ingin tidur. Ia menutup tubuhnya dengan seprai. Sedikit kesal karena Devan tiba-tiba berbeda malam ini.

__ADS_1


Devan menyentuh dagunya.


"Hm, iya juga ya. Akhir-akhir ini aku tak peduli dia pakai apa, aduh jadinya dia yang marah. Kalau gini tidak bisa bercinta nih," desis Devan dalam hati. Ia segera berdiri lalu perlahan membuka satu demi satu kancing kemejanya.


Setelah itu, Devan naik ke atas ranjang lalu melirik Ella yang belum tidur dan membelakangi dirinya.


"Sudah sudah, tidak usah ngambek," rayu Devan memainkan rambut Ella, menyisir rambut yang menutupi sebelah wajahnya.


"Tau ah!" kesal Ella semakin manyun.


Devan mendengkus ikut kesal, ia sudah salah berbicara hingga menyinggung perasaannya.


"Jangan marah dong, aku kan tadi kaget tiba-tiba aroma parfum kamu beda. Lain kali aku akan belikan parfum seperti dulu. Itu sangat cocok untukmu," ucap Devan kembali merayunya.


Ella memeluk guling, semakin memeluknya erat.


"Apa? Harganya segitu?"


"Kamu pakai parfum harga yang murah begitu?"


Devan amat terkejut, mengetahui parfum baru yang dipakai Istrinya.


Ella mendecak lalu beranjak duduk menatap Devan dengan tampang tak suka.


"Ya, emang kenapa? Lagian harganya mahal tau! Satu juta itu jumlahnya banyak dan aku tak mau parfum yang kau belikan untukku. Parfum itu sangat mahal!" protes Ella menyilangkan tangan dan tak mau mengalah.

__ADS_1


"Astaga, mahal dari mananya! Parfum yang aku belikan untukmu cuma 15 juta! Itu cocok untukmu sayang!"


Mata Ella melotot baru tahu harga parfum yang sering dibelikan untuknya. Memang merek yang dibelikan untuknya adalah Parfum Paris Hillton, apalagi harganya sungguh memukau.


"Li-lima belas juta?" kaget Ella tak percaya. Harga 15 juta hanya secuil biji jagung bagi Devan. Lelaki ini pun tersenyum smirk.


"Aaaah!" jerit Ella didorong oleh Devan. Ella terkejut dirinya dikunci dan ditindih oleh Suaminya sekarang.


"Sayang, tidak usah dibahas. Aku minta maaf ya, kau jangan mudah tersinggung. Aku suka kok apa yang kau pakai sekarang," rayu Devan tak mau tujuannya sirna gara-gara perdebatan parfum saja.


"Hm, ya sudah. Kita tidur saja!" Ella mendorong Devan. Tapi Devan tak mau kalah, ia menyeringai tipis dan kembali mengunci Ella.


"Aku minta maaf sayang, jangan marah my hany."


Ella hanya mendengkus sedikit lalu melihat Devan saksama. Ia menggigit bibirnya, tahu jika Devan masih saja mau bercinta dengannya meski aroma parfumnya sudah tak dipedulikan lagi oleh Devan.


"My Hany, kau masih marah padaku?"


"Kalau begitu, aku tak akan permasalahkan apa yang kamu beli. Kau boleh minta apa-pun padaku sekarang, kau mau apa?"


"Mau rumah baru?" Rayuan Devan membuat Ella tertawa geli. Ia pun kembali melingkari kedua jarinya pada leher Devan sambil tersenyum.


"Bagiku, kau ada di sini itu sudah cukup bagiku." Goda Ella mulai dengan suara manjanya dan mulai mengelus sixpack milik Devan.


Senyum Devan merekah, ia sangat senang mendengarnya. Dengan cepat tanpa aba-aba, ia melucuti pakaian Ella. Perlahan mendekati telinga Istrinya dengan satu tangannya yang mulai nakal meraba-raba dan melusuri bagian seksi body Ella.

__ADS_1


"Kita mulai sekarang sayang," bisik Devan menggoda. Ella menggigit bibir bawahnya dan mulai mendesah lembut dikala Devan mencium dan mellumat bibirnya yang seksi. Malam ini akan berbagi hasrat cinta hanya berdua saja. Apalagi Devan malam ini semakin nakal.


__ADS_2