
Dokter menghela nafas kemudian berkata : ”Ibu Naina mengalami tekanan derah rendah. Jadi Bu Naina harus dirawat di sini beberapa hari," ucap Dokter memberikan laporan hasil medis ke Pak Carlous.
"Ya Tuhan, bagaimana bisa begini? Setiap hari dia terlihat baik-baik saja," Pak Carlous duduk kembali, sedikit bersalah karena tak terlalu memperhatikan istrinya saking sibuknya dengan bisnis.
"Dok, sekarang Ibuku sudah sadar?" tanya Naomi ingin masuk.
Dokter tersenyum melihat Naomi yang kuatir disertai Elisa dan Hansel juga ingin masuk melihat Bu Naina.
"Dia butuh istirahat dan perawatan, sekarang Ibumu masih belum sadar. Tapi tidak usah kuatir, kami akan melakukan yang terbaik," ucap Dokter menjelaskan. Elisa berpindah memeluk Naomi yang ketakutan. Takut Ibunya akan lama sadar seperti Hansel dulu.
"Sekarang kami bisa masuk melihatnya kan, Dok?" tanya Hansel serius. Dokter mengangguk mengizinkan mereka. Sontak, Naomi dan Hansel masuk ke dalam. Sementara Elisa masih di luar ruang rawat Bu Naina.
"Terima kasih, Dok," ucap Elisa sopan.
"Sama-sama, kalau begitu saya tinggal dulu. Masih ada pasien yang harus saya kunjungi," kata Dokter pamit lalu pergi dengan perawat lainnya. Elisa pun menghirup nafas lega, ia pun melirik Pak Carlous. Elisa mendekati ayah mertuanya.
"Pak,"
Pak Carlous mendongak kemudian berdiri lalu berkata : "Ada apa? Mengapa ekspresimu serius kali ini?" tanya Pak Carlous pada menantunya.
"Saya sudah tahu Pak, kalau anda dan Hans tak punya hubungan apa-pun," ucap Elisa menjawab sedikit gugup. Sekarang, Elisa harus meluruskan semuanya. Membongkar rahasia selama ini di keluarga Carlous.
"Apa maksudmu ini?" tanya Pak Carlous kaget mendengarnya.
"Pak, saya tahu identitas asli Hansel. Dia bukanlah anak kandung anda, melainkan anak angkat,"
Pak Carlous tercengang diam di tempat, kaget menantunya tiba-tiba bicara begitu. Pak Carlous segera menyangkalnya.
"Elisa, jaga ucapanmu. Hansel adalah anak kandungku, dia bukanlah anak angkat yang kamu katakan! Dia darah dagingku, kamu jangan asal bicara!" ujar Pak Carlous marah.
"Tidak Pak, saya tidak asal bicara. Ini adalah fakta, saya tidak masalah dengan identitas Hansel. Anda tidak usah marah, saya tidak akan meminta cerai pada Hansel," jelas Elisa kembali membuat Pak Carlous diam.
__ADS_1
"Jujurlah Pak, jangan sembunyikan ini terus. Kasihan Naomi dan Hansel yang anda bohongi selama ini. Katakan pada dua anakmu ini yang sebenarnya." Sekali lagi Elisa mencoba membujuk Pak Carlous.
Pak Carlous duduk kembali lalu meremas rambutnya. Berpikir inikah karma telah berbohong pada putri dan putranya? Pak Carlous menghela nafas mencoba untuk tenang. Setelah itu dia kembali berdiri. Berjalan ke arah jendela lalu melihat Naomi yang menangis di pelukan Hans, terlihat anak gadisnya sangat menyedihkan. Baru kali ini Naomi melihat Ibunya pingsan secara tiba-tiba.
"Dua puluh tahun yang lalu, dia begitu lucu dan sangat ceria. Dia kedinginan, menangis diam sendirian, dia ketakutan di cuaca yang dingin saat itu. Dia memanggil Ibunya disetiap waktu. Kami... menyayanginya sejak kecil, menjaganya seperti anak sendiri. Dia penyayang, sangat sayang pada kami. Sepuluh tahun telah berlalu semenjak dia hadir, Naomi lahir. Kami menyayangi keduanya. Menyembunyikan identitasnya. Kami takut, dia akan depresi jika tahu sebenarnya." Pak Carlous menjelaskan awal menemukan Hansel yang ternyata saat itu terlantar di jalan.
Elisa menunduk, ini sangat menyedihkan. Anak konglomerat terlantar akibat diincar oleh musuh mafia Roland. Sungguh menakutkan! Ini membuat Elisa was-was.
Cklek!
Pak Carlous masuk bersama Elisa, dia melihat Naomi dan Hansel lalu berkata : "Hansel, Naomi-" Pak Carlous berhenti lalu menghela nafas kemudian mendekati keduanya. Ia memeluk kedua anak yang dia besarkan lalu berkata : "Maafkan Ayah, Nak. Ayah harus jujur kali ini, ayah minta maaf. Tolong maafkan ayah yang sudah membohongi kalian." Pak Carlous pun mengatakan semuanya dari awal A-Z. Naomi yang sudah tahu, ia pun melihat bergantian Hansel dan ayahnya. Naomi menangis, air matanya tumpah lagi.
"Naomi sayang kalian, Naomi sayang semuanya." Pak Carlous tentu terkejut, tapi ia sedikit lega sudah katakan dengan jujur. Pak Carlous takut, karma besar akan menimpanya. Pak Carlous pun menenangkan Naomi lalu melihat Hansel yang menunduk diam saja di depannya.
"Hans ...." lirih Pak Carlous padanya. Hansel melihat Pak Carlous lalu melihat Bu Naina yang belum sadar, ia mengepal tangan lalu keluar dari ruangan itu meninggalkan Pak Carlous dan Naomi. Hatinya kembali sakit, ia sangat gelisah. Elisa yang di sana segera mengejar Hansel untuk ditenangkan. Tak lama kemudian, tiba-tiba suara wanita memanggilnya.
Dia adalah Ny. Jessy bersama dua bodyguardnya saja, ia ternyata sudah kembali dari Inggris. Ny. Jessy ke rumah sakit karena sebelum datang kemari, ia ke rumah Bu Naina dan tak melihat siapa pun kecuali foto Maikeul kecil. Hingga Bu Naina pun menghubungi Elisa dan segera ke rumah sakit setelah diberitahu oleh Elisa.
Deg! Pak Carlous amat terkejut. Ia dan Naomi pun keluar bersama Ny. Jessy, ketiganya berdiri di depan ruang rawat Bu Naina. Pak Carlous dan Naomi kembali terkejut mendengar penjelasan kedatangan Ny. Jessy.
"Jadi anda adalah orang tua kandung Hansel?" tanya Pak Carlous.
"Benar, saya telah kehilangannya. Dia adalah putraku yang hilang dua puluh lima tahu yang lalu. Kami merasa sangat berterima kasih pada kalian sudah menjaga dan merawatnya. Jika bapak bersedia mau mengizinkan kami membawanya ke Inggris, maka kami akan memberi imbalan besar untuk membalas kebaikan kalian. Imbalan ini bisa membantu bisnis Pak Carlous semakin maju. Bagaimana, Pak?" tanya Ny. Jessy tersenyum, padahal hatinya gelisah, takut kalau Pak Carlous tak terima. Namun dugaannya salah, Pak Carlous yang tentunya pembisnis pasti tergiur dengan imbalan besar itu. Baginya, inilah waktunya melepaskan Hansel untuk kebebasannya. Meski dalam hati ia juga tak rela.
"Saya tidak masalah, tapi istri saya pasti tidak akan setuju. Dia sangat menyayangi Hansel. Dan juga-"
"Naomi tidak setuju!" sahut Naomi memutuskan obrolan mereka membuat Ny. Jessy terkejut.
"Naomi tidak mau Kak Hansel meninggalkan aku, Naomi sayang sama Kak Hansel. Bibi jangan bawa kakakku!" pekik Naomi mengusap matanya. Sontak, Ny. Jessy memeluk gadis muda ini hingga membuat Naomi langsung diam.
"Tenanglah, dia tetap akan jadi kakakmu. Bibi tidak akan memutuskan hubungan kalian, Bibi cuma ingin membawa dia ke Inggris untuk membantu ayahnya. Kamu tetap akan selalu jadi adiknya." Mendengarnya, Naomi pun mengangguk kemudian balas memeluk Ny. Jessy.
__ADS_1
"Baiklah, terima kasih kalian sudah mau mengerti. Kami akan mentransfer uang ke rekening anda, Pak Carlous. Sekarang saya harus menemui Hansel dan mengatakan identitasnya. Setelah istri anda sadar, saya akan membicarakan ini kembali." Ny. Jessy tersenyum ramah kemudian melihat sebentar Bu Naina yang terinfus di dalam sana. Ny. Jessy pun pergi mencari Hansel. Sedangkan di dalam sana, Bu Naina yang setengah sadar dan jelas mendengarnya, perlahan menangis kemudian mencoba untuk tenang. Bu Naina memang mencintai uang, tergila-gila dengan harta, tapi cintanya lebih besar pada anak-anaknya.
Sementara Elisa duduk bersama Hansel di taman rumah sakit. Elisa mengelus lengan Hansel kemudian menggenggam tangan suaminya.
"By, apa kamu marah?" tanya Elisa. Hansel cuma diam.
"By, aku tahu ini berat untukmu, aku tahu kamu sedih. Tapi Pak Carlous lakukan ini agar kamu tidak depresi." Mendengar Elisa yang menenangkannya, sontak Hansel memeluk Elisa. Ia menutup mata kemudian berkata : "Aku tahu, tapi ini menyakitkan bagiku." Hansel terisak sedikit. Untung saja, Elisa bisa menenangkannya hingga Hansel dan ia kembali masuk ke rumah sakit. Hansel mencoba menerima semua ini.
Seketika keduanya berpapasan dengan Ny. Jessy. Wanita ini tersenyum melihat putranya tepat di depan mata. Ny. Jessy maju mendekatinya, tapi seketika ia dan Elisa terkejut melihat Hansel berjalan melewatinya. Sontak, Ny. Jessy meraih tangan Hansel yang dikepal tadi. Hansel berhenti lalu menunduk mendengar suara dari mulut Ny. Jessy.
"Maikeul, maafkan Mommy. Tolong jangan marah sama Mommy." Air mata Ny. Jessy berlinang turun membasahi pipinya. Tangan Hansel gemeteran, ia sedikit kecewa, sedikit marah, sedikit kesal, tapi ia lebih banyak bersedih. Ia rindu, meski ingatan Ny. Jessy sudah tak ada di kepalanya. Tapi perasaannya tak bisa berbohong. Hansel pun berbalik lalu berkata lirih.
"Mommy ... Maikeul sudah kembali."
Seketika Ny. Jessy memeluknya, air matanya tumpah merasakan pelukan anaknya. Ia senang Maikeul telah kembali ke pelukannya. Elisa di sana cuma tersenyum tapi ia juga tak bisa berbohong hingga perlahan menangis, ini mengingatkannya pada Ella yang berpisah darinya dulu. Hansel pun menarik Elisa, ia memeluk dua wanita sekaligus hari ini.
"Maafkan Maikeul, Mom." Hansel merasa bersalah telah hilang hingga membuat Ny. Jessy bersusah payah mencarinya selama ini. Dari kejauhan, Pak Carlous dan Naomi cuma bisa mengikhlaskan Hansel. Lelaki itu sangat bahagia hari ini dapat berjumpa dengan Ibu kandungnya.
"Aku menyayangi kalian, kalian semua keluargaku." Hansel perlahan mencium kepala Ibunya lalu dengan lembut mencium kepala Elisa cukup lama. Berkat menikahi Elisa, ia dapat mengetahui semuanya dari istri kesayangannya, Elisa Calisca.
Sedangkan di Hawaii, si baby twins tertawa ria bergandeng tangan dengan Ella dan Devan. Keluarga kecil ini bersama-sama menikmati moment kali ini. Hanya berempat berjalan ke pantai bersama calon anak ketiga yang masih berada di perut sang istri tercinta, Aradella. Masing-masing mendapatkan kebahagiaan.
"Yeee ... Nana cayang cemuwanya!" seru Vina berteriak begitu riang diikuti oleh Vino.
"Nono ugah cayang semuwanya!"
Hihihihi...
Jangan lupa like dan komen Mommy, salam sayang dari keluarga Aradella dan Devandra. Eits, foto dulu yuk buat kenangan-kenangan bareng Marsya. Hihihi...

__ADS_1
Marsya : Senang ikut juga loh liburan xixixi...