
"Eh, itu kan Hansel dan Elisa? Kok mereka ada di sini juga?" pikirnya menunjuk Elisa dan Hansel yang masuk ke dalam penginapan mereka. Ia pun pergi dari tempatnya untuk ke penginapannya juga.
"Honey!" panggil Ella masuk ke dalam kamar. Sontak Devan yang sibuk main game bersama Marsya sambil ditonton oleh baby twinsnya segera menoleh ke Ella.
"Kenapa sayang?" tanya Devan kembali main game.
"Ih, berhenti dulu main gamenya. Tadi aku-"
"Aku apa?" tanya Devan tak melihat Ella yang kini duduk di dekatnya. Ia sibuk mengalahkan Marsya yang disorak oleh baby twins.
"Itu loh, tadi aku kalau tidak salah barusan lihat Elisa dan Hansel," jawab Ella sontak membuat Devan menatapnya.
"Serius?" Devan nampak terkejut.
"Ya Honey, aku serius. Kok bisa ya mereka ada di sini? Kan Hansel ditugaskan untuk mengurus perusahaan, apa mereka lagi bulan madu ke sini?" gumam Ella sambil berpikir. Devan pun ikut berpikir.
"Tapi bisa juga kamu yang salah lihat sayang. Oh ya, sekarang kamu sudah masak?" tanya Devan mengabaikan soal Elisa.
"Nih barusan keluar beli bahan, kalian lanjut main game saja deh. Nanti aku panggil kalian kalau dah siap," jawab Ella berdiri.
"Baik, Ibu Negara!" hormat Devan langsung ditertawai oleh Marsya dan dua anaknya.
__ADS_1
"Ih, apa sih honey!" celetuk Ella sedikit malu dipanggil begitu, ia pun keluar masak untuk makan malam.
"Yess Booyah! Om Devan kalah, mati zona hihi," ejek Marsya berhasil menembak Devan hingga kalah.
"Lah tadi itu Om tidak fokus, kita sudahin saja deh," keluh Devan tak suka ditertawai, apalagi Vino juga ikut tertawa.
"Papa jang cedih, maen ayo yagi ama ecah," rengek Vina membujuk Devan menantang Marsya lagi.
"Yah Om, kita by one lagi dong!!"
"Sudah, Om gak mau main lagi sama bocil." Devan berdiri sambil menggendong Vina agar tidak menangis.
"Om! Marsya bukan bocil! Ih Om Devan ngeselin, Marsya mau bilang sama Bunda Ella. Hiks!" Marsya keluar pergi ke dapur, ia nangis dipanggil bocil.
"Astaga, Marsya kamu bikin adik-adikmu terkejut!"
"Biarin, hmp!" kesal Marsya nongol lagi terus pergi ke dapur.
Devan dan baby twins pun tertawa bersama lalu ikut masuk ke dapur karena dipanggil oleh Ella untuk makan malam. Suasana malam ini sangat meriah, apalagi Vino dan Vina berebutan makanan. Tapi tiba-tiba pintu penginapan diketuk dari luar. Marsya yang penasaran tingkat dewa, ia pun turun dari kursi untuk membukanya.
"Marsya, siapa di luar sana?" teriak Devan pada keponakannya itu.
__ADS_1
"Wah, ada Bundaa Sasya nih!"
"Eh, Marsya kok bisa ada di sini?" tanya Elisa terkejut.
"Oh itu, Marsya disuruh ikut oleh Mommy. Karena Mommy mau bercocok tanam dulu sama Daddy biar Marsya punya adek baru kalau sudah pulang dari sini," jawab Marsya polos dan riang. Elisa yang mendengarnya merasa geli, lalu ia jongkok di depan Marsya.
"Marsya tahu apa itu bercocok tanam?" tanya Elisa ingin mengetes kepolosan Marsya.
"Kata Mommy, tanam padi bersama Daddy, Bunda."
"Ahaha, Marsya lucu banget deh," tawa Elisa mengelus kepala Marsya.
"Oh ya, Bunda Sasya ke sini mau apa?" tanya Marsya kali ini.
"Itu, barusan Bunda lihat Bunda Ella masuk ke sini. Jadi Marsya di sini sama Bunda Ella?" jelas Elisa bertanya balik.
"Ya Bunda, Marsya di sini sama Bunda Ella. Ada juga Om Devan sama adek Vino dan Vina. Sini Bunda, kita makan malam sama-sama." Marsya menarik Elisa masuk ke dapur.
Elisa terkejut melihat adiknya dan Devan benar-benar masih ada di hawaii.
"Hei Ella,"
__ADS_1
Ella dan Devan menoleh ke sumber suara. Keduanya terkejut melihat Elisa berdiri di dekat Marsya tanpa Hansel.
"Bundaa Sasyaa!" girang Baby twins berteriak lalu turun dari kursi, keduanya berlari memeluk Elisa.