
Seminggu telah berlalu, hubungan Elisa dan Hansel makin erat. Sekarang, Hansel sudah dinyatakan sembuh total. Tak ada lagi yang perlu dikuatirkan. Setelah membereskan administrasi rumah sakit, Hansel pun mengajak Elisa keluar menuju ke arah mobil yang sudah terparkir di depan RS.
Sesampainya di dalam mobil. Suasana jadi hening. Keduanya sibuk dalam pikiran masing-masing. Terutama Hansel yang canggung duduk di dekat Elisa. Sesekali melirik oppai Elisa. Namun ia tak bisa tahan dan segera mengalihkan pandangannya ke luar jendela.
"Hans," lirih Elisa mulai ingin bicara untuk memecahkan suasana di dalam mobil.
"Ya ada apa, Sya?" tanya Hansel meliriknya.
"Em, soal seminggu yang lalu kamu jangan terlalu pikirkan. Aku waktu itu cuma bercanda untuk bertanya," jawab Elisa merasa bodoh sudah bertanya soal perasaan Hansel terhadapnya. Hansel tersenyum kemudian mengelus kepala Elisa dengan lembut.
"Tidak apa-apa, wajar kamu bertanya seperti itu. Tapi percayalah, aku akan selalu mencintai wanita yang sekarang duduk di sampingku. Sampai kapan pun rasa cinta ini akan selalu tersimpan di dalam hatiku," ucap Hansel meraih tangan Elisa kemudian ia letakkan ke dadanya.
Elisa terdiam, merasakan detak jantung Hansel yang berdebar-debar. Kedua mata mereka saling bertemu, melihat dalam-dalam bola mata indah Elisa. Setelah itu jarak keduanya makin dekat, sangat dekat hingga tersisa beberapa senti saja. Hati Elisa ikut berdebar-debar melihat Hansel yang nampak ingin menciumnya.
"Oh Tuhan, apa dia ingin menciumku?" pikir Elisa makin merona. Ia pun perlahan menutup mata membuat Hansel mengangkat alisnya. Hansel tertawa dalam hati melihat Elisa.
Cklak!
Elisa tersentak mendengar suara dari sabuk pengaman. Kedua matanya teralih ke bawah, dua tangan memasangkan sabuk untuknya. Elisa pun segera menoleh melihat Hansel yang serius memasang sabuk pengaman.
__ADS_1
"Eh, aku pikir dia mau menciumku, ternyata..." batin Elisa merasa dibohongi oleh pikirannya.
"Pfft, apa yang terjadi padamu? Kenapa cemberut?" tanya Hansel menahan tawa.
"Tau ah, kamu menyebalkan!" jawab Elisa cetus. Hansel semakin menahan tawanya.
"Haha, dia kalau marah makin imut," batin Hansel mulai menyalakan mesin.
"Sya, kamu mau tinggalnya di mana? Di rumah Ibu atau rumah Ibumu?" lanjut Hansel bertanya. Elisa yang kesal cuma diam saja.
"Sya, aku tanya padamu, jangan diam saja. Sekarang beri aku jawaban, kamu maunya tinggal sama Ibuku atau Ibumu?" tanya Hansel lagi. Elisa menunduk, dia bimbang untuk memilih.
"Hais, kalau aku tinggal di rumah Mama, nanti Bu Naina tiap hari ke rumah Mama, aku tidak mau Mama bergaul dengan Bu Naina yang munafik itu. Tapi kalau aku tinggal di rumah Bu Naina, nanti dia bisa bikin aku naik darah,"
"Sya, kenapa diam saja? Kamu lagi marah sama aku?" tanya Hansel lagi. Elisa pun menoleh kemudian memeluk lengan Hansel sambil memasang muka menyedihkan.
"Hans, kita tinggal berdua saja ya, aku cuma tidak mau merepotkan Ibu dan Mama, dan aku janji akan mengurusmu dengan baik. Aku akan masak yang enak untukmu setiap hari dan malam," jawab Elisa memohon. Ini juga bagus untuknya agar ia bisa tenang menjaga rahasia Hansel.
Hansel pun mengangguk kemudian dengan lembut mengelus pipi Elisa.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan membawamu ke rumah kita," ucap Hansel mengerti keresahaan Elisa. Hansel juga takut Elisa dan Bu Naina akan bertengkar jika tinggal bersama.
"Rumah kita? Kamu punya rumah sendiri?" tanya Elisa melepaskan rangkulannya.
"Ya, Sya. Rumah itu akan jadi rumah kita bersama anak-anak kita."
Elisa tersipu mendengarnya, ia jadi senyum-senyum sendiri.
"Hehehe, kamu maunya punya anak cowok apa cewek?" tanya Elisa ingin tahu. Hansel pun tertawa kecil lalu dengan jahilnya menjawab : "Itu terserah hasil dari-" ucap Hansel berhenti sejenak.
"Hasil dari apa, Hans?" tanya Elisa makin penasaran. Hansel mendekati telinga Elisa kemudian berbisik.
"Hasil dari **********," bisikan Hansel sontak membuat Elisa merona hanis langsung teriak.
"Kyaaaa, ih kamu mesum, mesum!" pekik Elisa menepuk Hansel menggunakan tasnya. Benar-benar sangat menggelikan dibisik hal konyol itu.
Chup!
Elisa langsung terdiam setelah Hansel berhasil memberinya ciuman tepat di bibirnya. Tapi entah kenapa ia malah terbuai dengan ciuman itu. Keduanya bercumbu mesra di dalam mobil. Melupakan bisikan konyol dari Hansel.
__ADS_1
"Aku mencintaimu, Sya."
Umhhh...