Heavenly Earth

Heavenly Earth
Extra part 14


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Setelah perdebatan panjang akhirnya Kahyangan mau juga ikut ke acara pertemuan yang di adakan di salah satu hotel mewah ibu kota, keduanya bersiap merapihkan diri termasuk wajah yang masih ada sisa kebasahan sehabis menangis.


"Bersyukurnya aku yang mencintaimu bukan karna fisik semata" bisik Bumi saat memeluk istrinya dari belakang di depan cermin meja rias.


"Lalu apa yang membuatmu mencintaiku?" tanya Kahyangan.


"Imanmu... jika cintaku karna fisikmu mungkin semakin kamu tua perasaanku akan berubah tapi karna aku mencintaimu karna iman maka semakin kamu taat padanya aku semakin jatuh cinta padamu"


"Gombal" ledek Yayang yang malah membuat Bumi menjatuhkan kepalanya di perpotongan leher dan pundak istrinya.


"Pulang dari sana aku ingin..."


"Iya, sayang" ucap Kahyangan yang langsung memotong permintaan suaminya karna ia masih saja malu jika mendengar hal seperti itu.


.


.


.


Keduanya bergandengan tangan masuk kedalam ballroom hotel, menjadi pusat perhatian sungguh sudah biasa mereka rasakan. Kedatangan pewaris Rahardian itu pun di sambut baik dan langsung di hampiri oleh sang pemilik acara.


Kahyangan melihat ada Ameera dan Ricko pun langsung meminta izin pada sang suami untuk menghampiri.


"Aku mau ke sana ya" bisik Kahyangan sambil menunjuk ke arah sosok wanita yang masih terlihat cantik dengan tubuh tinggi langsingnya.

__ADS_1


"Iya"


Kahyangan meninggalkan Bumi yang masih berbincang dengan para rekan bisnisnya, ia menghampiri Ameera yang sudah melambaikan tangan kearahnya.


"Apa kabar sayang?" sapa Nyonya besar Pradipta itu.


"Alhamdulillah, Aunty sendiri gimana?"


"Baik dan semoga selalu baik"


"Aamiin" ucap keduanya secara bersamaan.


Kahyangan dan Ameera mengobrol sambil menikmati makanan yang tersaji di meja dengan sesekali menyapa orang orang yang ikut bergabung dengan mereka, Ameera yang tahu jika keponkannya itu semakin lama semakin tak nyaman akhirnya membawa Kahyangan menjauh dari perkumpulan istri istri para pengusaha yang bergaya sosialita.


"Mau pulang gak?" tanya Bumi saat ikut duduk bersama istri juga Auntynya.


Bumi hanya tersenyum kecil, ia mengusap kepala bidadari hatinya itu yang tertutup hijab berwarna coklat muda senada dengan gamis yang ia kenakan malam ini.


"Kami pulang duluan" pamit Bumi dan Yayang kepada Ameera dan Ricko.


"Hati hati dijalan ya, gak usah dengerin omongan yang tadi" pesan Ameera untuk istri dari keponakan keduanya itu.


"Iya, aku udah biasa kok"


Bumi membawa istrinya ke parkiran dimana mobilnya berada, ia melirik sesekali ke arah istrinya yang seakan menahan sesak dalam hati.


"Mau nangis lagi?" tanya Bumi yang langsung membuat Kahyangan menoleh kearahnya.

__ADS_1


"Aku lelah menangis untuk hal yang sama, Bu" jawabnya sambil tersenyum.


"Apa yang mereka katakan padamu disana"


"Apalagi kalau bukan menanyakan tentang sudah berapa kita punya anak, laki laki atau perempuan dan berapa usianya." kata Yayang sambil menirukan ucapan seseorang yang membuatnya merasa jengkel.


"Padahal mereka tahu jika kita punya anak, Papa dan Oppa pasti akan buat acara untuk cucu cicitnya itu" tanbahnya lagi.


"Aaminkan saja, mereka tak tahu bagaimana kerasnya usaha dan perjuangan kita,sayang"


"Kamu pikir aku bisa berbuat apa lagi, pertanyaan itu bagai makanan sehari hari bagiku sekarang. Asal kalian masih bersamaku kurasa aku tak akan berkecil hati menghadapinya."


"Gadis solehahku ternyata semakin pintar menjaga hati dan menguasai emosi." Goda Bumi yang tak kuasa menahan ingin mencium pipi merah merona istrinya.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Apapun yang terjadi, kamu tetap hebat hari ini..


__ADS_2