
💕💕💕💕💕💕💕💕
"Kahyangan gak kuliah-kuliah?" tanya Bumi heran.
Temannya mengangguk cepat dan itu langsung membuat hati Bumi mencelos
"Kalian lost contact?" tanya temannya dengan mimik wajah serius.
Kali ini gantian Bumi lah yang mengangguk.
Ada rasa sesal dalam hatinya karna memutus semua media komunikasi diantara mereka, apalagi ia juga meminta papanya untuk berhenti mengawxasi gadis itu, Bumi benar-benar tak ingin tahu lagi tentangnya.
"Harusnya gak gitu, Bu. kasian dia sendirian"
Bumi tersenyum getir, hanya karna alih-alih ingin melupakan justru malah memutus silaturahmi.
"Nanti gue cari tahu, gue pastiin semua baik-baik aja" ucap Bumi sebelum ia berlalu pergi meninggalkan teman-temannya.
*****
Kahyangan duduk di tepi ranjang bersiap untuk pulang, mereka tinggal menunggu Iqbal selesai melakukan administrasi dengan pihak rumah sakit.
Ambu terus mengusap punggung gadis cantik itu dengan penuh kasih sayang.
"Aku akan merepotkan Kalian" ucap Kahyangan.
"Jangan berfikir seperti itu, Ambu sudah menganggap mu sebagai anak Ambu. Bersikaplah biasa" pinta wanita bergamis biru muda itu.
"Nanti Ummi bobo sama Nissa ya"
Kahyangan mengangguk sambil mengusap kepala bocah cantik yang berstatus kan anak piatu itu, rasa sayang sudah Kahyangan rasakan semenjak Nisa selalu bergelayut manja padanya.
"Tapi kita tidak tinggal di kota ini, maaf kami baru mengatakannya" kata Abah sambil menyenggol lengan istrinya.
"Dimana?" tanya Kahyangan dengan mengernyitkan dahinya.
"Kota X. kami disini hanya berlibur karna Nisa kebetulan sedang ulang tahun, Hanya Iqbal yang tinggal disini" jelas Ambu.
__ADS_1
"Jadi kita ke kota X?" tanya Kahyangan meminta kejelasan dan di jawab anggukan kepala oleh Ambu dan Abah.
"Bagaimana?"
Suara Iqbal yang tiba-tiba mengagetkan semuanya yang sedang mengobrol serius. Semua mata kini beralih padanya yang berdiri di ambang pintu dengan tangan melipat didada.
"Baiklah" jawab Kahyangan mantap dan yakin.
Alhamdulillah...
.
.
.
Empat orang dewasa dan satu orang anak kecil kini sudah ada di bandara bersiap menuju kota yang akan mereka tuju, Hati Kahyangan bergemuruh hebat merasakan sesak, sakit dan entah apalagi semua rasa sedang bersatu dalam hatinya kini.
"Kamu yakin?" tanya Ambu.
Bumi... aku punya dia!
Gadis cantik yang kini menggunakan gamis namun tak berhijab itu tertunduk di kursi rodanya.
Ia sedang sekuat tenaga menahan tangis.
Aku pergi...
Bukan untuk melupakanmu, tapi sejenak melepas lelah yang sudah mati-matian mempertahankan mu.
.
.
.
Perjalanan udara yang memakan waktu dua jam telahh mereka lakukan, kini saatnya beralih ke perjalanan darat sekitar satu jam menuju rumah Ambu dan Abah. Kahyangan tak hentinya takjub dengan kota yang pertama kali ia datangi ini.
__ADS_1
Udaranya sejuk dan yang pasti tak seramai di ibu kota jalanan yang masih sedikit lengang membuat ia dengan bebasnya bisa menikmati apa yang ada di sekitar.
Mobil berhenti di sebuah pekarangan rumah satu lantai dengan halaman begitu luas, ada beberapa pepohonan di depan dan samping rumah itu.
Kahyangan yang di bantu turun dari mobil oleh Iqbal entah kenapa tiba meneteskan air matanya.
"Kamu kenapa?, jangan bilang nyesel ya udah ikut kesini. Saya gak akan bawa kamu pulang!" ancam Iqbal.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Aku ngerasa sedang dekat dengan seseorang!
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
Hayo....
sama siapa?
Tukang cimol ya 😂😂
Like komen nya yuk ramai kan ♥️
__ADS_1