Heavenly Earth

Heavenly Earth
bab 67


__ADS_3

πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


" Merlin Agatha"


" Muhammad Yusuf Al-Fariz"


"Astaghfirullah, Abaaaaaaaaaaah!" teriak Ambu dengan nada bergetar hebat sampai Abah yang baru saja selesai membuang air kecil harus berlari ke ruang tengah lagi.


"MashaAllah, Ambu!" pekik pria baya itu yang langsung menarik tubuh istrinya yang sedang menangis tersedu-sedu.


"Aya naon?" tanya Abah panik.


Ambu tak menjawab sama sekali, ia tetap menangis histeris dengan memukul sendiri bagian dadanya.


"Ambu, cerita ke Abah. Ada apa?"


"Ini.. ini... Bah! Ya Allah.... Gusti nu Agung" jerit Ambu.


Abah yang penasaran akhirnya merebut kertas yang sepertinya itu adalah kartu keluarga milik Kahyangan.


"Merlin Agatha, Muhammad Yusuf Al-Fariz!" serunya tak percaya sama seperti sang istri.


"Mustahil jika ini sebuah kebetulan, ini terlalu sama dengan nama adik kita, Ambu" ucap Abah tak habis pikir.


"Yusuf, Bah. Itu pasti Yusuf adik Ambu, dan Merlin itu pasti adik ipar Ambu dan Yayang... gadis itu... "


Assalamu'alaikum...


Salam yang terdengar dari arah pintu utama membuat Abah dan Ambu segera menoleh, dilihatnya Kahyangan yang sedang menuntun Nisa di tangan kanannya.


"Waalaikum salam. " Sahut pasangan baya itu secara berbarengan.


Nisa yang masuk dengan sedikit berlari langsung berhenti mendadak di sisi sofa saat melihat Ambu berderaian air mata, begitu pun dengan Abah yang sepertinya kebingungan dan sedih. Dan gadis cilik itu langsung menoleh kearah Kahyangan yang semakin mendekat.


Yayang langsung tertegun disisi Nisa, ia sangat terkejut saat melihat pasangan baya itu shock dan sedih, apalagi Ambu yang masih terisak lirih dengan sorot mata sulit di artikan.


"Ambu, ada apa?" tanya Yayang memberanikan diri.

__ADS_1


Tak ada yang menjawab, Abah mau pun Ambu hanya menatap lekat kedua manik Kahyangan.


Sampai Iqbal datang pun tak ada yang bersuara lagi.


"Ambu, ada apa?"


"Bawa putrimu masuk kedalam kamar A'!" titah Abah pada anak semata wayangnya itu.


Iqbal yang takut dan belum paham melirik kearah Kahyangan yang menggelengkan kepalanya, hati pria itu ikut pedih saat melihat wanita yang melahirkannya itu terisak lirih .


"Iya, Abah" jawab Iqbal pasrah di tengah rasa penasarannya tapi ia juga langsung menggendong Nisa ke kamarnya, dan kini tinggal Kahyangan, Abah dan Ambu di ruang tengah.


"Siapa Merlin Agatha dan Muhammad Yusuf Al-Fariz?" tanya Ambu langsung di sela isak tangisnya.


"Itu... itu.. Nama Ibu sama Ayah Yayang" jawab Kahyangan dengan nada bergetar karna takut.


"Maaf, kami lancang membuka berkas mu" ujar Abah sambil menyodorkan kertas putih yang ia pegang sedari tadi.


"Iya, Abah" sahut Yayang sembari menerima kertas lusuh itu.


"Iya, Ada apa? tolong katakan" jawab Yayang yang penasaran sambil meminta kejelasan tentang apa yang terjadi.


"Kemarilah, Nak" pinta Ambu setelah ia mengurai pelukannya dari sang suami


Kahyangan yang memang sedari tadi berdiri langsung duduk disisi Ambu di sofa panjang depan TV, tubuhnya ditarik untuk di peluk dengan begitu erat dan pecahlah lagi tangis wanita baya itu bahkan suaranya bagai tercekat di kerongkongan.


Kahyangan yang belum paham, akhirnya ikut menangis seakan ada perasaan sedih juga yang menjalar ke hatinya.


"Sudah, Ambu" lirih Abah sambil mengusap punggung istrinya.


"Mereka sudah meninggal?" tanya Ambu pada Gadis yang masih ada dalam dekapannya itu.


Kahyangan mengangguk pelan, ia menggigit bibir bawahnya untuk menahan tangisnya agar tak pecah.


"Kenapa orang sebaik mereka harus pergi begitu cepat dan meninggalkan mu sendiri, apa ini adil?" ucap Ambu mengurai pelukannya, ia hapus buliran air mata yang membasahi wajah kahyangan.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


Tidak, kamu tidak sendirian.. Ada Ambu dan Abah sebagai keluargamu disini karna kamu adalah KEPONAKAN kami.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Terjawab lah sudah 🀣🀣🀣


Salah semua ya yang nebak.. kasiah deh kalian 🀭🀭🀭🀭


Next bab ada flashback orangtua yayang dulu yaya gak banyak kok cuma biar jelas..


apa mereka menikah se iman atau sebaliknya?


cus tungguin ya..


Teteh mau bikin sarapan dulu, tegang woy!


Eh.. apa tuh yang tegang πŸ₯±πŸ₯±πŸ₯±πŸ₯±


Like komennya yu ramaikan.. makasih buat yang udah kasih bunga lop. lop. lop kalian..


calang Gajah..


eh salah.. calangHeyo maksudnya.. 😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2