Heavenly Earth

Heavenly Earth
bab 26


__ADS_3

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Tiga hari pasca kebakaran hidup Kahyangan berubah total, rumahnya yang tak bisa lagi di tempati membuat ia mau tak mau menerima tawaran Reza dan Melisa untuk tinggal di salah satu apartemen yang memang dekat dengan rumah sakit tempat ibunya di rawat setelah di pindahkan.


Ibu yang belum sadarkan diri membuat anak semata wayangnya itu sangat terpukul dan kehadiran keluarga Bumi adalah satu-satunya pegangannya kini.


Sanak saudara hanya datang sekedar menjenguk tanpa ada yang turut andil dalam urusan pengobatan, biaya bahkan untuk bergantian menjaga pun begitu banyak alasan yang diberi.


.


.


.


"Sayang, makan dulu"


Suara Bumi mengagetkan Kahyangan yang berdiri di depan jendela apartemen tempat ia tinggal untuk sementara selama ibunya dirawat.


Ia yang baru kemarin ada disini tentu masih merasa asing. Apartemen mewah dengan fasilitas luar biasa di sewa Reza untuk kahyangan dalam satu gedung yang sama namun berbeda lantai.


" kamu!" Kahyangan memutar badannya, ia berikan senyum terbaiknya saat melihat Bumi sedang menyiapkan makan siang.


"Dari mama?" tanya Yayang sambil berjalan mendekat


"Iya, dari siapa dong" kekeh Bumi


"Calon mertua idaman banget, Hujan gadis paling beruntung bisa jadi menantu mama"

__ADS_1


"Dan kamu juga sayang" Bales bumi sambil mencubit pipi Kahyangan yang sedikit lebih tirus, gadis itu sering tak makan jika Bumi tak memaksanya.


"Aku?, Tunggu aku di Amin yang sama kalau begitu" kekeh Kahyangan.


"Dengan senang hati, mau kapan baca syahadatnya?" goda Bumi, permintaan tak main-main namun masih dengan nada santai dan tak memaksa.


"Baca doa makan dulu deh" ujar Yayang sambil tertawa, itulah cara ia menolak dengan halus.


Kahyangan memang tak asing dengan beberapa doa pendek yang biasa di gunakan sehari-hari, kegiatan sosialnya banyak mempertemukan ia dengan berbagai keyakinan yang berbeda, Apalagi jika sedang bersama anak anak jalanan yang dulu ia urus bersama dengan Air, kembaran Bumi itu mewajibkan anak anak asuh mereka untuk membaca doa sebelum menikmati rezeki yang mereka terima hari ini.


Kahyangan selalu menerima dan mau belajar apapun itu selagi hal positif, ia tak terlalu membatasi diri dalam bergaul. Semua ia Samaratakan walau jelas rumah ibadah mereka berbeda tapi Tuhan tetap satu di hati masing-masing.


"Ya udah cepet berdoa, aku yang Amin in" titah Bumi yang sudah duduk bersebelahan dengan gadisnya di meja makan.


"Allahumma baarik lanaa fiimaa rozaqtanaa wa qinaa 'adzaa bannaar.” doa Kahyangan dengan suara begitu lembut dan fasih, siapapun yang tak akan menyangka jika ternyata ia adalah anak Tuhan.


Mereka langsung mengusap wajah setelah menadahkan tangan, namun Kahyangan langsung mengepalkan tangannya lagi


"Ya Allah Bapa, Dalam nama Tuhan Yesus dan pertolongan Roh Kudus, Kami memanjatkan syukur atas berkat yang Kau berikan secara berlimpah hari ini, Dan juga berkat makanan serta minuman yang telah Engkau sediakan bagi kami semua "


"Aamiin" Bumi mengucapkannya dengan mulut penuh makanan dan itu membuat Kahyangan tertawa.


Keduanya makan siang bersama sebelum akhirnya nanti kembali kerumah sakit, Jika Bumi tak kuliah ia akan setia menemani Kahyangan disana.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


Ada apa dengan semua ini?


Kau sempat pisahkan kami sesaat namun musibahmu membuat kami lebih mendekat dan saling menguatkan.. jika kami berjodoh permudah lah.


Namun jika tidak?


Aku akan terus memohon sampai kau bosan dan akhirnya mengabulkan


#EdisiMaksa.



Maaf ya Bu..


Yang pelit gue siksa Ampe limit 😂😂😂😂

__ADS_1


Like komen nya yuk ramai kan ♥️


__ADS_2