Heavenly Earth

Heavenly Earth
extra part 05


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Yang... kamu kenapa?" tanya Bumi saat istrinya itu tertegun disisi mobil mewah suaminya.


"Aku gak apa-apa" jawab gadis cantik itu.


"Ayo masuk, kenapa melamun"


Kahyangan menganggukan kepalanya sambil menerima uluran tanya Bumi yang lembut, kini keduanya melangkah berbarengan menuju pintu rumah utama.


"Selamat datang Tuan dan Nona muda"


Tiga asisten rumah tangga menyambut Bumi dan Kahyangan didepan pintu sembari menyapa dengan sopan dan ramah.


Keduanya hanya mengangguk lalu melanjutkan langkah menuju taman belakang dimana omma dan oppa ada saat ini.


Sapaan keduanya membuaat pasangan baya itu langsung menoleh dan memeluk Bumi dan Kahyangan secara bergantian.


"Oppa sampai bosan menunggu kalian"


"Maaf, Oppa. Kami ada mampir sebentar ke toko kue membeli puding kesukaan Oppa" jelas Bumi agar pria baya itu tak lagi merengut kesal.


"Aku siapkan dulu pudingnya" Kahyangan bangun dari duduknya, ia berjalan kearah dapur bersih untuk menyiapkan apa yang ia bawa tadi.


Gadis cantik bergamis warna pastel itu memotong beberapa bagian puding buah untuk Oppa dan Omma dan sisanya akan ia berikan kepada beberapa asisten rumah tangga untuk sekedar mencicipi.


"Kalian bisa makan ini sama-sama" ucapnya pada salah satu pelayan sebelum ia kembali ke taman belakang.


"Terima kasih, Nona"


Kahyangan meletakan sepiring puding dari atas nampan ke meja, Oppa yang memang sangat menyukai cemilan itu tentu langsung melahapnya.


"Kalian belum ke apartemen?" tanya Omaa sambil memberikan minuman untuk suaminya.

__ADS_1


"Belum, selepas dari sini mungkin"


"Kalian tidak mau menginap?" timpal Oppa dengan kedua alis saling bertautan.


Bumi dan Kahyangan saling pandang sebelum akhirnya mereka melempar senyuman.


"Kami akan menginap Oppa" ucap Khayangan .


Dua pasangan suami istri itu terus berbincang sampai akhirnya Omma mengingatkan suaminya untuk minum obat dan istirahat.


Begitupun dengan Bumi dan Yayang yang akhirnya berlalu ke kamar mereka dilantai atas.


"Kamu kenapa?" tanya Bumi saat istrinya itu duduk di tepi ranjang sambil memegang kakinya.


"Aku gak apa-apa" jawab Yayang sedikit tergagap karna kaget ketika suaminya itu tiba-tiba berjongkok di hadapannya.


"Masih ingin menyembunyikan sesuatu dariku?" Bumi bertanya lagi dengan tatapan penuh selidik.


"Tidak, Bu. Aku hanya lelah dan merasa pegal"


Bumi menyingkap sedikit gamis istrinya sampai terlihat betis mulus Yayang yang semakin putih dan bersih.


"Kakimu sakit? apa naik tangga segitu saja bisa membuatmu merasa pegal" pancing Bumi sambil terus memijit pelan kaki bidadari hatinya.


"Tidak, Bu" jawab Kahyangan sembari menggigit bibir bawah sendiri.


"Jika tidak apa-apa, kamu tak mungkin sampai meringis menahan sakit, aku akan sabar menunggumu bercerita"


Kahyangan tersenyum simpul, ia tak akan bisa tutup mulut lagi jika Bumi sudah mengancamnya secara halus seperti itu.


"Baiklah, sayang. Akan kuceritakan semuanya padamu.


" Bagus, ayo ceritakan" sahutnya dengan membalas senyuman Kahyangan.

__ADS_1


Bumi terus memijat kaki Yayang sambil bersiap menjadi pendengar yang baik saat sang istri tercintanya itu akan banyak bercerita nanti.


"Perginya aku dari sini karna sebuah kecelakaan"


Bumi tersentak kaget dengan awal cerita Kahyangan. Apa yang ia dengar barusan tentu langsung membuatnya menghentikan sentuhan di kaki sang istri.


"Kecelakaan apa maksud mu?" kini ia bangun dan duduk di sisi Kahyangan.


"Sepulang dari makam ibu, aku tak sengaja tertabrak oleh Abah dan Ambu, itulah awal pertemuan kami sampai akhirnya aku sampai di kota X" jelas Yayang memulai ceritanya, ia terus membeberkan tiap tiap kejadian yang menimpanya mulai hari itu sampai ia menjadi mualaf yang artinya itu adalah hari pertama mereka bertemu lagi setelah bertahun-tahun berpisah.


"Aku suka egoismu, tapi jika harus mengalami banyaknya hal buruk tentu aku akan sangat marah padamu"


"Sayang, semua sudah takdirnya. Bukankah hal yang berakhir indah butuh proses panjang" rayu kahyangan yang berhambur memeluk suaminya, ia tahu Bumi sedang menyalahkan dirinya sendiri karna tak bisa menjaga dirinya.


.


.


.


.


.


.


"Aku tahu, tapi kurasa mak othor terlalu kejam pada kita"


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Astaghfirullah baru nongol udah nyalahin gue!


gue umpetin lagi baru tau rasa!!! 😤😤

__ADS_1


Like komennya yuk..


__ADS_2