Heavenly Earth

Heavenly Earth
Bab 29


__ADS_3

🍁🍁🍁🍁🍁🍁


"Bisa diem gak, kak?"


"Kakak takut, Pah" jawab Air yang begitu menempel pada Reza.


"Takut apa sih?" dengus Reza kesal.


"Takut bangun, Pah" rengeknya lagi,


"Gak mungkin. Lagian kalo bangun juga udah cantik noh gak bakalan loncat-loncat" Seru Reza sambil menahan tawa.


"Cantik juga tetep aja serem, Pah"


"Sssttt, tar dia ketawa kalo kamu nangis, kak"


"Emang bisa? bukannya setan kita doang yang Suka cekikikan?" Tanya Air polos.


"Oh, iya. papa lupa. setan kita doang emang juga yang genit sama suka keliaran jalan-jalan, ntar nangis terus ketawa, galau banget dah tuh setan" kekeh Reza.


Dddduuaaaaaarrrrrrrr"


"Huaaaaaaaaaaaaa, Kakak takut papah" Tangis Air pecah juga, ia yang sedang membayangkan hal menyeramkan harus di buat kaget karna ke isengan papanya.


Reza langsung memeluk Air sambil mengusap punggungnya, Reza menciumi pipi si cengeng sambil meminta maaf tapi anak itu masih saja terisak, Air benar-benar ketakutan, tangannya begitu dingin dan berkeringat.


"Kamu kalo gak mau diem juga, papa masukin kedalam peti jeruk nih" ancam Reza, ia merasa bersalah karna Bumi mulai merasa kesal.


"Gak muat papa"


"Terus mau apa? peti mayat!" Tanya Reza.


"Huaaaaaaaaaaaaaaa.. Papa jahat."


"Ish, si kakak. bener bener minta di masukin peti, diem gak?"

__ADS_1


Drama tangisnya tetap berlanjut, ia sempat menjadi pusat perhatian orang-orang tapi semua maklum karna ini memang rumah duka, Air memaksa pulang Karna tak kuat lagi menahan kantuk dan takut Karna biasanya jam-jam segini ia sedang terlelap dengan istri dan pisang Kesayangannya atau malah justru sedang main basah-basahan yang entah itu ronde keberapa.


.


.


Akhirnya Jam tiga pagi Bumi, Reza dan Air pulang ke apartemen selain untuk membersihkan diri, mereka juga ingin beristirahat sejenak melepas lelah dan kantuk, prosesnya yang begitu panjang membuat ketiganya begitu merasa kelelahan apalagi Air yang terus merengek di pelukan papanya karna rasa takut.


CEKLEK..


Bumi membuka pintu kamarnya, ia tertegun di ambang pintu saat melihat Kahyangan tertidur di meja belajarnya, ia berjalan mendekat sambil merasakan perasaan tak enak hati.


Pemuda tampan itu mengusap kepala Kahyangan yang tertidur di atas lengan nya sendiri.


Ia mengambil foto yang masih gadis itu pegang di tangannya, lalu perlahan mengangkat tubuhnya untuk di pindahkan ke tempat tidur.


"Kamu istirahat ya sayang, aku tahu akhir akhir ini hari kamu begitu berat, dari mulai perpisahan kita sampai musibah di keluargamu tentu itu sangat menyakitkan, bukan?"


"Tapi aku akan selalu ada buat kamu, jagain kamu dan sayangin kamu entah harus jadi apa?"


"Aku bingung, Yang. Perasaan aku terlalu dalem buat kamu yang terlalu taat padaNya"


Ia bangkit dari duduknya menuju kamar mandi, usai membersihkan diri Bumi pun keluar lagi, malam ini ia akan menikmati sisa malamnya tidur di sofa ruang tengah.


.


.


Jam tujuh pagi semuanya sudah kembali berkumpul di meja makan untuk sarapan, karna setelah ini keluarga besar RAHARDIAN termasuk omma dan Oppa akan langsung kerumah duka.


"Kamu serius, pemakamannya sore ini?" tanya Bumi memastikan keputusan kahyangan.


"Iya, lebih cepat lebih baik, Bu. Gak ada keluarga yang harus di tunggu juga" jawabnya yakin meski sebenarnya itu hanya sebuah alasan, ia tak ingin lebih banyak merepotkan keluarga Bumi, semakin baik padanya ternyata hatinya semakin terluka.


Usai sarapan semua bergegas keluar dari apartemen, Reza menggandeng istrinya, begitu pun di bungsu yang sedari pagi memaksa untuk ikut kini tengah dirangkul oleh langit, sedangkan pasangan Air dan Hujan sedari tadi sibuk berdebat kecil karena pemuda itu terus menempel pada sang istri.

__ADS_1


"Nanti disana jangan nangis lagi, kak" ejek Reza saat semua berada di dalam Lift.


" Enggak, papa ini kan udah siang, aku udah kenyang" jawabnya sambil mencibir.


" Abis apa?" tanya Reza.


"Abis minum susu" bisiknya pelan di telinga Hujan.


Gadis itu langsung memukulnya sampai semua akhirnya tergelak.


"Udah gak takut kan kalo sampe di rumah duka?" tanya Hujan karna ia tak ingin repot disana.


"Siapa juga yang mau kerumah duka!" ucapnya dengan senyum menggodanya.


"Loh, kita kan ikut kesana, Ay. terus ini mau kemana?"


.


.


.


.


.


.


.


.


Hotel


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


Selipin si kakak biar ada ngakaknya ya.. 😂😂


Like komen nya yuk ramai kan ❤️


__ADS_2