Heavenly Earth

Heavenly Earth
extra part 16


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Lagi dan lagi...


Kahyangan melempar alat tes kehamilan yang baru saja ia pakai ke tempat sampah, ada sedikit harapan saat pagi ini ia telat tiga hari dari tanggal datang bulannya.


Tak ada tangis seperti bulan bulan lalu karna gadis cantik yang baru saja bangun tidur itu sudah mempersiapkan hatinya sejak semalam.


Menantu kedua Rahardian itu segera membersihkan dirinya sebelum waktu dua rakaatnya tiba.


Ceklek..


Pintu kamar mandi terbuka pelan tapi mampu membuat Kahyangan menoleh.


"Kok gak banguni aku, Yang?" tanya Bumi yang jalan mendekat hanya memakai Bathrobe di tubuh polosnya.


"Takutnya masih cape" kekeh Kahayang yang langsung mendapat ciuman sayang dari sang suami.


"Aku atau kamu yang cape?" Bumi justru menggoda, dua kali melalakukan hal yang menyenangkan dalam satu malam kadang menjadi rutinitas mereka yang memang belum juga di karuniai buah hati.


"Aku deh yang capek banget, sampe berasa remuk nih badan" sahut Kahyangan mengalah tapi memang ia jujur apa adanya. Suaminya itu memang kadang tanpa ampun saat melewati malam bersama.


Keduanya tertawa kecil, lalu membersihkan diri sebelum terlambat melaksanakan kewajiban mereka.


.


.


.


"Hari ini aku mau ke luar kota, tapi ku usahakan pulang tepat waktu" ucap Bumi saat sarapan pagi.


"Yakin akan pulang tepat waktu, Minah gak jadi pulang hari ini loh" sahut Kahyangan sambil menunduk.


"Aku antar kerumah utama ya, kamu bisa bantu mama jaga Sam dari pada harus disini sendiri karna Adek juga lagi sama Maminya Abang di luar negeri"


"Ya sudah"

__ADS_1


Usai sarapan pasangan suami istri yang selalu nampak santai tapi penuh cinta itu pun melangkah keluar dari apartemen mereka menuju rumah utama dimana ada keluarga besarnya disana.


"Paling lambat aku pulang saat makan malam.Jangan diam begitu, Sayang"


"Aku..."


"Aku mencintaimu, Paham!"


Kahyangan mengangguk paham, ia rasa suaminya itu tau apa yang mengganjal dalam hatinya akhir akhir ini.


Nella yang mengundurkan diri dua bulan lalu membuat Bumi akhirnya mendapatkan pengganti sekertaris yang jauh lebih muda dan sangat ramah.


Perkenalan keduanya terjadi saat Kahyangan tiba-tiba ingin sekali datang ke kantor pribadi suaminya, ia sedikit terkejut saat ada wanita lain dalam ruangan Bumi yang biasanya tak pernah di masuki orang lain. Kahyangan sempat marah besar ketika Bumi tak menceritakan tentang sekertaris barunya itu yang di luar kebiasaan sang sandarah hati.


"Aku tak ingin diam mu itu mengganggu pekerjaanku karna hanya dengan senyummu aku bisa melewati hariku dengan sangat mudah, Yang" tutur Bumi masih meyakinkan istrinya jika rumah tangga mereka akan dan selalu baik baik saja dari dulu sekarang hingga nanti.


"Aku minta maaf sudah sangat berlebihan bersikap, tak ada yang lebih menyakitkan dari rasa menahan cemburu"


Bumi tersenyum kecil, ia usap kepala bidadari dunia dan inshaaAllah akhiratnya itu dengan lembut.


"Jangan cemburu jika tak beralasan, sayang"


.


.


"Assalamu'alaikum"


"Waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh" jawab semuanya dari ruang tengah tak terkecuali Samudera yang duduk di atas pangkuan Reza.


Bumi dan Kahyangan mencium punggung tangan kedua orang tua mereka secara bergantian begitu pun dengan Omma dan Oppa.


"Tumben gak bilang dulu?" tanya Melisa yang sedikit terkejut dengan kedatangan anak menantunya yang mendadak.


"Aku mau keluar kota, takut pulang malem" jawab Bumi


"Onty nyang nyang tatut syitan ya ndilian di lumah?" timpal Sam yang membuat Kahyangan kaget.

__ADS_1


"Hahahaha, Iya Aunty takut nih makanya minta temenin Dede disini" jawab Kahyangan yang tertawa dengan celoteh keponakannya itu.


"Angkel tatut malem, Onty tatut ama syitan, Appa juga tatut ama Miong" ucapnya lagi yang langsung membuat semua mata tertuju padanya.


"Kok bawa bawa Appa sih?" protes Reza pada cucunya yang duduk di atas paha.


"Iyyaah, Appa atut Miong kan?" ledek Sam masih keukeuh dengan tuduhannya.


"Emang dede gak punya rasa takut? dede takut apa hayo?" tanya Bumi yang selalu gemas dengan anak kembarannya itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Tutut Tatut inggal Jajah oooey!!!


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Hadeuh..


Nih bocah kenapa nyasar ke sini sih ðŸĪ­ðŸĪ­ðŸĪ­


Pulang yuk tong jangan ngacak ngacak lapak Uncle.

__ADS_1


Tar lapak buaya cengeng sepi ðŸĪŠðŸĪŠðŸĪŠ


Like komennya yuk ramaikan.


__ADS_2