Heavenly Earth

Heavenly Earth
extra bab 02


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Aku masih hafal dengan tanggal datang bulanmu!!" jawab Bumi sambil tersenyum kecil karna Kahyangan menerima uluran tangannya.


"Kamu tahu?" tanya Bumi.


"Apa?" Kahyangan yang mendekat mulai ikut berbaring disisi pria yang kini sudah sah menjadi suami satu Amin dan Iman yang sama.


"Aku rasanya mau nangis saat Abah mengatakan kita akan menikah di tanggal ini, karna aku tahu kamu pasti sedang berhalangan" adunya dengan wajah merah menahan malu.


"Haha, kenapa gak protes ke Abah?"


"Kamu pikir aku punya alasan masuk akal untuk menolaknya? apa kata papa dan kakak jika tahu hal yang sebenarnya." jawabnya kesal membayangkan akan menjadi bahan ghibah para laki-laki tampan Rahardian.


"Bulan ini aku maju dua hari, mungkin lusa selesai. Bersabarlah"


"Sepuluh tahun aja aku sabar, Yang" ucapnya bangga.


Bumi menarik tubuh langsing berpiyama serba panjang itu untuk mendekat padanya, Kahyangan yang sangat canggung harus berkali-kali berdehem kecil untuk menormalkan detak jantungnya sendiri.


"Rasanya lain, lebih nyaman dari yang dulu pernah kita lakukan" bisik Bumi sambil mencium pucuk kepala sang istri menempel di dada bidangnya.


"Apa kamu mau melayani ku?"


Kahyangan mendongakakkan wajahnya, ia tersenyum sambil mengangguk kan kepalanya.


"Tentu, aku akan mencari pahala sebanyak-banyaknya dengan cara melayanimu dan membahagiakanmu hingga kamu tak butuh wanita lain"


"Hey, hanya ada Omma, mama, kamu dan Cahaya di hatiku, Yang. Mana mungkin aku butuh yang lain"


Kahyangan hanya tertawa, ia begitu senang memancing emosi suaminya yang akan marah jika Yayang sudah sedikit mencurigainya karna yang Bumi mau adalah Kahyangan mempercayai cinta tulusnya.


Tak ada yang mereka lakukan selain Bumi memberinya ciuman selamat malam sebelum keduanya terlelap.

__ADS_1


.


.


.


.


Usai sarapan dan melepas kepulangan keluarganya kini Bumi dan Khayangan masuk kembali ke kamarnya untuk bersiap karna Bumi sudah berjanji akan mengajaknya untuk jalan-jalan menikmati air dan angin laut.


"Siap belum?" tanya Bumi saat ia melihat istrinya sedang memakai hijab di depan cermin meja rias.


"Sedikit lagi selesai" jawabnya sambil melihat kearah suaminya lewat pantulan kaca.


"Cantik, mimpiku melihat mu seperti ini menjadi kenyataan. Terimakasih, sayang" bisiknya Sambil memeluk Khayangan dari belakang.


"Apa dulu aku gak cantik?" goda Yayang sedikit merengut.


"Ini lebih cantik"


"Apa jauh?" tanya Yayang pada Bumi yang mulai menyalakan mesin kendaraan mewahnya.


"Tergantung dirimu, jika ingin cepat sampai aku akan mengendarai mobilku secepat kilat" jawabnya dengan senyum menyeringai.


"Hey, jangan macam-macam, aku ingin selamat sampai tujuan" ancam Kahyangan. Namun, membuat Bumi terkekeh gemas.


Lebih dari satu jam akhirnya pasangan suami istri itu pun sampai di laut yang dijanjikan Bumi, pasir putih yang terhampar sungguh sangat menggoda Kahyangan untuk di pijak.


"Mau mandi?" tanya Bumi saat melihat binar bahagia di kedua manik mata istrinya.


"Enggak, aku cuma mau menikmatinya sepuasku" sahut Khayangan.


"Tapi aku takut kamu sakit, anginnya lumayan kencang"

__ADS_1


Gadis cantik itu hanya menoleh sekilas memberikan senyum terbaiknya seakan memberi isyarat jika itu tak mungkin terjadi.


"Katakan jika kamu dingin, karna aku akan memelukmu" goda Bumi yang malah mendapat cubitan di lengannya.


"Yang"


"Hem" sahutnya hanya berdehem.


"Kamu tahu, apa perbedaan tugasku dan tugas laut?" tanya Bumi dengan pandangan jauh kedepan.


"Gak tau, memang kalian punya tugas apa?" Yayang bertanya dengan serius.


.


.


.


.


.


.


.


.


Jika laut bertugas membuat ombak, maka tugasku membuatmu BAHAGIA..



Tugas gue lebih berat woy!

__ADS_1


nunggu di cium bapak lo Buuuuuu 😭😭😭🤤


Like komennya yuk buat anak bawang yang lagi bucin 🤣


__ADS_2