
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Kahyangan yang mengerjapkan matanya di jam dua pagi masih bergeliat di balik selimut bersama suaminya, malam ini keduanya tak melakukan hal yang menyenangkan karna usai makan malam Bumi langsung terbuai kembali ke alam mimpi setelah menunaikan kewajibannya yang tertinggal.
Gadis cantik yang rambutnya terurai jika hanya di dalam kamar saja itu pun tak lekas bangun, ia mengusap pipi suaminya yang begitu lembut di tangan. Entah apa yang di rasakan Bumi hari ini karna ia terus saja tertidur tanpa terganggu dengan suara apapun.
"Sayang, Sepertiga malam dulu yuk" bisik Kahyangan. Ia berbicara dengan sangat pelan agar Bumi tak merasa kaget.
"Bu...ayo bangun"
Kahyangan yang memang sudah terbiasa tak perlu lagi alarm, atau apapun yang harus membuatnya terbangun.
Ia akan membuka mata di jam yang sama setiap malam.
"Akan kun bangunkan lagi nanti ya sayang"
Tak adanya jawaban dari Bumi membuat Yayang lebih dulu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum menunaikan Sunnahnya. Ia bergegas membasuh wajah dan menggosok gigi sebelum akhirna mengganti seluruh pakaiannya. Gadis cantik yang masih menanti keajaiban itu memang selalu ingin tampil bersih dan serba baru saat menyapa sang Pencipta.
Cek lek..
Kahyangan menarik napasnya pelan, sang suami nyatanya malah memeluk bantal guling dengan sangat nyaman sambil mendengkur halus.
"Sayang, ayo bagun! aku gak suka kalo kamu begini terus" ucap Yayang mengguncang bahu Bumi dengan remote AC.
"Bu.. dengar aku tidak?!"
__ADS_1
"Hem.. " hanya deheman kecil yang Kahyangan dengar dari pria yang amat ia cintai itu.
"Sayang, ayo cepat bangun!"
"Apa? kemana?" Bumi membuka matanya sedikit, ia terlihat begitu mengantuk sampai rasanya tak sanggup untuk bangun. Tapi ia tetap berusaha untuk bangkit saat melihat Kahyangan sudah berbalut mukena.
"Iya, tunggu sebentar" pintanya sambil mengusap wajah lalu meringsek turun dari ranjang menuju kamar mandi.
.
.
.
Salam terakhir mereka ucapkan setelah menunaikan ibadah Sunnah di sepertiga malam, di lanjutkan dengan doa doa lain termasuk doa memohon di hadirkannya keturunan dalam pernikahan mereka yang sudah menginjak empat tahun.
هَبْ لِى مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ ٱلدُّعَآءِ
Rabbi hab lī mil ladungka żurriyyatan ṭayyibah, innaka samī'ud-du'ā`
"Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa".
Amiin
Keduanya mengusap wajah dengan telapak tangan yang tadi dipakai untuk memohon ampun dan keberkahan.
__ADS_1
Bumi menoleh dan menyodorkan tangannya yang langsung di raih dan di cium oleh Kahyangan dengan takzim.
"Berbahagialah selalu, sayang" ucap Bumi seraya mengusap kepala istrinya.
"Asal itu bersamamu, ku pastikan aku selalu bahagia"
Bumi yang tersenyum bahagia langsung meletakkan kepalanya dipangkuan Kahyangan karna lagi dan lagi rasa kantuk menyerangnya tanpa bisa ia tahan.
Kahyangan mengusap kening sampai kepala suaminya dengan sangat lembut sampai rasanya tak ada nikmat lebih indah yang Bumi rasakan kali ini kecuali sentuhan bidadari dunia yang inshaAllah akhiratnya juga.
"Naik ke ranjang sana, lanjutkan tidurmu lagi" titah Kahyangan saat kedua mata suaminya sudah tertutup rapat.
"Aku mau disini, tak ada tempat paling nyaman kecuali dalam pelukan juga diatas pangkuanmu." sahut Bumi dengan bergumam karna hanya setengah sadar.
.
.
.
.
.
Antar aku ke alam mimpi dengan shalawat mu, Yang...
__ADS_1