
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Kedatangan Melisa, Reza, Omma dan Air sontak membuat dua gadis cantik itu berhenti berbincang, Kahyangan menggigit bibir bawahnya sendiri saat melihat ibu dari pria yang teramat ia cintai itu menitikan air mata tak percaya nya dengan kedatangan sosok gadis yang telah lama ia rindukan tapi tak berani untuk menanyakan keberdaaannya pada sang putra. Melisa langsung mendekat dan berhambur memeluk Kahyangan yang sedang berdiri di hadapan empat orang tersebut
"Ini kamu, Yang? benar kah ini anak mama?" Seru Melisa sambil menangkup wajah cantik gadis yang dulu selalu ia banggakan menjadi calon menantunya.
"Kamu pulang sayang, kamu..."
Melisa tak meneruskan ucapannya, ia malah justru kembali memeluk Khayangan, ia tumpahkan rasa rindu bahagia dan harunya, terlebih saat ia sadar ada yang lain dalam diri gadis itu.
"Yayang pulang, Mah. Yayang janji gak akan pergi lagi, Yayang akan selalu jadi anak mama" ucap Kahyangan di sela isak tangisnya.
"Mama seneng kamu kembali, doa mama tak pernah putus untuk selalu menyebut namamu, Nak"
Kahyangan mengurai pelukannya, ia ciumi punggung tangan Melisa berkali-kali sambil Melisa pun mengusap kepalanya, hal yang sama ia lakukan juga kepada Omma dan Reza tapi tidak dengan pria yang memiliki wajah begitu mirip dengan Bumi.
"Apa kabar, Ay" Sapa Kahyangan dengan kedua tangan menangkup di depan dadanya.
"Baik, gue harus baik demi jagain Bumi yang hampir gak waras!" Jawabnya sambil terkekeh yang juga langsung di sambut gelak tawa yang lainnya. Hubungan keduanya memang sedikit merenggang semenjak memiliki pasangan masing-masing, namun Air masih bersikap sewajarnya agar bisa mengurangi rasa canggung karna bagaimana pun pernah ada kenangan dan bentuk perhatin lebih di antara keduanya.
********
__ADS_1
Selepas acara Air dan Hujan selesai, kini hanya tersisa keluarga inti Rahardian di ruang makan untuk mengadakan makan malam bersama setelah seharian ini banyak menerima doa dan harapan dari para tamu yang datang.
Hanya dentingan garpu dan sendok yang saling bersahutan selama mereka menikmati hidangan yang pastinya menggugah selera, tak ada yang berani angkat bicara kecuali Tuan besar sendiri yang memulainya.
"Oppa mau kamu menginap disini sebelum kembali ke kota x Yang!" tegas pria baya itu setelah menyeka mulutnya sebagai tanda ia sudah mengakhiri makan malamnya.
"Hem, tapi..."
"Tak ada penolakan, kamarmu sudah siap" selak Oppa lagi.
Kahyangan akhirnya mengangguk pasrah apalagi saat ia melihat Melisa juga menganggukan kepalanya tanda ia tak boleh menolak.
"Iya, Omma"
"Apa kamu ada kepentingan lain disini?" tanya Reza setelah meneguk setengah air putihnya.
"Gak ada, Pah. Aku pulang hanya ingin ziarah ke makam ibu, aku juga hanya izin beberapa hari saja pada Pak Kyai juga Nyai" jawab Yayang jujur.
"Ya sudah, kamu disini dulu, nanti kita sama-sama ke kota X" ucap Oppa yang langsung membuat semua orang saling melepar pandangan mereka seakan ada tanya dalam otak masing-masing sembari menunggu jawaban dari Tuan besar.
"kakak sama Hujan gak bisa ikut" selak Si sulung.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Melisa Dan Omma secara berbarengan.
"Perut Hujan udah gede banget, kasihan!" sahut Air memberi alasan yang lumayan masuk akal hingga langsung di setujui oleh oppa dan Reza mengingat dua pria itu pun tak ingin terjadi sesuatu pada penerus mereka nantinya.
"Emang ke kota x rame-rame mau ngapain?" tanya Hujan penasaran sebab sebenarnya ia tak suka saat suaminya menolak ajakan Oppa barusan.
.
.
.
.
.
.
.
Mengantar Bumi melamar resmi Kahyangan!!!
__ADS_1