
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Aku gak izinin.
Ucapan Bumi yang tiba-tiba datang sontak membuat kahyangan dan Alex menoleh dengan cepat.
Kahyangan masih bersikap tenang seperti biasanya, tapi tidak dengan Alex, pemuda itu melirik ke arah Bumi dan Kahyangan secara bergantian.
Meski ia menyukai Yayang tapi tak pernah sedikitpun ia berniat merusak hubungan keduanya yang sudah lama terjalin, apalagi saat ia tahu Bumi benar-benar ada untuk Kahyangan, ia memasang badan paling depan dihadapan gadis itu.
"Maaf, Bu. aku cuma ajak Yayang kerumah buat ketemu mamaku" jelas Alex yang tak ingin ada kesalahpahaman diantara mereka bertiga.
Bumi tak menjawab, ia masih menatap kesal Alex yang masih berdiri di sisi gadis Kesayangannya itu.
"Kamu bisa pergi sekarang!" Usir Bumi tak main-main, sikap dingin, angkuh dan arogannya mulai ia tunjukan pada orang-orang yang membuat ia tak nyaman.
"Ya, aku permisi"
"Hati-hati dijalan, Lex" pesan Yayang tak enak hati.
.
.
Sepeninggal Alex kini hanya tinggal Bumi dan kahyangan di depan kamar kos'an gadis itu, keduanya duduk berdampingan saling diam.
Tak ada yang mau memulai obrolan lebih dulu diantara keduanya meski sudah dua puluh menit berlalu.
"Pulang bareng dia?" tanya Bumi yang akhirnya buka suara.
"Iya" Jawab Khayangan singkat masih menunduk.
"Kamu tahu kan, aku gak suka itu!" Bumi berbicara dengan nada penuh penekanan.
"Iya, Aku tahu"
__ADS_1
Bumi mendengus kesal sambil membuang nafas kasar, ia tak menyangka jika Yayang melakukan hal yang paling ia benci selama ini.
"Aku rasa sudah cukup keras kepala mu itu, Yang"
Kahyangan menoleh sambil mengernyitkan dahinya.
"Keras kepala mana lagi, aku rasa semua masih normal"
Bumi tertawa sumbang, entah Yayang yang keras kepala atau memang Bumi yang terlalu egois.
Begitu banyak yang pemuda itu pikirkan akhir akhir ini, puncaknya adalah saat gadis Kesayangannya itu berniat bekerja dengan dengan Alex walau Bumi sudah menawarkan jika ia bisa ikut dengan kak Nella menjadikan asistennya, tapi Kahyangan menolak mentah-mentah dengan alasan kantor Bumi terlalu jauh dari kampus juga kos'an nya, padahal jika Kahyangan mau dengan hanya sekali ucapan semua akan beres di selesaikan oleh Bumi.
Mengurus kepindahan kuliah dan tempat tinggal tak sulit baginya yang mempunyai kuasa atas nama RAHARDIAN.
"Pulang dengannya tanpa aku tahu, kamu pikir itu bukan suatu kesalahan, iya?"
"Aku buru-buru ke resto menjemputmu, tapi nyatanya apa?, aku kalah cepat dengannya!"
Bumi mengomel seperti biasanya, dah hal ini hanya Kahyangan yang tahu sebagai satu-satunya gadis yang Bumi cintai, Ia tak pernah banyak bicara pada siapapun kecuali dengan Yayang, Nella dan mamanya hanya tiga wanita itu tahu sisi lain dari seorang Bumi yang tentunya banyak orang yang tak tahu.
" Ada atau tak adanya aku, kamu bisa Pulang sendiri tanpanya!" sentak Bumi kesal.
Kahyangan membuang nafas kasar, rasa lelah ditubuhnya membuat ia tak ingin meladeni rasa cemburu Bumi yang tak beralasan.
Baginya semua masih sebatas wajar, tak ada yang salah dengan keputusannya. ini hanya semata karena ketidak sukaan Bumi pada Alex yang berujung pertengkaran di antara mereka.
"Baiklah, aku minta maaf" kalimat yang akhirnya Kahyangan lontarkan untuk pemuda yang duduk di sebelahnya itu.
"Apa ada jaminan untuk kamu tak melakukan hal ini lagi?, aku tak butuh maaf mu Karna aku pun salah. Tapi aku ingin kamu tak selalu mengulangi apa yang aku tak suka, bisa?" pinta Bumi dengan begitu serius.
"Untuk apa?, jaminan apa yang bisa aku beri padamu disaat aku dan kamu tak pernah bisa menjadi kita! sekuat hati aku menuruti semua mau mu semua akan sia-sia jika kita masih ada di persimpangan jalan? aku dengan salibku dan kamu dengan tasbih mu," ucap Yayang dengan nafas memburu, gadis itu kembali terpancing emosinya.
"Cukup, Yang! sudah ku bilang jangan pernah membahas hal itu lagi" Bumi yang kesal semakin kesal.
"Kenapa?, bukankah kamu lelah? mari kita selesai saat ini juga!" Kahyangan langsung bangun dari duduknya begitu pun dengan Bumi. Pasangan yang masih saling mencinta itu kini berdiri saling berhadapan.
__ADS_1
"Apa maksudmu?" tanya Bumi dengan nada bergetar, jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Rasa takut mulai hinggap di hatinya saat ini, ia menatap tajam kedua manik kahyangan yang sudah berkaca-kaca.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Aku mundur dan memilih Alex untuk bersamaku.
Kami seiman dan satu tujuan, tak ada benteng perbedaan diantara kami..
Aku butuh anak Tuhan yang sama denganku bukan Hamba Allah yang sudah jelas bukan tujuan ku!!
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
Huaaaaaaaaa...
why?
Yayang jahat 😭😭😭😭
__ADS_1
Like komen nya yuk ramai kan ♥️