
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
FLASHBACK..
"Aku mencintainya, teh" lirih Yusuf yang duduk lemas di sisi ranjang tempat tidurnya.
Hati kakak mana yang tak sakit melihat adik kesayangannya itu begitu terpuruk saat dengan lantangnya ayah tak merestui hubungan Yusuf dengan Merlin atau yang biasa di panggil Alin, gadis cantik bemata sipit berkuliit putih bersih.
"Jangan membantah ayah" pinta Aisyah (Ambu).
"Lalu aku harus meninggal kan Alin, begitu?" ujar Yusuf yang kini sudah menumpahkan air matanya.
"Memang harus seperti itu kenyataannya"
"Ayah pun belum tentu menerima Alin jika seandainya ia mau menjadi mualaf karna ayah sudah menentukan jodoh untukmu sudah sejak lama, dan kamu tau itu, kan! " sentak Aisyah yang ia pun bingung harus bagaiamana.
"Teteh sudah sering mengingatkanmu, jangan terlalu jauh melangkah bersama Alin, kedua orangtuanya pun pasti sama dengan ayah dan ibu, sama sama menentang kalian." sambung Aisyah.
"Aku sedang dalam posisi maju tak bisa mundur pun enggan, teh" Yusuf berkata disela isak tangisnya.
"Allah tidak pernah merampas apa yang kita sayang, sebaliknya dia akan menggantinya dengan yang jauh lebih baik dari pada sebelumnya, yakinlah ada sesuatu yang menantimu setelah ini, rasa sabar karna ikhlas akan membuatmu terpana dan melupakan pedihnya rasa sakit melepaskannya" ujar Aisyah yang kini ikut duduk bersama adik satu satunya itu, ia sandar kan kepala Yusuf di dadanya, wanita itu membiarkan Yusuf menangis meluapkan rasa kecewa dan marah yang kini sedang menyelimuti hatinya.
"Bolehkah jika aku terus mencintainya?" tanya Yusuf masih terisak.
__ADS_1
"Boleh"
"Bolehkah aku menyayanginya sampai batas waktu yang aku pun tak tahu?"
"Boleh" jawab Aisyah lagi sambil mengusap kepala adiknya dengan begitu lembut.
"Dan apa aku boleh terus peduli dan memikirkannya?" tanya Yusuf lagi.
"Boleh"
"Lalu jika semua boleh, apa yang tak boleh aku lakukan untuknya?" ia kembali bertanya dengan mendongakkan wajahnya.
"Memaksanya, tugasmu hanya mencintai, menyanyangi dan peduli. Kamu tak boleh berharap lebih padanya sebelum semuanya semakin sakit. mundurlah, mundur secra perlahan karna itu adalah jalan satu satunya yag terbaik untuk kalian saat ini" jelas Aisyah yang seakan mengerti dengan apa yang di rasakan adiknya.
"Kenapa cinta sesakit ini, teh?"
"Cinta tak pernah sakit, justru cinta itu begitu indah, hanya saja kamu yang belum beruntung mendapatkan cinta yang seiman meski kalian saling mencintai satu sama lain."
Yusuf bangun dari duduknya, ia meraih kunci motor dan jaket. Berjalan tergesa keluar dari kamar dan rumahnya, tak ada sepatah kata pun terucap dari bibirnya saat ia melewati ayah yang sedang duduk di teras usai memarahinya tadi.
"Waalaikum salam, Yusuf" lirih pria baya itu sambil mengusap punggung tangannya sendiri seakan anak kesayanganya itu tengah bersalaman sambil memberi salam seperti biasa padanya meski kenyataanya Yusuf tak melakukan itu dan ini adalah pertama kalinya Yusuf bersikap seperti tak sopan.
Yusuf, pria yang terkenal dengan ketampaan juga keramahannya itu kini tengah melajukan sepedah motornya dengan kecepatan tinggi menuju rumah pujaan hatinya yang sedang ia perjuangkan sampai batas maksimalnya kelak.
__ADS_1
Masih ada tetesan air mata yang jatuh ke pipinya selama perjalan, sampai ia harus menarik nafasnya dalam dalam saat ia mematikan mesin motornya di depan sebuah ruko dua lantai.
"Waalaikum salam Yusuf..." sindir Alin sambil tekekeh membuyarkan lamunan pria yang ia cintai itu.
"Assalamu'alaikum, Lin" sapa Yusuf sambil mengulurkan tangannya yang langsung di sambut oleh Alin.
"Ada apa? tumben kesini gak bilang?" tanya Alin penasaran.
Ada yang ingin aku bicarakan denganmu di depan orangtuamu
☘☘☘☘☘☘☘☘
Gak bisik bisik kan cup🤣🤣🤣
ya elah si ucup awas aja kalo maen rahasia rahasiaan ya
siap siap telen bajai..
like komen yuk.. abang Langit udah up ya..
Bumi juga masih ada next partnya jadi tungguin terus ok, hari ini sayang luber luber buat kak Bu..
tapi mau nengokin kakak Ay dulu, dia lagi nangis di pojokan lagi gigit ujung si pisang.
__ADS_1