Heavenly Earth

Heavenly Earth
extra bab 19


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Cek lek.


Wanita bergamis ungu muda itu membuka pintu kamar dengan sangat pelan hanya menggunakan tangan kanannya. Lagi lagi ia membuang napas kasar saat melihat Bumi masih dalam posisi yang sama saat terakhir ia tinggalkan.


"Sayang, ayo bangun dulu, bersihkan tubuhmu lalu lanjut istirahat lagi" ucap Kahyangan yang kini duduk di sisi ranjang sambil mengguncang bahu suaminya.


"Kalau kamu gak bangun juga aku pergi ya!"


Rasa trauma di tinggalkan sang pemilik hati ternyata sampai juga ke alam bawah sadarnya. Bumi langsung bangun dan duduk, wajahnya yang kaget dan berantakan tentu langsung membuat Khayangan tertawa, untung saja nampan yang ia bawa sudah di letakkan lebih dulu di atas nakas samping tempat tidur.


"Kamu mau kemana? aku ikut, Yang" ujar Bumi panik.


"Aku gak kemana-mana, hanya memancingmu agar cepat bangun saja" sahut Khayangan di sela gelak tawanya.


"Ya ampun! kamu mau bikin aku mati mendadak ya" dengus Bumi kesal.


"Ayo bersihkan dirimu lalu makan malam" titah Kahyangan sambil mengusap rambut Bumi yang berantakan.


"Peluk dulu, aku masih lemes banget" rengeknya manja sambil merentangkan kedua tangannya.


Kahyangan langsung menarik tubuh suaminya untuk di dekap, ia hanya bisa tersenyum kecil karna mungkin benar kata orang orang disekelilingnya yang sering mengatakan jika alasan mereka belum memiiliki buah hati adalah untuk mengeratkan lagi hubungannya dengan sang suami setelah berpisah sekian lama, di uji oleh jarak dan keyakinan selama sepuluh tahun dan sekarang di tambah dengan masalah belum hadirnya sang pelengkap keluarga yang akan menjadikan Kahyangan sosok wanita seutuhnya yang sempurna.

__ADS_1


"Jangan pernah mengancamku untuk pergi jika tak ingin melihatku mati secara mendadak" ucap Bumi serius dalam pelukan sang istri.


"Maaf, aku sedikit menggangu tidur lelapmu, kamu sudah meninggalkan kewajibanmu tentu aku tak akan tinggal diam, sayang" cetus Kayhangan yang selalu terbiasa melaksanakan tanggung jawabnya tepat waktu.


"Aku kenyang dan lelah" jawab Bumi yang merasa bersalah.


"Itu bukan alasan untuk lalai, Bu" balas Kahyangan.


"Maaf sayang, aku janji tak akan mengulanginya lagi"


"Jangan berjanji padaku karna itu urusan pribadimu denganNYA, aku hanya mengingatkan"


Bumi mengangguk paham, ia mendongakkan wajahnya lalu memberi kode agar sang pemilik hati mau menciumnya.


'Lagi, sayang" Pinta Bumi yang di jawab gelengan kepala.


"No! ayo mandi dulu, makan malam mu nanti dingin"


"Aku malas mandi, aku mau makan sekarang ya" jawabnya yang melirik kearah nakas tepat dimana nampan yang berisi makanan tersimpan.


"Baiklah, makan dulu" sahut Kahyangan pasrah. Ia menaruh piring yang berisi nasi lauk dan sayur keatas pangkuan Bumi, pria itu pun melahapnya sampai habis tak tersisa.


"Mau nambah? biar ku ambilkan lagi"

__ADS_1


"Cukup, aku Kenyang" tolak Bumi setelah meneguk air putih sampai habis setengah gelas.


Kahyangan meletakkan piring kosong keatas nakas berserta gelasnya, kini ia tersenyum cantik di hadapan sang suami yang bersandar di punggung ranjang.


"Udah selesai makan, ayo bersihkan dirimu"


"Nanti, aku masih lemes banget"


Kahyangan mengernyitkan dahinya bingung, sepiring nasi ternyata masih belum memberi tenaga untuk Bumi yang susah tidur berjam-jam lamanya sedari sore.


"Kamu kenapa sih?" tanya Yayang yang sedikit khawatir.


.


.


.


.


.


Entahlah... aku hanya mengantuk dan lemas

__ADS_1



__ADS_2