
đđđđđđđ
"Onty.... dede puwang oey. Onty macak apa? dede apel banet nih abis tekoyah pucing benel" celoteh Samudera menggema ke seisi dapur bersih saat ia menghampiri Kahyangan yang sedang menyusun makan siang.
Kehamilan yang kini menginjak usia tujuh bulan tentu semakin menyenangkan bila bersama dengan sang keponakan, Sam selalu menempel padanya karna ia senang jika bayi dalam perut Yayang sedang bergerak. Bocah bawel itu bahkan sering menangis karna tak sabar ingin punya teman main.
"Onty masak ayam goreng sama sayur, yuk makan"
"Makannya ganti baju dulu ya" ajak Melisa yang hari ini di minta Air menjemput putranya.
"Yuk, dede mahu amal duyu ya, ayam yeng yeng nya nda boweh abis abis, keh" pesan Sam lagi.
"Iya, ganteng" kekeh Kahyangan sambil menjawab ucapan Samudera.
.
.
__ADS_1
.
Bumi yang hari ini pulang telat karna menghadiri rapat mendadak terlihat begitu sedih saat melihat istrinya meringkuk di atas sajadah usai melakukan kewajiban empat raka'atnya.
Ia langsung memindah kan tubuh Yayang yang kini terlihat sangat berisi ke atas tempat tidur besarnya.
"Istirahat ya cantiknya, Abby. Maaf Abby baru pulang" bisik Bumi setelah mencium kening istri tercinta yang ia halalkan dengan penuh perjuangan itu.
Bumi membersihkan dirinya di dalam kamar mandi, dibawah guyuran air shower ia sedang merutuk dirinya sendiri yang tak sengaja menyentuh bagian sensitif wanita lain meski tak disengaja, alih alih hanya menolong namun siapa sangka keduanya jatuh secara bersama.
"Aku takut, semoga kejadian hal seperti ini tak akan pernah terulang lagi."
Bumi tak bisa menampik dengan adanya para wanita seksi di sekitarnya sepanjang hari, dengan hanya bermodal iman dan rasa setia ia harus menundukan pandangannya dan menahan diri untuk tidak bersentuhan jika bukan dengan Muhrimnya.
Jika wanita yang tak paham akan dirinya, tentu merasa tersinggung karna uluran tangannya tak di terima, karna Bumi lebih memilih menangkup kan tangannya di depan dada.
"Loh, Sayang" seru Bumi yang kaget saat melihat istinya sedang duduk bersandar di punggung ranjang dengan mukena yang masih ia kenakan.
__ADS_1
"Aby udah pulang? Umi ngantuk banget" lirihnya sedih karna sekarang begitu sulit baginya untuk memeluk Bumi karna perut yang kian membesar.
"Aby pake baju dulu ya, kita tidur"
Bumi mencium manja pipi Kahyangan sebelum ia beranjak ke lemari pakaian untuk mengambil satu stel piyama tidur.
Kahyangan yang memang sangat merasa kantuk akhirnya kembali membaringkan tubuhnya yang berat sampai ia mudah lelah.
Bumi mengulum senyuman sambil merangsek naik kertas ranjang, ia pun mulai menjalankan ritula wajibnya lebih dulu yaitu menyapa sang buah hati yang dilanjutkan membaca shalawat, alfatihah dan doa khusus untuk para suami yang istrinya tengah hamil.
Allahummahfadz waladĂŽ mâ dâma fĂŽ bathni zaujatĂŽ wasyfihi anta asy-syâfi lâ syifâ`an illâ syifâuka syifâ`an lâ yughâdiru saqaman. Allahumma shawwirhu fĂŽ bathni zaujatĂŽ shĂťratan hasanatan watsabbit qolbahu ĂŽmânan bika wa bi-RasĂťlika. Allahumma akhrijhu mim bathni zaujatĂŽ waqta wilâdatihâ sahlan wa taslĂŽman. Allahumma ijâalhu shahĂŽhan kâmilan wa ââqilan hâdziqan ââmilan. Allahumma thowwil âumrohu wa shahhih jasadahu wa hassin khuluqohu wa afshah lisânahu wa ahsin shautahu liqirooatil hadĂŽtsi wal qur`ânil âadzĂŽm bibarokati Muhammadin shallallâhu âalaihi wasallam. Walhamdulillâhi Robbil ââlamĂŽn."
Artinya:Â âYa Allah, jagalah anakku selama ia berada dalam perut istriku, sehatkan ia, sesungguhnya Engkau Yang Maha Menyehatkan, tak ada kesehatan kecuali kesehatan dari-Mu, kesehatan yang tak terganggu penyakit. Ya Allah, bentuk ia yang ada di perut istriku dalam rupa yang baik, tetapkan dalam hatinya keimanan pada-Mu dan Rasul-Mu.
Aamiin...
Bumi mencium perut besar Kahyangan berharap janin yang sudah lama mereka tunggu bisa lahir dengan selamat tanpa kurang satu apapun.
__ADS_1
"Aku mencintai kalian, entah jadi apa hidup ku tanpa istri dan anakku" gumam Bumi yang langsung menarik tubuh Kahyangan kedalam dekapannya.
Pernikahan itu adalah ibadah sepanjang masa, maka salah satu sifat utamanya adalah SABAR, sebab bertahan dengan orang yang sama selama bertahun-tahun itu bukan perkara yang mudah dengan segala kurang juga lebihnya, baik dan buruknya. Belum lagi godaan lain di luar yang sangat banyak dan menatang.