Heavenly Earth

Heavenly Earth
Extra bab 21


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Bumi yang benar-benar terlelap dipangkuan Kahyangan akhirnya harus bangun saat panggilan dua rakaat tiba.


Keduanya kembali melaksanakan lagi kewajibannya mereka.


"Mana ada begitu?" Protes Kahyangan saat Bumi menggodanya. Secantik apapun istrinya bergamis tapi bagi Bumi Kahyangan paling cantik jika sedang mengenakan mukena maka itu Bumi sering menjahilinya sebelum kedunya bangun untuk melanjutkan aktifitas.


"Begini begitu tetep aja pipi kamu sekarang udah berubah jadi tomat" kekeh Bumi.


"Gak lucu!" selak Yayang yang langsung menutup wajahnya.


Bumi yang tergelak langsung meraih tubuh istrinya, Di ciumi juga pucuk kepala Kahyangan sembari di bacakan do'a.


"Biar makin solehah, makin menundukkan pandangan dan selalu setia sama aku" Ujar Bumi penuh harap.


.


.


.


Ruang makan rumah utama yang tak pernah berubah karna semua barang disana tetap pada tempatnya meski sudah puluhan tahun berlalu.


Anggota keluarga sudah berkumpul saat Bumi dan Kahyangan turun dari kamar mereka di lantai dua.


"Eh tutut" goda si tengah pada keponakannya yang sedang memanyukan bibir mungilnya.


"Dede agih malah, anan tana tana, elti!" ucapnya kesal.


"Enggak" jawab Bumi serius yang memang tak mengerti apa yang di katakan Samudera, bahkan saat ia melirik kearah papanya , Pria baya itu malah menggelengkan kepala dan meminta Bumi untuk diam.

__ADS_1


Sarapan pagi ini berbeda, karna kesayangan Rahardian sedang mogok bicara dengan siapapun usai Drama bangun pagi tanpa Gajah.


"Aku berangkat ya" pamit Bumi pada istrinya setelah ia juga berpamitan juga pada keluarga yang lain.


"Hati-hati di jalan" pesan Kahyangan yang jawab anggukan kepala oleh suaminya.


Bumi yang sudah berangkat ke kantor dan hilang dari pandangannya membuat Kahyangan kembali masuk kedalam rumah utama, ia menyusul mama mertuanya ke halaman belakang untuk menemani oppa berjemur sambil menikmati suara kicauan burung burung peliharaanya.


"Yang, tolong ambilkan sendok baru ya, sendok ini kotor tadi habis jatuh" pinta Melissa.


"Iya, Mah"


Kahyangan langsung bangun dari duduk, ia bergegas menuju dapur untuk mengambil benda yang akan di gunakan Oppa untuk minum obat.


"Nona, awas!" pekik salah satu ART saat melihat Kahyangan hampir menginjak genangan minyak kelapa yang tumpah di lantai karna botol kacanya pecah.


...Bugh....


Riuhnya para ART tentu membuat Melisa bergegas ke sumber suara.


"Ada apa ini?" tanya Melisa.


"Yayang, Nak. Kamu kenapa?" tanya nya lagi panik saat melihat sang menantu meringis kesakitan.


"Panggil Tuan besar di kamar cepat!"


Salah satu pelayan akhirnya dengan sigap naik ke lantai dua untuk memanggil Reza, ia yang panik dan khawatir langsung membawa Kahyangan kerumah sakit.


Didalam mobil keduanya sudah sangat khawatir karna menantu mereka semakin lemah sampai harus tak sadarkan diri.


"Loh, Yang! bangun, Nak" Melisa terus menepuk pipi istri dari si tengah yang tak kunjung membuka mata.

__ADS_1


"Mas, Yayang pingsan, gimana ini"


"sabar, Ra. sebentar lagi sampai, Ok" ucap Reza yang duduk di depan samping supir yang membawa mobil mewahnya.


Sampai si rumah sakit milik Rahardian, Yayang dengan cepat langsung di tangani team dokter, sedangkan Melisa dan Reza menunggu di ruang tunggu dengan perasaan gelisah sambil menuggu Bumi datang setalah diberitahukan beberapa menit lalu.


"Mah.. Pah!" seru si tengah dengan wajah tegang.


"Yayang kenapa?"


"Dia terpeleset di dapur, semoga tak terjadi hal serius pada istrimu" jawab Reza yang sedari tadi dengan sabar menenangkan Khumairahnya yang menangis.


Belum sempat Bumi kembali bertanya nyatanya seorang dokter keluar dari ruangan dimana kini Kahyangan di periksa.


"Bagaimana istri saya, Dokter?"


"Istri Tuan sudah sadar, kini ada dokter Alia yang sedang memeriksa Nona Muda di dalam, dia adalah dokter kandungan terbaik yang sedang melakukan pemeriksaan pada janin Nona muda"


"Janin? maksudnya apa?" tanya Bumi tak paham.


"Nona muda di perkirakan sedang hamil, dengan adanya kejadian ini kami harus memeriksanya lebih lanjut, Tuan."


.


.


.


.


.

__ADS_1


Semoga Calon bayinya selamat.


__ADS_2