Heavenly Earth

Heavenly Earth
Extra bab 22


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Tiga orang yang masih berdiri di ruang pemeriksaan Kahyangan hanya bisa tertegun saat dokter mengatakan apa yang terjadi pada sang menantu kedua Rahardian itu.


Bumi yang tubuhnya melemas hanya bisa tersungkur di lantai rumah sakit, bayangan matanya kabur saat lelehan air mata tak sanggup lagi ia tahan.


"Aku punya dosa dan salah apa?" lirihnya sambil terisak sedih.


"Sayang, mama mohon jangan salahkan dirimu sendiri" sahut Melisa yang tentu tak tega saat melihat si tengah sedang terpuruk sedang kan Reza membantunya untuk bangun dan pindah ke kursi tunggu.


"Doakan anak istrimu, bukan malah merutuk diri sendiri"


"Kahyangan hamil, mah"


"Alhamdulillah, kak" ucap Reza dan Melisa berbarengan, tentu ini adalah kabara terbaik setelah empat tahun lebih menanti.


"Apa kalian tak sadar jika Kahyangan sedang hamil?" tanya Melisa saat ketiganya suudah duduk di kursi tunggu.


"Enggak, Mah. Beberapa bulan lalu aku buang semua stok terspeknya, aku cape dan gak tega liat Yayang selalu kecewa dan itu bukan sekali dua kali tapi berkali kali selama bertahun tahun juga" jawab Bumi, perdebatan terjadi saat Kahyangan diam seribu bahasa s buelama dua hari saat ia tahu hasilnya NEGATIF lagi.

__ADS_1


Ceklek.


Suara pintu terbuka mengalihkan fokus ketiganya yang tentu langsung berdiri dari duduk yang kemudian menghampiri dokter yang baru saja keluar.


"Bagaimana keadaan istri saya, Dok?" tanya Bumi dengan panik.


"Semua baik, tak ada yang harus di khwatirkan" jelas Dokter tersenyum simpul karna tahu siapa yang ada di depannya kini adalah sang pemilik rumah sakit tempat ia bekerja.


"Kandungannya?" tanya Melisa.


"Alhamdulillah, selamat. Tak ada pendarahan sama sekali, Ibu dan Anak dua duanya kuat"


"Sayang... " serunya sambil berjalan mendekat kearah ranjang tempat kini Kahyangan terbaring sambil menangis.


"Bu, aku... aku.. " ucapnya ketika sang suami memeluknya dengan begitu erat, Kahyangan semakin menumpahkan air matanya ia menangis meluapkan perasaan yang tak bisa ia gambarkan rasa senangnya.


"Kamu hamil, sayang. Kita akan punya anak" sambung Bumi yang kini juga ikut menangis, keduanya tenggelam dalam perasaan haru dan tak percaya.


Reza dan Melisa yang sudah masuk pun ikut menitikan air mata, mereka saksi nyata bagaimana pasang suami istri itu begitu gigih berjuang selama lima belas tahun, untuk bisa satu IMAN satu ATAP dan satu sebutan sebagai ORANG TUA.

__ADS_1


"Ada yang harus kita jaga disini sampai sembilan bulan nanti, aku harap kamu jangan nakal ya" pesan Bumi yang sudah menempelkan kedua hidung mancung mereka sampai saling bersentuhan.


"Aku tak pernah nakal, Bu. Aku akan menjaganya, aku menyanyanginya" lirih Kahyangan, matanya sudah begitu bengkak karna terus menitikan air mata bahagia.


"Aku mencintai kalian, tetaplah bahagia bersamaku"


Keduanya yang baru sadar ada Reza dan Melisa akhirnya mengurai pelukan, kini saatnya pasangan baya itu yang memeberikan ucapan selamat serta pelukan hangat.


"Penantian kalian terjawab, selamat ya" ucap Melisa begitu bahagia. Ia sampai kembali menangis lagi saat sang menantu tak hentinya mengucap terimakasih.


"Tolong jaga baik baik ya" pesan Reza seraya mengusap kepala Kahyangan yang tertutup jilbab berwarna biru.


.


.


.


Saat kalian terlalu mengejarnya, Allah justru menahan apa yang kalian mau. Tapi saat kalian bersabar dengan ikhlas Allah memberinya di saat yang tak terduga.

__ADS_1


__ADS_2