Heavenly Earth

Heavenly Earth
bab 58


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Iya, aku keluar. Aku cari Hijabku dulu"


Kahyangan bangkit dari duduknya dan berjalan pelan menuju lemari pakaian, ia ambil Hijab pashmina berwarna mocca agar senada dengan gamis yang ia kenakan saat ini.


Gadis manis Nasrani itu begitu cantik dengan pashima yang hanya ia pakai begitu saja di kepalanya, kedua sisinya hanya ia selempang kan di bahu kanan kirinya.


"Aku ingat, ayah dulu sering menandaniku seperti ini" gumam Yayang di depan Cermin meja riasnya.


Cek lek..


"Ummi, Ayo... "


Kahyangan langsung menoleh ke arah pintu saat mendebangar suara Nisa yang menyuruhnya cepat keluar.


Dengan langkah terseok Yayang berjalan menghampiri Nisa yang berdiri di ambang pintu menunggunya.


"Kok gak pake tongkat? " tanya Abah yang kebetulan lewat di depan kamar Yayang.


"Iya, aku ingin terbiasa,, Bah" jawab Yayang, padahal ia tahu betul jika keputusannya ini justru malah membuat semua orang pasti khawatir padanya.


"Ya sudah, tapi jangan terlalu di paksakan ya"


Yayang hanya mengangguk lalu tersenyum, iya kembali melangkah bersama Nisa menuju ruang tamu menghampiri Ambu dan juga yang lainnya.


"Assalamu'alaikum" sapa Yayang, ia mencium punggung tangan para tamu yang hadir, semua orang begitu terpesona dengan kecantikan dan ke anggunnya.


"MashaAllah, cantik banget. saya DP ini jadi mantu boleh ya Ambu" goda salah satu itu ibu ibu yang akhirnya mengundang gelak tawa dari yang lainnya.


"Hatinya masih milik orang lain" jawab Ambu sambil melirik ke arah Yayang yang tertunduk malu.


"Bangga banget pastinya pria yang menjadi jodohnya Yayang ya, semoga diasoleh, baik hati dan bisa menjadi imam di keluarga" timpal yang lainnya yang langsung di Aamiinkan oleh smuanya.

__ADS_1


Kahyangan hanya bisa menunduk, ia pun mengucapkan nama Bumi dan Aamin berkali-kali dalam hati.


****


Kini hari minggu kahyangan selalu di isi dengan mendengarkan kajian dari ustadz dan ustadzah yang di undang Ambu dan Abah kerumah untuk acara pengajian mingguan atau bulanan.


Ia yang dulu tak pernah absen untuk ibadah minggu ke gereja kini tak lagi menginjakkan kakinya kerumah Tuhan sang pemilik kehidupannya.


Bukan tak mau, tapi ia ragu kesana dengan kondisinya sekarang meski Abah atau Iqbal sering menawarkan diri mengantarnya ke Gereja.


Tapi Yayang memilih membaca Alkitab di kamar atau sekedar berdoa mencurahkan isi hatinya.


.


.


Kamu tak bisa apa-apa tanpa Allah


Tapi kamu bisa meraih segalanya dengan Izin Allah SWT.


"Ada apa?" tanya Ambu.


"Gak apa-apa" jawabnya dengan senyum yang di paksakan.


Keduanya kembali mendengar kan Tausiyah yang di berikan ustadz muda yang cukup terkenal di kota tempat tinggal mereka hingga selesai.


Acara pengajian pun berakhir dengan doa bersama dan setelahnya makan bersama mencicipi hidangan yang di sediakan keluarga Abah dan Ambu.


"MashaAllah rasa kuenya nikmat sekali" Puji ustadz itu.


"Iya, buatan anak saya" jawab Abah.


"Oh, Abah punya berapa putra dan putri?"

__ADS_1


"Satu putra dan satu Putri" jawab Abah lagi, yang di maksud putri disini tentu Khayangan.


Kahyangan hanya bisa tersenyum sambil menunduk, betapa bahagianya ia saat Abah mengenalkannya pada semua orang sebagai putri atau adik dari Iqbal, satu hal yang tak pernah ia rasakan semenjak Ayah meninggal belasan tahun silam.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Apa untuk putri Abah sudah ada calonnya?


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Pak ustadz baru nongol langsung minta tampol


Pergi sono 😤😤😤😤

__ADS_1


Like komennnya yuk ramaikan 🤣🤣🤣


__ADS_2