Heavenly Earth

Heavenly Earth
Bab 65


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Masih betah?" suara Oppa lagi lagi mengagetkan Bumi yang sedang duduk di tepi kolam ikan, memfokuskan diri pada hewan warna warni didalam air bening yang sedang berkejaran.


"Disana disini ngelamun terus, nanti jodohmu lewat gak akan keliatan, kak" goda pria baya itu yang ikut duduk di sisi cucunya.


"Jangankan ngelamun, mau aku lagi tidurpun kalo memang jodoh pasti aku tahu" jawab Bumi dengan senyum manisnya.


"Mau pulang kapan?"


"Kata Oppa satu bulan kan?, masih ada tiga hari aku disini"


"Tapi Papamu semalam menangis saat menelepon Oppa karna meminta kamu untuk cepat pulang" kekehnya mengingat bagaimana putranya itu menangis tersedu-sedu hanya karna merindukan anak keduanya.


Bumi hanya tersenyum simpul sebab ia pun merasakan hal yang sama, padahal dalam satu hari ia bisa berkali-kali menghubungi kedua orang-tuanya dan juga para kembarannya termasuk Langit tapi rasa rindu tetap ia rasakan. Selama hidupnya baru kali ini ia pergi dalam waktu yang cukup lama.


"Sebelum kita pulang, Oppa ingin mengajakmu ke suatu tempat"


"Kemana?" tanya Bumi sambil menoleh dan menautkan kedua alisnya karna rasa penasaran.


"Nanti kamu akan tahu karna itu akan menjadi hal Bersejarah bagimu"

__ADS_1


********


Ambu yang sedang sibuk di dapur di temani Abah meski pria baya itu hanya duduk di kursi meja makan, menyesap secangkir teh dengan aneka macam kue yang di beli istrinya tadi pagi saat ke pasar.


"Ambu kaya yang gak ikhlas" cetus wanita bergamis coklat dengan kerudung senada.


"Jangan begitu, kita tak punya hak melarang Kahyangan" jawab Abah sambil mengehela nafas berat karna memang sejujurnya ia pun merasakan hal yang sama dengan sang istri.


"Ambu sudah terbiasa dengannya, Yayang sudah Ambu anggap seperti putri Ambu sendiri, Bah"


Abah bangkit dari duduk, mendekat kearah belahan jiwanya yang sedang resah dan gelisah dengan keputusan yang Kahyangan buat beberapa hari lalu setelah memantapkan keinginannya menyamaratakan keyakinan.


Bukan tanpa sebab ia melakukan hal luar biasa seperti itu, Ia yang memang sudah terbiasa dengan keluarga Muslim di sekitar nya, semakin nyaman saat tinggal dengan keluarga Ambu dan Abah meski pasangan itu tak pernah ikut campur apalagi memaksa, Kahyangan yang sering kali kesepian terkadang juga mencuri waktu masuk kedalam ruang kerja Iqbal mencari bahan bacaan untuk mengusir rasa bosannya, dan kisah para rasul dan nabilah yang paling menyentuh hatinya.


"Ambu tahu, tapi tidak bisa melihat Yayang setiap hari seperti biasanya"


Abah meraih tangan Ambu yang sudah sedikit berkeriput, ia ia usap dengan begitu lembut seperti biasanya.


"Jangan sampai perasaan sedih kita menghambat jalan hijrahnya. Seharusnya kita mendukung semua niat baiknya untuk belajar lebih dekat dengan sang Pencipta, karna ini kemauannya sendiri bahkan ia melakukannya bukan karna laki laki pujaannya juga ia memilih untuk bersyahadat" ucap Abah memberi pengertian.


"Astaghfirullah" Ambu beristighfar sambil mengelus dadanya karna merasa khilaf sudah sangat egois.

__ADS_1


.


.


.


Kahyangan yang sedang duduk bercanda dengan Nissa di kagetkan dengan kedatangan Iqbal yang tiba-tiba mendekat dan duduk disisi Kahyangan, sontak hal itu membuat Yayang menggeser duduknya sedikit menjauh.


"Ada apa?" tanya Yayang yang langsung menunduk.


.


.


.


"Berkasnya udah siap semua, tiga hari lagi kita ke tempat pak H. Ruslan"


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Ada apa dengan tiga hari kedepan ya 😏😏😏

__ADS_1


Di tunggu boba sama cimol nya ya kak Bu.. biar di cepetin langsung wuuuuushh 3 hari ke depan 🤣🤣🤣🤣


Like komennya yuk ramaikan


__ADS_2