Heavenly Earth

Heavenly Earth
Bab 53


__ADS_3

🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


"Kamu lagi apa?"


Suara Iqbal mengagetkan Kahyangan yang kini ada di ruang kerja pria beranak satu itu, tubuhnya langsung lemas bahkan hampir jatuh jika tak bersandar ke ujung meja.


"Akun lagi Bersih-bersih" jawabnya.


Iqbal mendekat dengan tatapan mata berpusat pada sebuah buku yang di pegang di tangan kanan gadis itu.


"Baca apa kamu?" tanya Iqbal lagi.


Kahyangan reflek meletakkan kembali buku tersebut ke dalam rak sisi meja kerja Iqbal.


"Maaf, aku lancang" ucapnya merasa malu dan tak enak hati


"Saya tanya, kamu baca buku apa?! " sentaknya kembali mengulang pertanyaan dengan tak sabar.


Keajaiban sepuluh sunnah harian.


kahyangan menjawab sambil menunduk, tangannya begitu dingin dengan mata sedikit berkaca-kaca karna rasa takut.


"Kenapa kamu baca itu?"


"Aku.. aku disuruh Ambu membersihkan ruangan ini, aku hanya iseng melihat lihat" kahyangan belum berani mendongakkan wajahnya untuk saling menatap dengan Iqbal.


Iqbal hanya diam tak bertanya lagi, ia merasa bersalah setiap kali melihat Kahyangan yang ketakutan saat ada dirinya.


"Cepat selasaikan! saya mau bekerja" titah pria dingin itu.


Kahyangan langsung mengambil lap dan kemoceng yang sempat terjatuh ke lantai dengan sangat sulit karna kakinya masih terasa sangat sakit.


"Nih.! " Iqbal yang merasa kasihan akhirnya membantu Yayang meski tetap dengan sikap dinginnya.


"Terimakasih dan maaf sudah lancang menyentuh barang-barang mu disini" ucap Yayang sebelum ia keluar dari ruang kerja Iqbal.


Duda beranak satu itu tak menjawab sama sama sekali, ia tetap bergeming melihat punggung gadis malang itu yang berjalan keluar dengan terseok.


Haruskah aku membuatmu agar seperti kita?


******


Keesokan harinya, Iqbal yang berniat akan kembali pulang ke kota membuat Nisa rewel seharian.

__ADS_1


Berbagai cara di dilakukan agar anak itu mau diam tak lagi menangis dalam pelukan Abby nya yang sudah bersiap, bahkan koper dan barang-barangnya sudah ada didalam mobil.


"Nisa sama Ummi yuk" ajak Yayang pada bocah empat tahun itu yang di jawab gelengan Kepala.


"Nanti kita beli es krim" tambahnya lagi sambil mengusap punggung Nisa, Isakan tangisnya begitu lirih benar-benar tak ingin di tinggalkan.


"Nda, Nisa mau ikut Abby! "


Iqbal menciumi pucuk kepala Nisa dengan begitu lembut, jauh di dasar hatinya ia juga tak ingin meninggalkan putri semata wayangnya itu.


Kini ia hanya punya Nisa sebagai tujuan masa depannya setelah Sang istri meninggal satu tahun lalu karna sakit.


Ambu dan Abah juga tak bisa berbuat apa-apa kali ini, mereka membiarkan antara ayah dan anak itu saling memeluk sebelum akhirnya berpisah.


"Yuk, sama Ummi. Kita mewarnai princess lagi" rayu Yayang.


"Kertas gambarnya habis" jawab Nisa disela isak tangisnya.


"Biar Ummi yang gambar, nanti Nisa yang mewarnai, bagaimana? " tawar gadis itu pelan-pelan jangan sampai Nisa yang hampir termakan rayuannya harus berbalik pikiran.


"Ummi bisa? " tanyanya bocah itu lagi.


"Kita lakukan bersama,, Ayo"


Namun Iqbal tak memberinya, ia, masih menggendong anknya.


"Kakimu masih sakit, jangan coba coba mengangkat yang berat-berat nanti smakin lama sembuhnya" ujar Iqbal yang langsung membuat Yayang menurunkan lagi tangannya.


"Ya, aku paham"


Kahyangan yang kini bejalan memakai tongkat hanya bisa mengekor di belakang Iqbal, namun langkahnya berhenti di depan pintu ruang kerja pria dingin itu.


"Cepat masuk! saya sudah tak memiliki banyak waktu"


"Bs.. baiklah"


Yayang masuk kedalam meski sangat ragu, ia duduk di atas karpet yang sudah di gelar oleh Iqbal sebagai alas untuk Nisa dan Yayang menggambar.


"Abby pergi dulu ya, minggu depan Abby kembali" pamit Iqbal pada putrinya.


"Iya, nanti bawa hadiah yang banyak ya" pinta Nisa, tak ada lagi isak tangis dan derai air mata di wajah cantiknya.


"Saya titip Nisa, maaf jika merepotkanmu", tutur Iqbal, kini mata dan tubuhnya beralih pada sosok gadis cantik berbalut gamis panjang berwarna maroon milik mendiang istrinya.

__ADS_1


" Aku akan menjaganya semampuku" jawab Yayang masih menunduk.


"Terimakasih, dan... "


Kahyangan langsung mendongak kan wajahnya, kini mata mereka saling memandang dengan sorot mata berbeda


"Dan apa? "


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Mungkin di saat kamu merasa bosan, kamu bisa membaca buku apapun yang ada disini ,


Tapi maaf... buku saya kebanyakan tentang hal mempelajari agama yang kami pegang!


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Yuk belajar sendiri dulu 😘😘😘


Ya kali nanti nemu duit di selipan buku buat gue beli es kepala😁😁😁

__ADS_1


Like komennya yuk ramaikan πŸ₯°


__ADS_2