Heavenly Earth

Heavenly Earth
Extra part 15


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Kedatangan Ambu dan Abah beserta Nisa tentu mengejutkan Kahyangan, gadis itu sampai tak henti hentinya menitikan air mata bahagia dan harunya karna Kedatangan keluarga yang amat ia rindukan.


"Baru akhir bulan ini Yayang dan Bumi akan kesana untuk menjenguk Abah dan Ambu" kata Kahyangan masih bergelayut pada wanita baya bergamis hitam.


"Nisa enggak?" protes gadis cantik yang kini sudah duduk di bangku Sekolah Dasar itu.


"Kan kita sering ketemu, Sayang" kekeh gemas Kahyangan, Iqbal yang sudah kembali menikah setahun lalu kembali pindah ke kota bersama istri dan anaknya. Tak jarang mereka bertemu atau sengaja ingin bertemu jika Yayang merindukan Nisa untuk mengusir rasa sepinya.


"Suami mu kapan pulang?" tanya Abah.


"Bumi akan segera pulang, tadi aku sudah bilang padanya kalau ada Abah juga Ambu serta Nisa datang"


"Tak usaha mengganggunya, Suamimu sedang bekerja. Kami paham kesibukannnya"


"Bumi kalo ikutin kerjaan terus, ya gak pulang pulang" jawab Kahyangan sambil tertawa kecil, matanya yang sipit hampir saja tertutup.


Abah yang ingin beristirahat akhirnya di antar oleh Kahyangan ke kamar tamu, sedangkan Ambu mengajak keponakannya itu masuk kedalam dapur untuk membongkar apa saja yang wanita baya itu bawa dari kota tempat tinggalnya.

__ADS_1


"Belum ada perubahan, Yang?" tanya Ambu yang di jawab gelengan kepala oleh Kahyangan yang paham arah pembicaraan kakak dari mendiang ayahnya itu.


"Tak ingin mencoba cara lain?"


"Tak ada masalah antara aku dan Bumi, kami sehat. Hanya belum waktunya saja" ucap Kahyangan, ia berjanji untuk tidak menangis lagi tapi rasanya sangat sulit menahan air matanya agar tak jatuh.


"Aku sudah bosan minum obat dan berbagai ramuan juga buah buahan yang katanya bagus untuk penyuburan, tapi hasilnya tetap sama. Tiga tahun ini belum ada tanda-tanda aku hamil" jelas Kahyangan mulai terisak.


"Bagaimana dengan keluarganya? mereka tak seperti kita yang dari kalangan biasa, mertuamu pasti ingin dan butuh seorang penerus dari putranya sendiri" kata Ambu yang sebenernya sangat khawatir pada kondisi mental keponakannya, Ambu begitu takut jika Kahyangan merasa tertekan nanti.


"Mama dan Papa tak banyak menuntut, mereka sangat santai dan justru banyak mendoakan kami. Tak jarang mama mengumpulkan semua anak Yatim Piatu asuhannya hanya untuk berdoa bersama, Ambu" jelas Yayang yang kadang merasa sangat bersyukur memiliki keluarga seperti Rahadian yang selalu merangkul anak menantunya dalam keadaan apapun.


"Kak Hujan saja butuh waktu empat tahun untuk adanya Samudera di tengah tengah kami, bahkan ia sengaja menundannya saat itu, mama dan papa tak marah sama sekali padanya" Kahyangan akhirnya mengulik kisah kakak iparnya yang memang belum Ambu ketahui.


"Tentu, Kak Hujan dan Kak Ay menikah muda saat baru masuk kuliah saat itu, hanya itu alasan yang ku tahu"


"Yang, apa kamu tak ingin mencoba sesuatu untuk memancing kehamilan? sambil kamu bersiap dan belajar sampai akhirnya kamu di beri kepercayaan sendiri" Ujar Ambu semakin serius.


"Cara apa lagi?" tanya Kahyangan yang sebenarnya sudah bosan dan tak seantusias dulu saat ada yang menyarankan banyak hal padanya.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


Adopsi anak, mungkin?


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Aku aku aku..

__ADS_1


aku mau dong di comot jadi anak 😝😝😝


Biar bisa gelendotan sama Gajah 🤣🤣🤣


__ADS_2