Heavenly Earth

Heavenly Earth
bab 60


__ADS_3

☘☘☘☘☘☘☘☘☘


Berbulan bulan berlalu tapi entah kenapa pertanyaan pak ustadz tempo hari saat di adakannya pengajian masih saja menggelitik hatinya, Kahyangan masih saja memikirkan tentang sesorang yang berasal dari kota sedang berniat mencari jodoh.


"Andai aku sempurna, mungkin aku takan serapat ini menutup pintu hatiku" gumamnya pelan yang sedang duduk di kursi meja makan.


"Apa masih ada pria yang mau menerima segala kekuranganku, seorang gadis yatim piatu yang cacat fisik" tambahnya lagi sambil menghela nafas berat.


Tak ada siapapun di dalam rumah tentu membuat kahyangan bebas menggerutu dan memaki takdirnya sendiri tanpa takut Abah atau Ambu memarahinya.


Lebih dari satu tahun ia ikut dengan keluarga Iqbal, rasa nyaman dan aman sudah sangat melekat dalam hidupnya kini dan tak terasa selama itu juga ia tak lagi menginjakkan kakinya di kota tempat ia lahir dan besar selama dua pluh satu tahun lamanya.


Begitu banyak rindu yang ia rasakan untuk orang orang yang dekat dengannya.


Aku tak punya rumah untuk pulang!!!


*****


"Kak, pulang kuliah mau kemana?" tanya Melisa pada si tengah saat pemuda tampan itu sedang merapikan barangnya di dalam kamar.


" kantor, Mah kaya biasanya, kenapa?" Bumi balik bertanya.


" Kata papa bulan depan kamu di ajak ke kota x sama oppa?"


Bumi hanya mengangguk, ia masih menjadi sosok yang pendiam dan irit bicara, terlebih sejak hubungannya berakhir.


"Ada apa?" tanya wanita berdress polos berwarna navy itu.


"Entahlah, katanya aku mau di kenalin sama salah satu temen oppa di kota itu" jawabnya menurut yang ia tahu..


"Kamu mau di jodohin kali, kak" goda Melisa.


" Gak lah, aku gak mau ya di jodohin!" protesnya yang membuat Melisa terkekeh.


Bumi bergegas keluar dari aprtemen dengan tas yang ia jinjing berisi keperluan untuk di kantornya.


Selama masa patah hati abadinya kini ia hanya pulang sekedar tidur di apartemen, karna hampir seharian ia akan menyibukkan diri di ruang kerjanya sampai Reza harus berkali-kali protes pada anak keduanya itu.


.

__ADS_1


.


.


Jam dua siang usai jam kuliahnya selesai, Bumi langsung menuju tempat parkir mobilnya, mobil keluaran baru yang ia beli tiga minggu lalu hasil jerih payahnya sendiri selama menyibukan diri.


TIIIIIIIIIINN


Bumi menekan klakson dengan sangat keras saat mobilnya hampir di serempet mobil lain.


Mobil tersebut itu pun langsung berhenti tepat di depan kendaraannya.


Bumi yang masih berada di dalam hanya bisa mengernyitkan dahinya saat ia melihat sosok pria dewasa menghampirinya.


Tok..tok..tok..


Bumi menurunkan kaca mobilnya saat orang itu mengetuknya dengan sedikit keras.


"Saya mohon maaf" ucap si pria, namun ia langsung teersentak kaget saat sadar siapa yang di mintai maaf.


Bumi membuang nafas kasar, lalu ia keluar dari dalam mobilnya.


"Iya, om Iqbal" jawab pemuda tampan namun berhati dingin itu.


"Wah, udah lama baru ketemu lagi, gimana kabarmu?" tanya Iqbal ramah.


"Kaya yang om liat" jawabnya singkat.


Iqbal menelan salivanya dalam-dalam, ia paham jika sepertinya Bumi bukan sosok orang yang bisa di ajak bicara meski sekedar basa basi.


"Baiklah, saya buru-buru. Saya pamit duluan dan sekali lagi saya mohon maaf" ucap Iqbal sambil mengulurkan tangan.


"Hem, iya. Om mau kemana?" tanya Bumi.


"Hah, Eh.. iya. Saya mau pulang ke kota x" jawab Iqbal.


Bumi mengernyitkan dahinya, hatinya berdesir saat pria di hadapannya itu menyebut kota x.


"Ada apa?, apa kamu pernah kesana?" tanya Iqbal saat melihat Bumi sedikit melamun.

__ADS_1


Bumi menggelengkan kepalanya dengan senyum kecil di ujung bibirnya.


"Baiklah, saya duluan" pamit Iqbal lagi.


Pewaris kedua Rahadian itu hanya mengangguk.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Cih .. Ngapain juga gue nanya-nanya!!!


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Malu bertanya sesat di jalan kak bu... 🤣🤣🤣


Kaya bapak lo nih tersesat di hati gue gak bisa kemana2 😍


like komennya yuk ramaikan.

__ADS_1


__ADS_2