
🌻🌻🌻🌻🌻🌻
" Aku mohon, jangan pernah ceritakan apapun atau bertanya tentangku lagi pada Bumi, menghindar lah jika bertemu dengannya" pinta Yayang penuh harap, ia menatap Alex dengan sorot mata penuh harap.
Alex mengernyitkan dahinya, ia bingung dengan permintaan Khayangan yang menurutnya ini sangat aneh.
"Mau kan?"
"Ya, aku janji tak kan pernah membawa Bumi dalam semua tentang mu juga urusanmu" jawab Alex, ia pasrah mengikuti kemauan gadis incarannya itu.
"Terima kasih"
Khayangan berdesir perih menatap punggung pria yang juga selalu ada untuknya, ia tahu perasaan Alex tak hanya menganggapnya teman. Alex bertahan dengan cintanya semenjak Kahyangan masih bersama Air, penantian akan jawaban dari Kahyangan tak pernah pria itu dapatkan meski Yayang kini telah berpisah dengan Bumi.
.
.
Langkahnya terus menapak di jalan kecil menuju area pemakaman tempat ibunya beristirahat abadi di pangkuan Tuhan, rasa sedih tentu langsung menyelimuti hatinya saat ini. Ia rindu sosok wanita yang selama dua puluh tahun lebih bersamanya.
Ibu....
Kahyangan berjongkok tepat di sisi pusara yang sekarang nampak lebih rapih dan bagus dan semua itu pasti Bumi yang melakukannya. Hal seperti ini saja masih Bumi yang melakukannya.
"Bu.. Yayang dateng cuma bawa bunga dan doa, Aku tak perlu bercerita bagaimana aku tanpa ibu saat ini karna aku yakin ibu selalu memperhatikan ku dari surgaNya, kan?"
"Meski aku sempat kebingungan karena semua terasa begitu mendadak dan cepat. Beruntung lah masih ada orang-orang baik yang dengan sigap membantu kita.
Aku sangat bersyukur akan hal itu"
__ADS_1
"Bu.. tanyakan pada Tuhan apa yang harus aku lakukan tanpa Bumi sekarang, aku butuh tangannya untuk menopang rasa lelahku, tapi aku takut Tuhan marah padaku"
Tangis gadis itu pecah lagi, Kahyangan juga rindu sosok Bumi yang selalu memberikan senyum manis hanya untuknya. sifat dan sikap yang gadis lain tak pernah tau kecuali Kahyangan sendiri.
Jika Bumi terkenal dengan sifat dingin dan angkuh tapi tidak jika sedang bersama Kahyangan, sifat posesif imutnya yang selalu membuat Kahyangan gemas pada Bumi.
"Aku merindukan Bumi, aku ingin bersamanya tapi aku lelah jika harus menangis dan merasa kan sakit yang sama terus menerus saat kami masih EGOIS dengan pegangan IMAN yang berbeda"
"Sedang kan aku sangat takut jika harus melepas salibku hanya demi Cinta pada satu manusia"
Kahyangan menarik nafas dalam-dalam, ia menghapus air matanya sambil mendongakkan wajahnya ke langit senja di ujung hari.
Aku percaya semua ini adalah takdir.
Kirimkan aku penggantinya yang bisa membuat aku Semakin kuat.. Tapi jika tak ada, boleh kah aku meminta ia kembali padaku?
***
Di ujung gang ia melihat motor Alex terparkir di depan rumahnya.
Tapi entah kenapa justru bayangan Bumi lah yang terlintas saat pemuda itu datang menghampirinya di rumah yang kini terlihat masih berantakan meski tak seporak poranda dahulu.
"Apapun itu, cuma kamu yang aku inget. Selamat liburan ya masa laluku" gumam Kahyangan sambil tersenyum getir bahkan bibir bawahnya pun ia gigit pelan untuk menahan air matanya.
Sudah hampir satu jam ia berjalan, dari langit masih cerah hingga senja dan kini mulai gelap ia masih setia menyusuri jalan yang lumayan sepi.
pikirannya melayang entah kemana bahkan rasa dingin pun tak lagi terasa di kulit putih mulusnya.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
BRAAAAKKKK
*Ada apa? kenapa aku bagai melayang...
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁*
Awas benangnya putus Lo ngegubrak yang 😂😂😂
lecet dikit gue yang kena omel si pelit 🙄🙄
__ADS_1
Like komen nya yuk ramai kan ❤️