Heavenly Earth

Heavenly Earth
ba 24


__ADS_3

🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉


Kenapa tak mencari ku?


Satu pertanyaan yang sangat menyakitkan hatinya, dimana ia mulai perlahan di abaikan oleh gadis yang masih begitu ia cintai.


Bumi menarik nafasnya ia bingung antara maju atau mundur, datang atau pulang?


Punggung gadis itu begitu terlihat berguncang hebat, siapapun yang melihatnya pasti tahu betapa sedihnya ia saat ini.


Ia sedang sangat butuh Sandaran, dan Alex lah yang kini dengan penuh kesabaran menompang tubuh lemasnya.


Harusnya aku yang disana, bukan dia...


Bumi yang masih diam di tempat berdirinya itu tersentak kaget saat seseorang menepuk bahunya.


"Kak Bumi ngapain disini?" tanya Sella, salah satu karyawan Ibu Yayang yang sudah sangat ia kenal karna seringnya menyuguhkan Bumi minuman bila ia datang.


"Eh, enggak , Sella" jawab Bumi tergagap.


"Ayo ke kak Yayang" ajaknya sambil menarik ujung jaket Bumi.


Perbincangan Bumi dan Sella ternyata mengalihkan perhatian Kahyangan dan Alex, keduanya nampak terkejut saat melihat Bumi di tarik oleh Sella.


"Bu.." lirih Kahyangan, wajahnya begitu sembab penuh dengan kebasahan air mata.


"Sayang..."


Bumi merentangkan tangannya agar Kahyangan masuk kedalam pelukannya, Ia rindu gadis itu.


Dengan tangis yang kembali pecah, Kahyangan berjalan menghampiri Bumi, pemuda tampan terlihat begitu Sangat mengkhawatirkannya.

__ADS_1


"Aku takut!" ucapnya yang memeluk erat Bumi.


"Ada aku, aku disini sama kamu, yang" bisik Bumi sambil menciumi pucuk kepala gadisnya.


Alex hanya bisa tersenyum getir melihat Kahyangan kembali kedalam pelukan Bumi, karna ia tahu jika keduanya sempat ingin mengakhiri hubungan mereka tapi sebuah musibah justru membawa Bumi datang merentangkan tangannya lagi untuk gadis incarannya itu.


"Ibu.. ibu" lirih Kahyangan masih dalam pelukan Bumi.


"Sabar, Yang. Kita duduk dulu ya" ajak Bumi kemudian keduanya langsung menuju kursi besi yang di sediakan pihak rumah sakit untuk para keluarga pasien yang menunggu.


"Ceritakan padaku, apa yang terjadi?" pinta Bumi, dengan jumlah masih memeluk lembut tubuh Kahyangan.


"Aku gak tau, aku gak dirumah saat kejadian, Bu. Aku lagi ikut mas Anto anter catering, tapi tiba-tiba Sella telepon kalau rumah kebakaran, aku Sama mas Anto langsung Puter arah buat pulang lagi karna memang kami belum sampai ke tujuan" jelas Kahyangan.


Mata Bumi beralih ke Sella yang bersandar di dinding bersebelahan dengan Alex, gadis itu nampak Kebingungan memulai ceritanya.


"Aku gak tau pasti, tapi kata polisi ini murni karna arus pendek listrik, kak" kata Sella yang mengerti dengan tatapan Bumi.


"Ibu, Kak Melly sama Bang Fikri" jawab Sella lagi.


"Hanya luka bakar, semoga mereka diberikan kekuatan" timpal Alex


Amiin...


Lebih dari dua jam Semuanya menunggu dengan sangat resah, dokter belum juga keluar untuk memberikan kabar kondisi dari ketiga korban.


Kahyangan yang sudah nampak lemas terus di kuatkan oleh Bumi, air matanya terus mengalir deras apalagi saat Sella memberitahu jika ibunya lah yang paling parah karena berada di dapur seorang diri saat karyawan sedang sibuk menyiapkan catering lainnya.


"Kamu kuat, aku tahu itu. sayang" bisik Bumi. Iapun tak bisa berbuat apa-apa saat ini meski sudah menghubungi pihak rumah sakit milik keluarganya untuk mempersiapkan segala hal jika rumah sakit tempat para korban kini dirawat tidak memungkinkan untuk merawat lebih maksimal.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Lex... anter aku ke Gereja ya!!!


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Kamunya taat banget, aku nya bingung 😕😕😕


Tapi emang sih.. lagi begini harus inget Tuhan walau pelukan pacar memberi kenyamanan. 🤭🤭

__ADS_1


Like komen nya yuk ramai kan ♥️


__ADS_2