Heavenly Earth

Heavenly Earth
bab 42


__ADS_3

💞💞💞💞💞💞💞💞💞


"Oh.. om dokter mau hadiahin ummi baru ya buat Nisa?" tanya Nisa dengan begitu polosnya sampai semua orang tersentak kaget.


"Ummi siapa?" tanya pak dokter pada Nisa.


"Kata Abah tadi om dokter mau hadiahin kado buat Nisa, mana?" bocah cantik itu menadahkan tangan di hadapan pria dewasa berkas putih.


Pak dokter menggaruk kepalanya yang tak gatal kebingungan sambil melirik ke arah pasangan baya itu secara bergantian.


Ambu yang serba salah akhirnya bisa menarik tangan mungil cucunya mendekat ke brankar pasien.


"Ini kadonya, kan?! ummi baru buat Nisa?" tanyanya lagi masih penasaran karna belum mendapatkan jawaban.


Ambu hanya bisa tersenyum simpul sambil mengusap kepala bocah kecil itu, Nisa memang sangat ingin mempunyai Ibu seperti teman-temannya.


kematian ibunya setahun lalu masih sangat membekas di hati anak itu.


"Kumaha Ambu, sadar teu?" tanya Abah.


"Ish, gak liat itu masih merem matanya!" jawab Ambu sedikit kesal.


Keduanya menatap tubuh Kahyangan yang terbaring lemah. di keningnya ada perban yang menutupi luka sobek yang lumayan besar, tapi tar mengurangi kecantikan gadis itu apalagi ada seulas senyum kecil di sudut bibirnya. Kahyangan bagai sedang tertidur terbuai mimpi indah.


.


.


.


Sudah hampir jam sepuluh malam Ambu dan Abah masih menunggu Kahyangan untuk sadar setelah di pindahkan ke ruangan rawat inap beberapa waktu tadi.


Ambu masih mengusap punggung Nisa yang dibaringkan di sofa sedangkan Abah duduk di karpet lantai.


"Assalamualaikum"

__ADS_1


Seseorang datang dengan wajah begitu panik dan khawatir.


"Waalaikum salam" jawab kedua pasangan baya itu berbarengan


Abah langsung bangun dari duduknya menghampiri seseorang yang datang barusan, ia tak lain dan tak bukan adalah putranya sendiri, Iqbal.


"Ya Allah, si Aa lama pisan, baru dateng" keluh Abah sambil berjalan mendekat


"Maaf, Bah. aku masih ada kerjaan sedikit" alasan pria dewasa berumur tiga puluh tahun itu.


Iqbal dan Abah bergegas ke sisi brankar pasien tepat dimana kahyangan terbaring masih tak sadarkan diri, Iqbal menata intens gadis itu seakan pernah bertemu tapi ia tak ingat dimana dan kapan.


"Kenapa bisa begini sih, Bah?" tanya Iqbal, kini tatapannya beralih pada ayahnya.


"Teuing, datang nabrak wae kitu" jawab Abah sambil mengusap tengkuknya.


"Kan aku bilang tadi biar supir yang anter, Abah makin tua makin gak bisa di omong. Sekarang kalau udah begini, gimana?" oceh Iqbal yang kesal.


"Abah sama Ambu pulang aja ya bawa Nisa, biar aku yang jaga perempuan itu" titahnya saat duduk dekat ibunya yang baru saja mengerjapkan mata.


"Gak apa-apa, kita tinggal?" tanya Ambu serba salah.


Belum selesai mereka berbincang ternyata Nisa terbangun dari tidurnya, gadis cantik itu langsung merentangkan tangannya pada Iqbal.


"Abby..." rengeknya manja.


Iqbal langsung memangku anak semata wayangnya itu diatas paha, ia usap kepala Nisa dengan begitu lembut karna setahun belakangan ini ia berperan sebagai ayah dan ibu untuk putri kecilnya.


"Nisa suka kadonya, terima kasih" ucap bocah itu dengan sangat antusias padahal ia baru saja terbangun.


"Kado apa lagi, Abby kan udah kasi tadi" jawab Iqbal bingung, sedangkan orangtuanya kini saling pandang.


"Ummi baru untuk Nisa" jelas gadis itu yang langsung membuat Iqbal tersentak kaget.


"Abah, Ambu!" sentak pria dewasa itu pada orangtuanya.

__ADS_1


"Si Abah tah, lain Ambu" elak wanita tua menggeser duduknya jauh dari sang suami.


"Eh, kan Ambu gak bisa jawab, jadi Abah yang jawab pas Nisa tanya" kini Abah malah justru menyalah istrinya.


EUGH....


Semua mata tertuju pada ranjang pasien dimana Kahyangan kini sedang bergeliat.


Tiga orang dewasa itu langsung menghampiri dan kini sudah berdiri di sisi kanan dan kiri kahyangan.


"Duh.. neng geulis udah sadar. Alhamdulillah" ucap Abah penuh syukur sambil mengusap wajahnya.


Begitu pun dengan Ambu dan Iqbal tapi tidak dengan Nisa, bocah itu bertepuk tangan kecil sambil berteriak girang


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Ummi...


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


Ni bocah kalo ketemu si kakak pasti berantem mulu sama2 sengke alias keras kepala 😂😂😂😂


Like komen nya yuk ramai kan


__ADS_2