
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Karna kamu bukan alasan utama Hijrah dan istiqomah ku"
Kahyangan berbicara tak kalah serius dan tegas dari Bumi yang kini tercengang dengan ucapannya itu.
"Kamu tahu, 'kan. Jika aku tak pernah melibatkan cinta dalam agama ku dan itu akan terus ku lakukan. Aku percaya jika Allah masih membiarkan ku menyimpan namamu di hatiku berarti rasa itu tak pernah salah" tegas Kahyangan.
"Kita bisa sama-sama belajar, aku pun belum paham dengan agamaku sendiri meski aku meyakininya sejak lahir" rayu Bumi lagi, ia merendahkan nada bicaranya agar Gadis yang ingin ia halalkan itu dapat luluh dan mau ikut dengannya.
"Jangan siksa aku karna terus merindukanmu." lirih Bumi, dalam satu Aamin pun gadis cantik itu begitu sulit ia taklukkan keyakinannya.
"Kamu pikir, aku tak kan tersiksa sama sepertimu?" Kahyangan balik bertanya.
"Datanglah lagi saat waktunya tiba, bukankah kamu butuh makmum?" Kahyangan mempertegas ucapannya seakan mengingatkan kembali apa yang diinginkan Bumi beberapa waktu lalu.
"Biarkan aku lebih nyaman dengan apa yang kini ku pilih, biarkan aku fokus pada tujuan awalku lebih dulu. Kamu adalah bonus dari Allah jika kita berjodoh nanti" sambungnya lagi dengan senyum yang selama ini membuat Bumi semakin mencintainya.
__ADS_1
"Aku tak hanya ingin menjadi solehah untuk pribadiku sendiri, aku ingin bisa mengimbangi mu sampai ke surga-Nya, aku ingin menjadi Madrasah pertama bagi anak-anak ku kelak jika mereka bertanya apa itu Islam!"
"Ku mohon jangan belokkan niatku yang hijrah karna Allah semata, aku ingin lebih dekat dengannya karna jika ia sudah jatuh cinta padaku, ku yakin dia akan memberi yang terbaik untukku dan aku akan memohon padaNYA agar ia menjaga hatimu saat aku memperbanyak sujudku untuknya, sebab aku tak ingin yang lain kecuali kamu, Bu"
Bumi kembali meneteskan air matanya lagi, Ia benar-benar bagai tertampar dengan semua yang di ucapkan Kahyangan.
Tuhan selalu menjadi Prioritas utamanya apapun keyakinan yang di genggam Kahyangan.
"Kapan aku bisa datang lagi untukmu?" tanya Bumi memastikan.
"Aku tak tahu waktunya, biar Allah yang mempertemukan kita di titik terbaik menurut takdirNya" jawab Khayangan.
"Baik-baik disini ya cantik, Lambaikan tanganmu jika kamu sudah menyerah saat tak tahan lagi menahan rindu padaku" Bumi menggoda Kahyangan sambil menghapus air matanya dan ia tersenyum saat melihat gadis itu tertawa kecil sembari mengangguk namun ia seakan membiarkan buliran air bening jatuh ke pipi mulusnya.
.
.
__ADS_1
Bumi bangun dari duduknya, ia berdiri selama beberapa menit untuk menatap lekat Kahyangan yang masih duduk menunduk memainkan jari-jari lentiknya. Ia melakukan itu untuk menumpahkan rasa rindunya dan menyimpan sosok Kahyangan yang baru dalam hati dan matanya agar saat ia mengingat gadisnya tentu bayangan itu akan Langsung ada.
Izinkan aku membawa nama dan wajahmu dalam tidurku untuk mengusir sepi serta melepas rindu, melayangkan mimpi untuk bisa bersama denganmu seperti dulu.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Next bab loncat ya kaya tupai 🤭🤭🤭
yang belum mampir ke kakak Ay bisa balik lagi ke Air Hujan sama Baby Bear ya..
Mohon jangan membandingkan Air dan Bumi terus ya 🙏🙏
Dari awal launcing si kakak udah crazy up beda sama Bumi, konflik disini berat dan harus hati-hati karna penulis itu bawa tanggung jawab karna ini menyangkut agama, jangan sampai melukai hati readers yang lainnya.
teteh seneng kalian suka sama Bumi tapi bukan berarti merendahkan Air yang selalu tumpah babnya.
Karna semua udah di porsinya masing2.. mohon pengertiannya!
__ADS_1
Like komenanya yuk ramaikan.