
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Bumi langsung mengejar Kahyangan saat ia keluar dari ruangan, tangisnya semakin pecah saat Bumi justru menarik tangannya agar mereka bisa saling berpelukan, Bumi biarkan gadisnya itu menumpahkan semua rasa sedih, luka, kecewa dan marah dalam dekapannya.
"Maaf! tolong jangan begini, aku gak kuat, Yang" Bumi yang sama sakitnya justru semakin mendekap tubuh langsing kekasihnya itu.
Entahlah... bagaimana status hubungan mereka kini apa pantas masih di sebut sepasang kekasih setelah kejadian beberapa menit lalu?
"Terus aku harus apa? aku bingung kalo gak ada kamu, Bu" lirihnya dengan mencengkram baju yang dikenakan Bumi.
"Aku ada! aku selalu ada buat kamu, sayang"
"Ada sebagai apa?, temanmu? mantan kekasihmu atau kakak angkatmu?" tanya Kahyangan sambil mendongakkan wajahnya.
Bumi menghapus air mata yang jatuh begitu derasnya di kedua pipi putihnya itu, Bumi menciumnya dengan lembut penuh perasaan.
"kamu akan selalu menjadi pemilik hatiku, kamu tau seberapa besar cintaku, kan?, aku lebih memilih menutup pintu hatiku selama tiga tahun aku menunggumu karna aku yakin kita pasti bertemu lagi, dan nyatanya benar , kan? kita bertemu seperti pertama kali kita berjumpa" ucap Bumi setelah mencium kening Kahyangan, gadis itu mulai sedikit tenang.
"Sampai pada Tuhan membiarkan kita bersama sampai detik ini, aku rasa pasti ada alasannya. Dia tak mungkin mempermainkan perasaan yang telah kita jaga sejauh ini, Yang"
"Aku tetap mencintaimu"
Kahyangan kembali memeluk Bumi, ia satu-satunya pemuda yang selalu membuat perasaan kahyangan nyaman, maka itu ia mungkin akan hilang arah jika Bumi melepasnya.
"Aku percaya itu, aku akan ikuti alur kisah kita sampai dimana Tuhan mungkin akan mempertemukan kita lagi di hari dan waktu yang berbeda" jawab Yayang di sela Isak tangisnya.
"Gadis pintar!" kekeh Bumi yang kembali menarik tubuh Kahyangan kedalam dekapannya.
.
.
.
__ADS_1
Bumi langsung pamit setelah mengantar Kahyangan pulang, setidaknya ia ingin hubungan keduanya selalu berjalan baik. Tak mungkin mudah baginya untuk sekaligus melepas Kahyangan, ia akan mengulur waktu pelan-pelan sampai tepat berada di ujung batas penghalang.
"Kak..." panggil Melisa saat Bumi baru saja ingin membuka pintu kamarnya.
"Mitha melihatmu di restaurant?, kalian bertengkar?" tanya Melisa langsung saat mendengar aduan dari keponakannya itu.
"Mitha?, aku gak liat, Mah" jawab Bumi.
"Tapi dia yang melihatmu, kak"
Bumi berjalan dua langkah mendekat ke arah sang mama, ia sandarkan kepalanya di bahu wanita terbaiknya itu.
Melisa yang tahu putra keduanya sedang tak baik tentu langsung memeluknya penuh kasih sayang
"Ada apa?" tanya Melisa, karna hanya helaan nafas berat sang putra yang ia dengar.
"Aku mundur, Mah"
"Kamu yakin?, Apa Yayang mau?" tanya Melisa.
"Harus mau, aku sama dia dari awal udah egois soal keyakinan, Mah. gada jalan lain lagi" lirih Bumi.
"Mama bangga pada kalian, cinta kalian bukan cinta buta yang mengorbankan segala hal termasuk iman kalian, Mama makin sayang sama Kahyangan"
"Mah.. jangan buat ku semakin berat melepasnya" rengek Bumi.
"Dia anak baik, sopan ramah dan taat pada agamanya, kita doakan dia akan bertemu jodohnya yang seiman yang bisa membawanya jauh lebih baik, kak" Rayu Melisa agar sang anak bisa menerima kenyataan bahwa iman diatas segalanya.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
padahal aku maunya egois, karna aku males jatuh cinta lagi, aku maunya cuma Sama dia, aku udah gak mau kenal gadis lain selain dia, nanti aku coba rayu Allah lagi di sepertiga malam ku ya, Mah...
💕💕💕💕💕💕💕💕💕
Bumi tuh pelit.. gak mau nyogok gue 😂😂
Gak kaya kakak Ay langsung kirim seblak jadi deh main main basah-basahan 🤣🤣🤣🤣
Like komen nya yuk ramai kan ♥️
__ADS_1